PADEK.JAWAPOS.COM – Abelardo de la Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia setelah memenangkan pemilihan putaran kedua dengan janji memperketat pemberantasan kelompok bersenjata, memangkas belanja pemerintah hingga 40 persen, serta menghidupkan kembali industri minyak dan gas.
De la Espriella, 48, mengucapkan sumpah jabatan pada Jumat (7/8/2026) waktu setempat.
Berbeda dari tradisi, prosesi pelantikan digelar di Cali, bukan di ibu kota Bogota. Cali dipilih karena berada di wilayah barat daya Kolombia yang selama ini terdampak konflik pemerintah dengan kelompok-kelompok bersenjata.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai perubahan arah kebijakan dari strategi perdamaian melalui negosiasi dengan kelompok bersenjata yang ditempuh pemerintahan sebelumnya di bawah pemimpin sayap kiri Gustavo Petro.
De la Espriella menggantikan pemimpin sayap kiri Gustavo Petro setelah memenangkan pemilu putaran kedua yang digelar pada Juni lalu dengan mengalahkan kandidat kiri Iván Cepeda.
Dalam pidatonya pada Jumat, De la Espriella menegaskan pemerintahannya tidak akan memberikan ruang bagi tindakan yang mengancam stabilitas negara.
“Tidak akan ada ruang untuk manuver yang merusak stabilitas bangsa,” kata De la Espriella.
Ia juga berjanji untuk memerangi narco-terorisme secara tegas.
“Kami akan tanpa henti mengalahkan narco-terorisme,” ujarnya.
De la Espriella bahkan menyatakan opsi dialog dengan kelompok bersenjata telah berakhir.
“Opsi dialog benar-benar telah habis,” katanya.
Fokus pada investasi dan energi
Dalam pidatonya kepada para pelaku usaha Kolombia, De la Espriella mengatakan pemerintahannya akan menjadi mitra dalam mendorong investasi di negara tersebut.
“Kami akan menjadi mitra Anda dalam berinvestasi di Kolombia,” ujarnya.
Di sektor energi, De la Espriella menyerukan pengembangan fracking yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Menurutnya, Kolombia tidak dapat menerima kondisi ketika cadangan minyak yang telah terbukti hanya mampu bertahan beberapa tahun lagi. Ia juga menolak penurunan cadangan gas negara tersebut.
“Kita tidak dapat pasrah dengan cadangan minyak terbukti yang hanya akan bertahan beberapa tahun lagi, dan kita juga tidak dapat menerima penurunan cadangan gas kita,” katanya.
Pemerintahannya, lanjut De la Espriella, akan bekerja untuk memperkuat perusahaan minyak milik negara, Ecopetrol.
Pangkas Belanja, Berantas Korupsi
Selain kebijakan energi, De la Espriella juga sebelumnya berjanji memangkas belanja pemerintah hingga 40 persen sebagai bagian dari agenda pemerintahannya.
Selain keamanan dan sektor energi, De la Espriella menempatkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu agenda pemerintahannya.
“Mulai hari ini dimulai pemulihan ketertiban, otoritas, dan keamanan. Korupsi tidak akan memiliki tempat dalam Pemerintahan saya dan setiap peso milik orang Kolombia akan menjadi suci,” katanya.
De la Espriella juga menyatakan dirinya akan menjadi presiden bagi seluruh warga Kolombia, termasuk mereka yang tidak memilihnya dalam pemilu.
“Saya akan menjadi Presiden bagi semua. Bagi mereka yang mendampingi saya di bilik suara dan bagi mereka yang memilih opsi berbeda,” ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto