PADEK.JAWAPOS.COM — Menjelang Musim Tanam Oktober 2026-Maret 2027, PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong optimalisasi penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Hingga 15 September 2026, realisasi penyalurannya mencapai 17.167 ton atau 58 persen dari alokasi 29.776 ton, sementara 18.313 dari 29.068 petani yang terdaftar dalam e-RDKK telah melakukan penebusan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Asset Management Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh dalam kegiatan Rembuk Tani dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia di Takalar, Kamis (17/9/2026).
Tri mengatakan Pupuk Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai prinsip 7 Tepat, yakni tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, mutu, dan sasaran.
Dalam pelaksanaannya, Pupuk Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), PUD, PPTS, serta kios untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani mengatakan periode Musim Tanam Oktober 2026-Maret 2027 membutuhkan koordinasi yang lebih kuat. Peran pemerintah daerah, tenaga penyuluh, PUD, PPTS, dan petani dinilai diperlukan untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi.
Berdasarkan data per 15 September 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Takalar mencapai 17.167 ton atau 58 persen dari total alokasi 29.776 ton.
Dari 29.068 petani yang tercatat dalam e-RDKK, sebanyak 18.313 petani atau 63 persen telah melakukan penebusan pupuk bersubsidi.
Sementara itu, stok pupuk bersubsidi di Takalar per 16 September 2026 tercatat sebanyak 2.042 ton yang berada melalui PPTS resmi. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, stok yang siap disalurkan mencapai 132.228 ton.
Pupuk Indonesia menyebut sejumlah upaya dilakukan untuk mendukung kelancaran penebusan pupuk bersubsidi. Upaya tersebut meliputi menjaga ketahanan stok di PPTS resmi, memberikan edukasi dan pendampingan, serta melakukan koordinasi dan evaluasi.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung Musim Tanam III dan produktivitas pertanian.(*)
Editor : Heri Sugiarto