PADEK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang Provinsi Chupaca, wilayah Junín, Peru, pada Sabtu malam waktu setempat (18/7/2026), atau Minggu (19/7/2026) WIB. Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan rumah roboh di kawasan yang terdampak paling parah.
Menurut Institut Geofísika Peru (IGP), gempa berkekuatan M5,1 mengguncang wilayah Peru bagian tengah pada Sabtu pukul 21.24 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar tujuh kilometer di selatan Chupaca, di wilayah Andes Junín, dengan kedalaman 24 kilometer.
Sementara itu European Mediterranean Seismological Centre (EMSC) mencatat gempa itu berkekuatan M5,6 terjadi pukul 21.24 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 13,67 mil. Episentrum berada sekitar tujuh kilometer di selatan Chupaca.
Wilayah yang mengalami dampak terberat berada di Pumpunya, sebuah kawasan di Distrik Chongos Bajo, Provinsi Chupaca. Puluhan rumah dilaporkan runtuh menjadi puing-puing, sementara sejumlah warga sempat dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Bukittinggi Kembali Diguncang Gempa M2,0, Enam Jam Setelah Gempa M3,1 yang Dipicu Sesar Sianok
Guncangan juga dirasakan di Huancayo, Concepción, Jauja, serta sejumlah kota di Lembah Mantaro. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ketika listrik padam sesaat setelah gempa terjadi.
Pada awalnya, dua korban jiwa dilaporkan berasal dari kawasan Pumpunya. Aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan tim medis kemudian dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban serta pencarian di lokasi terdampak.
Laporan terbaru dari otoritas menyebutkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi lima orang. Sebelumnya, jumlah korban sempat dilaporkan bertambah menjadi empat sebelum kembali diperbarui menjadi lima.
Baca Juga: Gempa M4,7 Guncang Air Bangis Pasaman Barat, Dipicu Aktivitas Sesar Mentawai
Selain korban jiwa, kerusakan juga menimpa sektor peternakan. Banyak hewan, termasuk sapi, dilaporkan mati setelah tertimpa dinding bangunan yang roboh. Gambar-gambar kerusakan tersebut disebut mengguncang perhatian masyarakat Peru.
Media lokal juga melaporkan sedikitnya tiga gempa susulan terjadi setelah gempa utama.
Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang penyanyi yang sedang tampil di sebuah bar ketika panggung mulai berguncang dan aliran listrik mendadak terputus.
Di pusat Chongos Bajo, bangunan batu bersejarah Cani Cruz yang telah berdiri sekitar 500 tahun juga dilaporkan runtuh ke alun-alun utama. Struktur tersebut selama ini menjadi tujuan ziarah tahunan sejauh sekitar 20 kilometer dari Huancayo menuju Chongos Bajo.
Tim Disaster Risk Management mulai melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga, fasilitas publik, infrastruktur kesehatan, fasilitas pendidikan, jalan lokal, serta dampak terhadap sektor peternakan.
Warga Minta Bantuan Darurat
Sejumlah warga terdampak meminta bantuan segera dari pemerintah daerah maupun pemerintah regional.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Perbatasan Meksiko-Guatemala, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
Melalui sebuah video, salah seorang warga Pumpunya meminta bantuan tenda agar warga dapat bermalam setelah rumah mereka rusak akibat gempa. Permintaan tersebut disampaikan karena suhu di kawasan itu dilaporkan mencapai sekitar 4 derajat Celsius.
Selain tenda, warga juga meminta bantuan selimut, pakaian hangat, serta tenaga medis untuk menangani korban yang mengalami luka-luka.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah gempa berkekuatan M7,3 mengguncang Meksiko yang juga dirasakan hingga Guatemala dan El Salvador. Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa tersebut sempat memicu peringatan potensi tsunami, meski tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan serius di ketiga negara tersebut.
Peru terletak di zona seismik tinggi karena berada di Cincin Api Pasifik. Akibatnya, negara ini sering mengalami gempa dari yang tidak terasa hingga berskala besar.
Sebagai catatan sejarah, Peru pernah mengalami salah satu gempa terbesar yang tercatat oleh instrumen seismik. Pada 3 Oktober 1974, gempa berkekuatan M8,0 mengguncang ibu kota Lima pada pukul 09.21 waktu setempat. Guncangan yang berlangsung sekitar 90 detik itu menghancurkan sebagian wilayah Lima dan pesisir selatan Peru, serta menyebabkan 252 orang meninggal dunia dan sekitar 3.600 orang mengalami luka-luka.(*)
Editor : Heri Sugiarto