Dalam sebuah wawancara podcast terbaru, Zuckerberg menyebut struktur bawah tanah tersebut hanyalah "shelter kecil" atau ruang penyimpanan, bukan bunker untuk menghadapi kiamat seperti yang ramai dibicarakan publik.
"Ada meme tentang bagaimana orang-orang mengatakan saya membangun bunker bawah tanah. Padahal ini lebih seperti ruang penampungan bawah tanah," ujar Zuckerberg dalam podcast This Past Weekend with Theo Von. "Itu semacam terowongan yang menghubungkan ke bangunan lain."
Zuckerberg diketahui memiliki lahan luas di Hawaii. Ia mulai membeli tanah di Kauai sejak lebih dari satu dekade lalu.
Berdasarkan laporan media, pada tahun 2014 Zuckerberg membeli sekitar 750 hektare lahan senilai USD 100 juta, dan pada 2021 menambah 600 hektare di North Shore Kauai seharga USD 53 juta.
Pada Desember 2023, majalah Wired melaporkan bahwa Zuckerberg tengah membangun shelter bawah tanah seluas 5.000 kaki persegi di properti Ko'olau Ranch.
Struktur tersebut dilengkapi pasokan energi dan makanan sendiri. Total anggaran proyek diperkirakan mencapai USD 270 juta, termasuk izin bangunan dan biaya tanah.
Masih menurut Wired, kompleks tersebut mencakup dua mansion yang dihubungkan oleh terowongan, termasuk akses ke shelter yang memiliki ruang tinggal, ruang mekanik, pintu besi beton, serta pintu darurat dengan tangga.
Namun, juru bicara Zuckerberg dan sang istri, Priscilla Chan, menolak memberikan komentar kepada Wired mengenai ukuran atau fitur spesifik dari bangunan bawah tanah itu.
Media lokal Hawaii News Now pada Desember lalu melaporkan bahwa mereka memperoleh dokumen perencanaan dari pemerintah daerah yang menyebut adanya "storm shelter" seluas hampir 4.500 kaki persegi—setara dengan ukuran lapangan basket NBA—di properti Zuckerberg.
Menanggapi isu tersebut, Zuckerberg juga memberikan klarifikasi dalam wawancara bersama Bloomberg. Ia membandingkan struktur itu dengan ruang bawah tanah biasa.
"Ada banyak ruang penyimpanan, dan bisa disebut sebagai shelter badai atau apapun itu," ujarnya.
"Saya rasa ini terlalu dibesar-besarkan seolah-olah seluruh ranch itu adalah bunker kiamat, padahal tidak seperti itu."
Pada Januari 2024, Zuckerberg mengunggah video di Instagram yang memperlihatkan dirinya bermain gim bersama teman-temannya di sebuah ruangan seperti bioskop rumah dengan pintu akses digital. Video tersebut diberi caption humor: "When your wife catches you in the 'bunker' playing video games."
Selain bangunan bawah tanah, Zuckerberg juga mengembangkan aktivitas pertanian dan peternakan di Ko'olau Ranch.
Ia mengunggah postingan pada Januari yang menyebut dirinya mulai beternak sapi Wagyu dan Angus yang diberi makan makadamia dan bir yang diproduksi di lahan tersebut.
"Tujuan saya adalah menciptakan daging sapi berkualitas tertinggi di dunia," tulisnya. "Saya tidak mencoba menjadikannya bisnis komersial, hanya ingin membuat sesuatu yang berkualitas terbaik."
Selain peternakan, juru bicara keluarga Zuckerberg juga menyebut bahwa properti tersebut akan digunakan untuk budidaya jahe dan kunyit organik, pemulihan tanaman asli, serta konservasi satwa liar yang bekerja sama dengan ahli lokal di Kauai.
Mark Zuckerberg sendiri belum mengungkap rencana jangka panjang dari proyek besar ini, namun menegaskan bahwa tempat tersebut bukanlah bunker seperti yang diberitakan.(*)
Editor : Heri Sugiarto