Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perang Dagang AS-Tiongkok makin Dingin

Novitri Selvia • Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Presiden Donald Trump mengumumkan tersangka penembak Charlie Kirk ditangkap, dan menyerukan hukuman mati bagi pelaku jika terbukti bersalah. (Foto: Fox News)
Presiden Donald Trump mengumumkan tersangka penembak Charlie Kirk ditangkap, dan menyerukan hukuman mati bagi pelaku jika terbukti bersalah. (Foto: Fox News)

PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menunjukkan perubahan sikap pada Tiongkok. Sebelumnya, Trump mengancam mengenakan tarif 100 persen pada produk-produk Tiongkok mulai 1 November ini.

Ancaman itu sempat membuat pasar saham dan kripto anjlok. Namun, belakangan Trump justru menunjukkan sikap melunak. Dia mengatakan bahwa tarif 100 persen itu belum final dan bisa berubah.

Tergantung hasil pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Kamis (30/10), di Korea Selatan. Pertemuan Trump dengan Xi Jinping akan membahas berbagai kesepakatan perdagangan dua negara.

Dilansir dari The Guardian, beberapa pejabat AS sudah membocorkan rencana pertemuan itu. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperkirakan “gencatan senjata” dalam perang tarif akan diperpanjang.

Hal itu dikatakan Bessent di sela-sela KTT ASEAN di Malaysia, Minggu (27/10) waktu setempat. Bessent mengakui, ada rencana menghapus ancaman tarif 100 persen pada Tiongkok.

Termasuk juga kesepakatan terkait penjualan TikTok di Amerika. Hal itu dilakukan karena sikap Tiongkok telah melunak.

“Tiongkok mengatakan akan menunda kontrol ekspor mineral yang digunakan dalam jet tempur, telepon pintar, dan kendaraan listrik selama setahun,” ucapnya.

Di sisi lain, Trump juga telah menunjukkan respons positif pada Tiongkok. “Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dengan Tiongkok,” katanya.

Negosiator Perdagangan Utama Tiongkok Li Chenggang menyebut, dua negara akan menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan tersebut dengan persetujuan internal.

“Kami telah berkonsultasi secara insentif dan menjajaki semua solusi,” ucapnya. Kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok diharapkan dapat menurunkan tensi ekonomi global.

Tanah Jarang jadi Nilai Tawar

Sementara itu, dalam laporan BBC, disebutkan bahwa Tiongkok telah memproses 90 persen tanah jarang di dunia. Tanah jarang atau rare earth merupakan frasa untuk menyebutkan unsur logam yang jumlahnya sedikit di kerak bumi.

Tanah jarang atau dikenal dengan sebutan Logam Tanah Jarang (LTJ) mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Bahan ini digunakan untuk berbagai keperluan seperti panel surya hingga telepon pintar.

Inilah yang menjadi daya tawar utama Tiongkok dengan AS. Sebab, Beijing sempat memperketat kontrol ekspor yang membuat perusahaan Amerika kelabakan.

“Tiongkok akan menunda pengetatan ini selama satu tahun dan mereka berjanji mengevaluasinya,” ucap Bessent.

Tiongkok juga membeli banyak kedelai dari Amerika. Saat perang dagang terjadi, Tiongkok menghentikan semua pesanan. Akhirnya petani Amerika rugi. Bessent pun optimis jika Tiongkok akan mengakhiri kebijakan itu.

Trump Keliling Asia

Trump dijadwalkan melakukan tur kenegaraan ke sejumlh negara di Asia. Dia berangkat dari Washington pada Jumat malam menuju Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN.

Selanjutnya Trump akan bertemu dengan Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang. Pertemuan itu akan menentukan arah hubungan Tokyo dengan Washington.

Sebenarnya Trump telah menurunkan tarif mobil Jepang menjadi 15 persen, dari sebelumnya 27 persen. Sebagai imbal balik, Jepang akan berinvestasi senilai USD 550 miliar di Amerika.

Tur Trump di Asia juga dimanfaatkan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto sempat bertemu Trump saat KTT ASEAN di Malaysia. Pada kesempatan itu, Trump memuji Prabowo terkait peran dan dukungannya dalam menyelamatkan jutaan nyawa, termasuk di wilayah konflik Gaza.

“Kita telah menandatangani perjanjian yang kuat. Ada 59 negara terlibat, dan banyak di antara mereka ada di meja ini, sebagai contoh, Indonesia teman baru saya. Terima kasih telah membantu,” kata Trump.

Trump mengapresiasi peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Usaha Jahit M Jamin di Pauh Padang, Inspirasi Ketekunan dan Kualitas

“Saya ingin berterima kasih kepada Malaysia dan Brunei, juga kepada teman saya, Presiden Prabowo dari Indonesia, atas upaya luar biasa mereka mengamankan hari baru bagi Timur Tengah,” lanjutnya.

Prabowo juga menyambut positif peran aktif AS dalam memperkuat hubungan dan kerja sama dengan ASEAN. Menurut dia, keterlibatan AS membawa dampak konstruktifi.

“Kami mendukung kelanjutan keterlibatan AS dengan ASEAN. Keterlibatan ini sangat positif bagi ASEAN dan Amerika Serikat,” ujarnya. Dia juga mengapresiasi upaya Trump memediasi konflik Thailand dan Kamboja. 

Investor AS Kini Bisa Kendalikan TikTok

AS dan Tiongkok juga mencapai kesepakatan resmi terkait aplikasi TikTok yang beroperasi di Amerika. “Kesepakatan itu dicapai di Madrid dan akan difinalisasi pada pertemuan Kamis mendatang di Korea Selatan,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Minggu (26/10).

Dilansir dari The Guardian, Senin (27/10), kesepakatan ini menempatkan kepemilikan mayoritas TikTok versi AS di tangan investor Amerika dan internasional.

Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai USD 14 miliar atau sekitar Rp 232,5 triliun (dengan kurs Rp 16.610 per dolar AS). Sedangkan pihak Tiongkok, termasuk perusahaan induk ByteDance, akan mempertahankan kepemilikan kurang dari 20 persen.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari tekanan pemerintah AS terhadap ByteDance dan TikTok atas alasan keamanan nasional. Pada 2024, Kongres AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan penjualan atau pelarangan aplikasi tersebut.

Trump kemudian menandatangani perintah eksekutif pada 25 September 2025 yang membuka jalan bagi kepemilikan baru berbasis AS.

Dalam skema baru itu, investor Amerika akan menguasai enam dari tujuh kursi dewan direksi, termasuk kendali atas algoritma TikTok.

Langkah ini dianggap penting untuk memastikan data pengguna dan sistem rekomendasi platform berada di bawah pengawasan dalam negeri AS.

Secara geopolitik, kesepakatan TikTok ini dinilai menjadi bagian dari strategi perdagangan yang lebih luas antara kedua negara.

Bessent menyatakan bahwa ancaman tarif tambahan hingga 100 persen terhadap impor asal Tiongkok kini secara efektif telah dihapus dari meja perundingan.

Para pengamat menilai, kesepakatan ini tidak sekadar transaksi bisnis, melainkan simbol keseimbangan baru dalam hubungan ekonomi digital global.

Amerika Serikat berupaya memperkuat kendali atas teknologi dan data, sementara Tiongkok berusaha mempertahankan citra dan kepentingan ekonominya dalam batas kompromi yang dapat diterima.

Pertemuan Trump dengan Xi Jinping di Korea Selatan mendatang akan menjadi penentu apakah kesepakatan ini mampu menjadi model baru dalam mengelola ketegangan antara keamanan, ekonomi, dan inovasi global. (lyn/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#perang dagang #xi jinping #donald trump #ktt asean