Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan sebanyak 118 orang mengalami luka-luka akibat agresi Israel tersebut. Angka ini masih bersifat sementara karena tim penyelamat terus melakukan pencarian korban di lokasi.
Serangan dilaporkan menghantam kawasan sipil dan permukiman, termasuk rumah warga di Distrik al-Tahrir, Sanaa.
Fasilitas kesehatan di Jalan ke-60, Sanaa, serta kompleks pemerintahan di ibu kota al-Jawf, al-Hazm, juga terkena serangan. Kementerian Kesehatan memperingatkan jumlah korban bisa bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi.
Tim pertahanan sipil setempat masih berupaya memadamkan kebakaran akibat serangan serta mengevakuasi warga yang tertimpa reruntuhan bangunan.
Menurut laporan televisi Al Masirah yang dikelola kelompok Houthi, serangan Israel juga menargetkan fasilitas medis sektor kesehatan di barat daya Sanaa dan markas pemerintah lokal di al-Hazm.
“Syuhada, korban luka, dan sejumlah rumah hancur akibat serangan Israel di Markas Bimbingan Moral,” demikian pernyataan Al Masirah TV di Telegram, Rabu (20/8).
Korporasi Minyak dan Gas Yaman turut melaporkan fasilitas medis di Jalan al-Sitteen, Sanaa, ikut menjadi sasaran serangan.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan pihaknya menggunakan rudal permukaan-ke-udara untuk menghadapi serangan tersebut. Ia mengklaim sejumlah pesawat tempur Israel terpaksa mundur sebelum menjatuhkan bom.
“Pertahanan udara kami berhasil meluncurkan sejumlah rudal permukaan-ke-udara saat menghadapi agresi Zionis terhadap negara kami. Sebagian formasi tempur terpaksa meninggalkan wilayah sebelum melanjutkan serangan, sehingga sebagian besar serangan dapat digagalkan,” ungkapnya melalui Telegram, dilansir Al Jazeera.
Militer Israel membenarkan serangan tersebut. Dalam pernyataannya, militer menyebut target serangan mencakup kamp militer, markas hubungan masyarakat militer Houthi, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar yang digunakan kelompok itu.
“Baru saja, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim Houthi di wilayah Sanaa dan al-Jawf, Yaman,” bunyi pernyataan resmi militer Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan ini merupakan balasan atas serangan drone Houthi terhadap Bandara Ramon di Israel beberapa hari sebelumnya.
“Serangan ini tidak melemahkan kami. Kami kembali menghantam mereka dari udara, di fasilitas teror, basis teror dengan banyak teroris, serta di fasilitas lainnya,” ujar Netanyahu melalui akun X.
Ia menegaskan Israel akan terus melancarkan serangan terhadap pihak yang menyerang negaranya. “Siapa pun yang menyerang kami, kami akan membalasnya,” kata Netanyahu.
Israel diketahui telah berulang kali melancarkan serangan di wilayah Yaman, termasuk menghantam bandara utama negara itu. Bulan lalu, Israel dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Yaman, termasuk Perdana Menteri Ahmed al-Rahawi, dalam sebuah serangan udara.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, menuding Israel berusaha menekan kelompoknya agar menghentikan dukungan terhadap Gaza. Namun, ia menegaskan operasi terhadap Israel akan terus berlanjut sampai perang di Gaza berakhir.
Sejak Oktober 2023, Israel menggencarkan serangan di Gaza yang menewaskan lebih dari 64.000 warga Palestina. Houthi menyatakan akan menghentikan serangan terhadap Israel hanya jika tercapai gencatan senjata di Gaza.(*)
Editor : Heri Sugiarto