Keberhasilan ini menambah prestasi spektakuler dalam karier Bargiel setelah menaklukkan K2, puncak gunung tertinggi kedua di dunia, yang terletak di perbatasan Pakistan dan China pada 2018.
Prestasi ini juga menegaskan posisi Bargiel sebagai salah satu pendaki dan atlet ski gunung paling berani di dunia.
Ia telah menuntaskan penurunan ekstrem di gunung-gunung delapan ribu meter di Himalaya dan Karakoram, termasuk K2, Manaslu, dan Shishapangma.
Sebagai catatan sejarah, pada 2000, pendaki Slovenia Davorin Karnicar menjadi orang pertama yang melakukan penurunan penuh dengan ski dari puncak Everest ke base camp menggunakan oksigen tabung.
Namun, Bargiel menorehkan prestasi lebih ekstrem, karena melakukannya tanpa oksigen tambahan.
"Saya berada di puncak gunung tertinggi di dunia, dan saya akan menuruninya dengan ski," kata Bargiel dalam video yang diambil sebelum turun dan diunggah di Instagram pada Kamis pagi.
Jalur Pendakian dan Puncak Everest
Ekspedisi Everest Ski Challenge 2025 dimulai pada 19 September 2025 dari Base Camp Everest.
Bargiel mengikuti jalur klasik melalui Collado Sur (South Col) dan memulai serangan puncak dari Camp IV (7.900 m) pada 21 September pukul 23:24 waktu setempat.
Ia menghadapi salju tebal dan kondisi ekstrem, yang memaksanya menghabiskan hampir 16 jam di zona kematian (ketinggian di atas 8.000 meter).
Setelah perjuangan panjang, Bargiel berhasil mencapai puncak Everest setinggi 8.849 meter pada 22 September pukul 15:00.
Penurunan Ski yang Menantang
Beberapa menit setelah mencapai puncak, Bargiel memulai penurunan bersejarah dengan ski, melewati titik-titik kunci seperti Escalón Hillary, Cumbre Sur (South Summit), Balcony, dan South Col.
Ia sampai di Camp II (~6.400 m) pada malam hari. Pada keesokan paginya, ia menuntaskan penurunan terakhir melalui Khumbu Icefall, dibantu oleh drone yang dioperasikan saudaranya, Bartek Bargiel, dan tiba di Base Camp pada 08:45 tanggal 23 September 2025.
Ekspedisi ini dilakukan tanpa penggunaan tali tetap maupun oksigen tabung sehingga menjadikannya salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah alpinisme dan ski gunung.
Sambutan dan Pengakuan Resmi
Sesampainya di Base Camp, Bargiel disambut dengan khada, syal tradisional Buddhis, sebagai simbol penghormatan.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menyambut pencapaian ini melalui akun media sosialnya. "Langit adalah batasnya? Bukan untuk orang Polandia! Andrzej Bargiel baru saja meluncur menuruni Gunung Everest," tulis Donald Tusk di X.
Tim ekspedisi menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah dalam dunia ski mountaineering, dan menegaskan bahwa Bargiel kini satu-satunya pendaki yang telah ski dari puncak K2 dan Everest tanpa oksigen tambahan.
Bargiel menamai ekspedisinya Hic Sunt Leones, yang berarti "di sini ada singa", merujuk pada wilayah yang belum dijelajahi.
Tantangan Ekspedisi Musim Gugur
Ekspedisi musim gugur di Everest jarang dilakukan karena medan bersalju lebih tebal, hari lebih pendek dan suhu lebih dingin, serta jendela summit yang sempit dibandingkan musim semi yang ramai.
Meski demikian, Bargiel berhasil menaklukkan tantangan ekstrem tersebut, menambah sejarah baru bagi dunia pendakian dan ski gunung.(*)
Editor : Heri Sugiarto