PADEK.JAWAPOS.COM – Komite Warisan Dunia UNESCO resmi memasukkan enam situs ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Sebastia di Palestina yang masuk melalui prosedur darurat karena menghadapi ancaman serius terhadap kelestariannya.
Keputusan yang diambil Komite Warisan Dunia UNESCO dalam sidang di Busan, Korea Selatan pada 26 Juli 2026 itu, dilakukan karena keenam situs dinilai menghadapi ancaman serius, mulai dari konflik bersenjata, pembangunan, hingga perubahan lingkungan yang mengancam nilai universalnya.
Selain menetapkan tiga situs baru sebagai Warisan Dunia melalui mekanisme darurat, Komite juga memasukkan tiga situs yang sebelumnya telah berstatus Warisan Dunia ke dalam daftar situs yang terancam.
Tiga Situs Baru yang Ditetapkan melalui Prosedur Darurat
Situs pertama adalah Boma-Badingilo Migratory Landscape di Sudan Selatan. Lanskap sabana Afrika Timur ini menjadi habitat migrasi mamalia darat terbesar yang diketahui di dunia serta memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang sangat tinggi.
Baca Juga: UNESCO Akan Serahkan Sertifikat Tsunami Ready untuk Mentawai dan Pesisir Selatan
UNESCO menyebut kawasan tersebut menghadapi ancaman serius berupa pembangunan infrastruktur, perburuan liar komersial, perdagangan satwa liar, kondisi keamanan yang belum stabil, serta keterbatasan kapasitas kelembagaan dan pendanaan untuk konservasi.
Situs kedua adalah Mount Amel Castles di Lebanon. Kompleks lima benteng bersejarah ini merekam perkembangan sistem pertahanan sejak era Perang Salib, dinasti Islam, hingga akhir abad ke-19.
UNESCO menyatakan konflik yang masih berlangsung di Lebanon telah menyebabkan kerusakan berat pada situs tersebut.
Karena itu, perlindungan mendesak diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Baca Juga: Padang Tuntaskan Dossier Kota Gastronomi Dunia UNESCO, Siap Ikuti Seleksi Nasional
Sementara itu, situs ketiga adalah Sebastia di Negara Palestina. Kawasan arkeologi di Tepi Barat ini menyimpan jejak berbagai peradaban sejak abad ke-9 sebelum Masehi, mulai dari Kerajaan Israel Utara, periode Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, hingga era Tentara Salib, Ayyubiyah, Mamluk, dan Ottoman.
Menurut UNESCO, ancaman utama terhadap Sebastia adalah rencana pengambilalihan lahan dan pembangunan Taman Nasional "Samaria (Shomron)", selain tekanan akibat konflik di Timur Tengah, pembangunan, tata ruang, tata kelola, dan degradasi situs.
Tiga Situs Warisan Dunia yang Kini Masuk Daftar Bahaya
Selain tiga situs baru tersebut, UNESCO juga memasukkan tiga situs Warisan Dunia yang telah diakui sebelumnya ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.
Situs pertama adalah Ancient City of Tauric Chersonese and its Chora di Ukraina.
UNESCO menyatakan situs ini mengalami penurunan kondisi akibat pembangunan baru dan penggalian arkeologi skala besar di wilayah Krimea yang saat ini berada di bawah pendudukan sementara Federasi Rusia, sehingga Ukraina tidak dapat menjalankan kewajiban konservasi secara penuh.
Situs kedua adalah Historic Inner City of Paramaribo di Suriname. Meski mengapresiasi kemajuan dalam pengelolaan kawasan, Komite menilai sejumlah proyek pembangunan, termasuk gedung parlemen baru dan gedung parkir Yogh, telah mengurangi keaslian dan integritas lanskap kota bersejarah tersebut.
Baca Juga: Logo Hari Jadi Kota Padang ke-357 Resmi Diluncurkan, Simbol Road to UNESCO Gastronomy City 2027
Situs ketiga adalah Tyre di Lebanon. UNESCO menilai konflik yang masih berlangsung telah mengancam nilai universal luar biasa situs arkeologi tersebut.
Komite mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menghormati hukum internasional dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk kerusakan situs.
UNESCO menjelaskan bahwa penggunaan prosedur darurat mencerminkan situasi global yang semakin kompleks, di mana konflik bersenjata, perubahan iklim, dan berbagai krisis lain semakin meningkatkan risiko terhadap pelestarian warisan budaya maupun alam dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto