Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Iran Klaim Serang Konsulat dan Pangkalan AS, 230 Drone Diluncurkan

Novitri Selvia • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:36 WIB

EKSKALASI KONFLIK: Asap mengepul di Haifa, Israel, menyusul rentetan serangan misil Iran kemarin (16/6). Kedua negara bergantian meluncurkan serangan.(AHMAD GHARABLI/AFP VIA THE GUARDIAN)
EKSKALASI KONFLIK: Asap mengepul di Haifa, Israel, menyusul rentetan serangan misil Iran kemarin (16/6). Kedua negara bergantian meluncurkan serangan.(AHMAD GHARABLI/AFP VIA THE GUARDIAN)

PADEK.JAWAPOS.COM-KORPS Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan 230 drone ke sejumlah fasilitas yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk, termasuk di dalamnya pangkalan militer di Erbil, Iraq, serta Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Kamp Arifjan di Kuwait.

Dikutip dari Al Jazeera, IRGC menyebut serangan pada Selasa (3/3) tersebut sebagai bagian dari gelombang awal balasan atas aksi militer AS dan Israel.

Di Kuwait, Kementerian Kesehatan melaporkan seorang anak perempuan berusia 11 tahun tewas setelah terkena pecahan proyektil.

Di Irak, media keamanan setempat melaporkan sebuah drone menargetkan fasilitas dukungan logistik Kedutaan Besar AS di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Sehari sebelumnya, serangan serupa diklaim berhasil digagalkan di lokasi yang sama. Dua drone lainnya dilaporkan menyasar pangkalan militer AS dan sebuah hotel di Erbil, wilayah otonom Kurdi.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan, berhasil mencegat dan menghancurkan satu drone di bagian timur wilayah mereka.

Serangan Iran juga mengarah ke Uni Emirat Arab, termasuk di sekitar Konsulat AS di Dubai dan sebuah pelabuhan di Fujairah. Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di sejumlah negara tutup sementara akibat serangan balasan Iran.

Memasuki hari kelima perang, serangan udara Israel dilaporkan terus mengguncang sejumlah wilayah Iran. Teheran juga melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik di Negeri Yahudi.

Jumlah korban tewas dilaporkan terus bertambah, meski belum ada angka resmi yang diumumkan. Di Israel, sirene serangan udara meraung di berbagai wilayah.

Pemerintah mengeluarkan peringatan resmi agar warga di Yerusalem, Tel Aviv, dan sekitarnya segera mencari perlindungan setelah rudal-rudal Iran diluncurkan dan sistem pertahanan udara diaktifkan.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan, ledakan terdengar di berbagai bagian ibu kota Iran. Selain ibu kota, Kota Suci Qom dan beberapa kota lain juga dilaporkan menjadi sasaran pengeboman.

Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan potensi ancaman terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Ledakan dilaporkan terdengar beberapa kilometer dari perimeter fasilitas tersebut.

Di Washington DC, mengutip media terkemuka Pakistan Dawn, Kongres AS pekan ini akan membahas resolusi terkait kewenangan perang presiden.

Resolusi Senat yang dipimpin Senator Tim Kaine dari Partai Demokrat mengacu pada Resolusi Kekuatan Perang 1973 yang membatasi kewenangan presiden dalam memutuskan perang tanpa persetujuan Kongres.

Jika disahkan, resolusi itu mewajibkan penghentian keterlibatan militer AS dalam permusuhan terhadap Iran tanpa otorisasi legislatif.

“Konstitusi menyatakan, bahwa kita tidak seharusnya berperang tanpa persetujuan Kongres. Nyawa pasukan kita dipertaruhkan. Kita harus segera kembali ke Washington dan melakukan pemungutan suara mengenai hal ini,” ujar Kaine.

Selain itu, anggota DPR dari Partai Demokrat Ro Khanna dan anggota Partai Republik Thomas Massie mengajukan resolusi bipartisan yang mengarahkan presiden untuk menarik pasukan AS dari konflik dengan Iran tanpa persetujuan Kongres. (lyn/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Teheran #irgc #Perang Iran Amerika