Kantor berita WAFA melaporkan bahwa Mahmoud Abbas menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan pengecut dan perkembangan yang berbahaya.
Abbas juga menyerukan kepada rakyat Palestina untuk bersatu, bersabar, dan tabah menghadapi pendudukan Israel.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa kelompok perlawanan rakyat Palestina telah menyerukan serangan komprehensif dan demonstrasi massal di berbagai kota di Tepi Barat yang diduduki untuk memprotes pembunuhan Haniyeh.
Pemogokan telah diserukan di beberapa kota termasuk Ramallah dan Nablus, di mana Universitas An-Najah juga merilis pernyataan yang menyerukan penangguhan jam kerja untuk berkabung atas kematian Haniyeh.
Ismail Haniyeh dilaporkan telah tewas dalam serangan di penginpannya di Teheran. Hamas dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa Haniyeh terbunuh dalam serangan yang mereka sebut sebagai "serangan berbahaya oleh Zionis".
Namun, Pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan itu.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pihaknya sedang menyelidiki pembunuhan pemimpin politik Hamas tersebut.
Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Selasa (30/7/2024).
Pezeshkian dilantik sebagai presiden kesembilan Iran setelah pendahulunya Ebrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada Mei lalu.(*)
Editor : Heri Sugiarto