PADEK.JAWAPOS.COM – Pusat seni pertunjukan nasional Amerika Serikat, The Kennedy Center, menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari situs resminya pada Senin (8/6/2026) waktu setempat. Langkah itu dilakukan setelah hakim federal memutuskan bahwa perubahan nama lembaga tersebut menjadi "Trump Kennedy Center" tidak sah menurut hukum.
Menurut AFP, meski nama Trump telah dihapus dari situs resmi, tulisan namanya masih terlihat di fasad gedung Kennedy Center di Washington untuk sementara waktu. Pengelola venue tersebut memiliki batas waktu yang ditetapkan pengadilan untuk menindaklanjuti putusan tersebut.
Hakim Federal Christopher Cooper dalam putusan tertanggal 29 Mei 2026 menyatakan hanya Kongres Amerika Serikat yang memiliki kewenangan untuk mengubah nama resmi John F. Kennedy Center for the Performing Arts.
Karena itu, pengadilan memerintahkan penghapusan nama Trump dari fasad bangunan dan seluruh materi yang terkait dengan lembaga tersebut dalam waktu 14 hari.
Putusan itu juga menghentikan sementara rencana penutupan Kennedy Center selama dua tahun untuk renovasi yang sebelumnya didorong oleh Trump dan dijadwalkan dimulai pada Juli 2026.
Perubahan nama Kennedy Center bermula pada Desember 2025 ketika dewan pengelola yang didominasi sekutu Trump menyetujui penggunaan nama "Trump Kennedy Center". Nama presiden dari Partai Republik itu kemudian dipasang dalam huruf besar di atas nama Presiden John F. Kennedy pada bagian depan gedung.
Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya, Trump diketahui mengambil sejumlah langkah yang menempatkan nama maupun citranya di berbagai institusi pemerintah dan ruang publik resmi Amerika Serikat.
Menanggapi putusan pengadilan, Trump menyatakan tidak lagi tertarik untuk melanjutkan keterlibatannya dalam pengelolaan Kennedy Center.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut tidak memiliki minat untuk meneruskan upaya mengelola lembaga tersebut apabila tidak diberikan keleluasaan menjalankan visinya.
"Kecuali jika saya bebas melakukan apa yang saya lakukan dengan lebih baik daripada orang lain, mengembalikan Institusi ini, secara fisik, finansial, dan artistik, saya tidak tertarik untuk melanjutkan apa yang hanya bisa menjadi perjalanan tanpa harapan ke 'NEVER NEVER LAND'," katanya di Truth Social.(*)
Editor : Heri Sugiarto