Badai kuat ini mendarat di negara tersebut pada akhir pekan lalu, membawa angin kencang dan hujan deras yang memicu tanah longsor dan banjir.
Topan Yagi, salah satu badai terkuat yang melanda kawasan Asia tahun ini, dan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur signifikan di Vietnam Utara.
Ribuan rumah rusak, lahan pertanian terendam, dan banyak daerah mengalami pemadaman listrik.
Topan Yagi pertama kali mendarat di provinsi pesisir Quang Ninh pada Sabtu (7/9), membawa angin dengan kecepatan hingga 127 mil per jam, setara dengan badai Kategori 3.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Topan Yagi telah menyebabkan kehancuran di Filipina, menewaskan sedikitnya 20 orang, sebelum bergerak menuju Tiongkok selatan, Sebanyak empat orang kehilangan nyawa dan sekitar satu juta orang terpaksa mengungsi.
Hingga Senin malam, Departemen Pengelolaan Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana Alam Vietnam melaporkan setidaknya 49 korban tewas dan 22 orang dinyatakan hilang di berbagai wilayah Vietnam utara.
Di antara korban jiwa, enam orang, termasuk seorang bayi dan balita berusia satu tahun, tewas ketika tanah longsor melanda kawasan pemukiman di provinsi pegunungan Lao Cai, dekat perbatasan dengan Tiongkok, menurut laporan dari Vietnam News Agency.
Di Provinsi Hoa Binh, sekitar 32 kilometer barat daya Hanoi, empat anggota satu keluarga juga tewas setelah tanah longsor menyapu rumah mereka.
Ketika badai bergerak lebih jauh ke pedalaman, wilayah barat laut Vietnam yang berbukit-bukit, dilanda hujan lebat memicu banjir di beberapa provinsi, memaksa ribuan orang untuk mengungsi.
Pada Senin pagi, banjir menyapu sebagian jembatan yang menghubungkan distrik Lam Thao dan Tam Nong. Sebanyak tiga orang terluka dan delapan orang hilang.
Di ibu kota Hanoi, satu orang dilaporkan tewas akibat badai, sementara banjir merendam sejumlah jalan, merusak atap bangunan, dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa bagian kota, menurut Vietnam News.
Ribuan pohon tumbang, termasuk beberapa pohon tua yang dianggap sebagai ikon kota.
Secara keseluruhan, setidaknya 732 orang terluka akibat topan ini, dengan sebagian besar korban berada di Quang Ninh.
Pemerintah Vietnam juga melaporkan bahwa lebih dari 46.500 rumah rusak, serta ratusan ribu hektare lahan pertanian, termasuk sawah dan kebun buah, terendam banjir.(nyt)
Editor : Heri Sugiarto