Serangan ini merupakan respons langsung atas serangan Israel di Gaza dan Lebanon, serta pembunuhan pemimpin senior Hamas, Hizbullah, dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Militer Israel mengonfirmasi bahwa sekitar 180 rudal telah ditembakkan ke wilayah mereka, dengan sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Namun, ketegangan antara kedua negara semakin memuncak. Israel berencana melakukan serangan balasan.
"Kami akan menanggapi di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun yang kami pilih, sesuai dengan arahan pemerintah Israel," kata Laksamana Muda Israel Daniel Hagari.
Iran pun memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi serangan "menghancurkan" jika terus melanjutkan aksi militer.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengeluarkan pernyataan tegas setelah serangan rudal tersebut.
Ia menyebut tindakan itu sebagai "respons tegas" atas agresi Israel. Tapi, dia menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang.
"Tindakan ini adalah pembelaan terhadap kepentingan dan warga Iran," ujar Pezeshkian melalui unggahan di platform X.
"Biarkan Netanyahu tahu bahwa Iran tidak mencari perang, namun akan berdiri teguh melawan ancaman apapun... Jangan masuk ke dalam konflik dengan Iran," tegasnya.
Dalam pernyataan terbaru, IRGC menyebut serangan rudal mereka menargetkan tiga pangkalan militer di wilayah Tel Aviv.
Serangan ini juga dilengkapi dengan serangan siber skala besar, dan untuk pertama kalinya, Iran menggunakan rudal balistik hipersonik Fatah.
Seorang pejabat senior Hizbullah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan rudal tersebut berhasil, dengan beberapa pangkalan militer Israel terkena seperti yang direncanakan.
Ia juga menyatakan bahwa tingkat intersepsi oleh sistem pertahanan Israel "lemah" dan mengklaim adanya korban di pihak tentara Israel.
Kelompok Palestina, Hamas, menyambut baik serangan rudal Iran dan menyebutnya sebagai tindakan "heroik". Hamas juga menyerukan kepada masyarakat dan pemerintah di kawasan untuk bersatu melawan Israel.
"Kami menegaskan bahwa respons Iran yang terhormat ini adalah pesan kuat kepada musuh Zionis dan pemerintah fasisnya," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.(*)
Editor : Heri Sugiarto