Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Api Terbesar di Eropa Meletus, Semburkan Abu Vulkanik hingga 6.400 Meter

Heri Sugiarto • Senin, 2 Juni 2025 | 19:07 WIB

Gunung Etna di Pulau Sisilia, Italia, meletus pada Minggu (1/6/2025) dini hari waktu setempat, menyemburkan kolom asap dan abu vulkanik tebal ke langit.(Foto: X/ Independent)
Gunung Etna di Pulau Sisilia, Italia, meletus pada Minggu (1/6/2025) dini hari waktu setempat, menyemburkan kolom asap dan abu vulkanik tebal ke langit.(Foto: X/ Independent)
PADEK.JAWAPOS.COM-Gunung Etna di Pulau Sisilia, Italia, meletus pada Minggu (1/6/2025) dini hari waktu setempat, menyemburkan kolom asap dan abu vulkanik tebal ke langit.

Letusan ini menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 6.400 meter ke langit di atas Pulau Sisilia. Letusan disertai aktivitas strombolian yang terus meningkat intensitasnya.

Menurut Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV), erupsi dimulai pukul 03.50 waktu lokal, setelah tremor vulkanik terdeteksi sejak tengah malam dan mencapai puncaknya menjelang pukul 01.00.

“Dari sudut pandang seismik, amplitudo tremor saat ini sangat tinggi dan menunjukkan kecenderungan meningkat,” ujar INGV dalam pernyataan resminya.

Letusan gunung terbesar di Eropa ini juga menyebabkan aliran piroklastik, yaitu longsoran material panas berupa batu, abu, dan gas yang sangat berbahaya.

Rekaman video yang dibagikan di media sosial memperlihatkan momen dramatis ketika pengunjung berlarian menuruni lereng Gunung Etna menghindari awan abu pekat yang membumbung ke udara.

Pusat Peringatan Abu Vulkanik (VAAC) Toulouse mengeluarkan peringatan merah untuk penerbangan, menyatakan bahwa kolom abu sebagian besar terdiri dari uap air dan sulfur dioksida, dan terdrift ke arah barat daya.

Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah mitigasi untuk keselamatan penerbangan di wilayah udara Eropa.

Sementara itu, kota Catania, yang berada tidak jauh dari lereng gunung, dilaporkan tertutup awan abu yang menggelapkan langit.

INGV juga melaporkan bahwa aktivitas eksplosif dari Kawah Tenggara telah berubah menjadi lava fountain, sebuah fenomena letusan berupa semburan lava panas yang memancar ke udara.

“Tremor vulkanik telah mencapai nilai yang sangat tinggi,” tambah lembaga tersebut.

Meskipun letusan sempat menunjukkan penurunan intensitas dalam siaran langsung terbaru, potensi bahaya masih tinggi.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan Gunung Etna dengan ketat.

Gunung Etna, dengan ketinggian sekitar 3.400 meter, telah mengalami sekitar 13 kali erupsi sepanjang tahun 2025.

Letusan sebelumnya terjadi pada 11 Februari 2025, yang juga memuntahkan abu dan lava, menarik banyak wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena alam tersebut dari dekat.

Sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, Gunung Etna menjadi objek pemantauan rutin dan destinasi wisata utama di Italia.

Masyarakat dan wisatawan diminta tetap waspada serta mengikuti arahan dari otoritas setempat untuk mengantisipasi bahaya lanjutan dari erupsi ini.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#peringatan merah penerbangan #Letusan Gunung Etna 2025 #gunung meletus #gunung berapi aktif di dunia #gunung tertinggi di eropa #Pulau Sisilia Italia #gunung etna meletus