Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jembatan Penghubung Rusia-Krimea Meledak, Ukraina Akui Tanam 1.100 Kg Bahan Peledak

Heri Sugiarto • Selasa, 3 Juni 2025 | 21:05 WIB

Jembatan yang menghubungkan Rusia dengan wilayah Semenanjung Krimea hancur akibat ledakan besar yang diduga dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina.(Foto: Independent)
Jembatan yang menghubungkan Rusia dengan wilayah Semenanjung Krimea hancur akibat ledakan besar yang diduga dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina.(Foto: Independent)
PADEK.JAWAPOS.COM-Jembatan Krimea yang menghubungkan Rusia dengan wilayah Semenanjung Krimea dilaporkan hancur akibat ledakan besar yang diduga dilakukan oleh pasukan khusus Ukraina.

Operasi ini menargetkan infrastruktur penting yang digunakan Rusia sebagai jalur logistik militer.

Jembatan sepanjang 12 mil atau sekitar 19 kilometer tersebut, yang juga dikenal sebagai Jembatan Kerch, merupakan penghubung utama antara daratan Rusia dan Krimea—wilayah yang dianeksasi sepihak oleh Rusia tahun 2014.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, ledakan berasal dari bawah air dan menghancurkan salah satu pilar jembatan.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengonfirmasi pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“SBU menanam bahan peledak seberat 1.100 kilogram pada pilar jembatan. Jembatan Krimea merupakan target sah karena digunakan musuh sebagai jalur logistik untuk memasok pasukan mereka,” kata pernyataan resmi SBU, dilansir Independent.

Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara. Pemerintah Rusia sebelumnya menyatakan hanya akan menghentikan perang jika Ukraina bersedia menyerahkan wilayah dalam skala besar dan menerima pembatasan kekuatan militernya, sesuai dengan sebuah memorandum yang dikirim ke Kyiv.

Namun, Ukraina menolak keras syarat tersebut, menyebutnya sebagai bentuk penyerahan diri, dan menyerukan sanksi tambahan dari negara-negara Barat terhadap Kremlin.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyoroti serangan rudal terbaru Rusia di kota Sumy. Serangan itu menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya sebagai bukti bahwa tekanan internasional terhadap Moskow harus ditingkatkan.

“Tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa Rusia menyerang kota dan desa di Ukraina. Setiap hari rakyat kami menjadi korban teror Rusia,” ujar Zelensky.

“Tanpa tekanan global—tanpa tindakan tegas dari Amerika Serikat, Eropa, dan dunia—Putin tidak akan setuju bahkan untuk gencatan senjata," imbuhnya.

Zelensky juga mengucapkan terima kasih kepada komunitas internasional yang mendukung pemberlakuan sanksi lebih keras terhadap Rusia, dan memperkuat bantuan pertahanan bagi Ukraina.

Sementara itu, otoritas Rusia mengonfirmasi bahwa lalu lintas di jembatan Krimea untuk sementara dihentikan menyusul ledakan tersebut.

Mereka menyatakan bahwa jembatan itu terkena serangan terhadap jalur darat dan rel kereta api yang menjadi jalur vital pasokan militer Rusia di Ukraina.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Perang Rusia - Ukraina #Pasukan khusus Ukraina #infrastruktur vital #jembatan krimea meledak #volodymyr zelensky #Jembatan Kerch #Logistik militer Rusia #Ledakan bawah air