Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penjualan Emas Besar-Besaran Berlanjut di Rusia: 27,9 Ton Terjual dalam Empat Bulan

Heri Sugiarto • Selasa, 26 Mei 2026 | 21:33 WIB
Harga emas global mencapai rekor sepanjang awal 2026, mendorong nilai cadangan emas Rusia naik meski volume penjualan meningkat.(Foto ilustrasi: AI)
Harga emas dunia mencapai rekor sepanjang awal 2026, mendorong nilai cadangan emas Rusia naik meski volume penjualan meningkat.(Foto ilustrasi: AI)

PADEK.JAWAPOS.COM-Cadangan emas Bank Sentral Rusia anjlok tajam dalam empat bulan pertama 2026 setelah negara itu menjual emas batangan dalam jumlah besar.

Total 27,9 ton emas dilepas sejak Januari hingga April, setara 900.000 ons, menandai penurunan cadangan paling signifikan dalam lebih dari dua dekade di tengah tekanan ekonomi, perang Ukraina, dan sanksi internasional.

Cadangan Emas Jatuh ke Level Terendah Sejak 2022

Per 1 Mei 2026, cadangan emas Rusia turun menjadi 73,9 juta ons setelah penurunan 200.000 ons sepanjang April. Angka ini merupakan level terendah sejak Maret 2022.

Menurut data Dewan Emas Dunia yang disampaikan Kitco News, total penurunan cadangan Januari–April 2026 menjadi yang terdalam sejak Mei 2002, ketika Rusia kehilangan 41,5 ton emas hanya dalam satu bulan.

Selama lebih dari 20 tahun, Rusia dikenal sebagai pembeli emas terbesar di dunia, bahkan rutin membeli ratusan ton per tahun.

Namun, pola itu berubah sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, ditambah tekanan fiskal yang meningkat dalam lima tahun perang.

Dua Faktor Utama: Defisit Anggaran dan Minimnya Valuta Asing

Analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, menjelaskan bahwa pelepasan emas dilakukan untuk menutup defisit anggaran negara yang telah mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir Maret.

Ia menilai bahwa tanpa kontribusi dari penjualan emas dan aset cadangan lainnya, defisit tersebut bisa menembus 5 triliun rubel pada awal tahun.

Selain itu, Rusia diduga menukar sebagian emas menjadi yuan untuk memperkuat cadangan mata uang asing setelah pendapatan ekspor melemah pada kuartal pertama 2026.

Kebijakan ini sejalan dengan lonjakan permintaan emas domestik yang mencapai 42,6 ton transaksi di bursa Rusia pada April, meningkat lebih dari 350 persen dibandingkan Maret 2025.

Harga Emas Melonjak, Pendapatan Rusia Terdongkrak

Melemahnya cadangan emas fisik tidak sepenuhnya merugikan Rusia. Dengan harga emas rata-rata mencapai 4.700 dolar AS per ons pada Januari dan melesat hingga 5.600 dolar AS di puncaknya, penjualan 900.000 ons emas kemungkinan menghasilkan pendapatan antara 1,41 hingga 1,68 miliar dolar AS.

Kenaikan harga emas global juga membuat nilai dolar cadangan emas Rusia meningkat 23 persen pada Januari, mencapai 402,7 miliar dolar AS. Lonjakan ini terjadi meski volume cadangan emas fisik justru berkurang.

Ekspor Emas ke China Melonjak Tajam

Hubungan dagang emas Rusia dengan China semakin intensif. Pada Juli 2025, Bloomberg melaporkan bahwa nilai ekspor logam mulia Rusia ke China hampir berlipat ganda dalam enam bulan pertama tahun itu.

Impor bijih dan konsentrat logam mulia Rusia oleh China, termasuk emas dan perak, melonjak 80 persen menjadi 1 miliar dolar AS berdasarkan data Trade Data Monitor dan bea cukai China.

Kenaikan harga logam mulia global sekitar 28 persen pada tahun itu mendorong pertumbuhan nilai perdagangan, ditambah meningkatnya ketegangan geopolitik, risiko perang, serta pembelian agresif dari bank-bank sentral dan ETF.

Rusia Tetap Produsen Emas Raksasa

Rusia merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan produksi tahunan lebih dari 300 ton.

Bank Sentral Rusia sebelumnya dikenal sebagai pembeli emas negara paling agresif secara global, tetapi pembeliannya menurun drastis sejak invasi Ukraina pada 2022.

Sementara itu, Bank Rakyat China terus mempertahankan posisinya sebagai pembeli emas bank sentral terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Meningkatnya ekspor emas Rusia ke China tidak hanya terjadi secara volume, tetapi juga nilai.

Selama 12 bulan terakhir, harga spot emas melonjak hampir 43 persen. Lonjakan harga inilah yang memperbesar selisih nilai ekspor Rusia, terutama karena emas menjadi salah satu komoditas paling stabil di tengah gejolak geopolitik dan pelemahan rubel.

Implikasi Ekonomi bagi Rusia

Rangkaian penjualan emas dalam empat bulan pertama 2026 menegaskan tekanan fiskal yang dihadapi Rusia.

Dengan belanja negara yang meningkat tajam akibat perang dan pendapatan minyak serta gas yang tersendat, emas menjadi alat likuiditas paling efektif untuk menopang anggaran negara.

Analis memperkirakan bahwa penjualan emas dapat berlanjut selama belanja negara melampaui target anggaran.

Kebijakan tersebut kini menjadi indikator penting stabilitas fiskal Rusia dalam tahun-tahun mendatang.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#penjualan emas rusia #pasar emas internasional #emas #cadangan emas Rusia #harga emas dunia