Gempa M5,9 Guncang Jepang, 23 Orang Terluka, Gedung Tinggi Tokyo Bergoyang

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:54 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang timur, termasuk kawasan Tokyo, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Sedikitnya 23 orang terluka. (Foto ilustrasi : Daily Star)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang timur, termasuk kawasan Tokyo, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Sedikitnya 23 orang terluka. (Foto ilustrasi : Daily Star)

PADEK.JAWAPOS.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang timur, termasuk kawasan Tokyo, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Sedikitnya 23 orang terluka akibat gempa tersebut.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Prefektur Ibaraki dengan kedalaman 70 kilometer. Tidak ada ancaman tsunami setelah gempa.

Menurut JMA, gempa menghasilkan gelombang seismik yang berpotensi menyebabkan gedung-gedung tinggi di sekitar Tokyo bergoyang dalam durasi lebih panjang. Fenomena tersebut dikenal sebagai long-period ground motion.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempa tersebut sebesar magnitudo 5,8.

Japan Today melaporkan, sebanyak 23 orang dilaporkan terluka di empat wilayah di Jepang. Rinciannya, sembilan orang di Saitama, sembilan di Kanagawa, empat di Chiba, dan satu di Ibaraki.

Sebagian besar korban mengalami luka setelah terjatuh atau terbentur furnitur maupun pintu. Mereka panik ketika gempa terjadi saat sedang tidur dan berusaha bangun dari tempat tidur.

Seorang perempuan berusia 80-an tahun di Yokohama, Prefektur Kanagawa, dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian pinggul setelah terjatuh dari tempat tidur.

Gempa juga berdampak pada layanan transportasi. Sejumlah kereta ekspres yang melayani Tokyo dan Bandara Narita serta kereta lokal menuju wilayah timur laut mengalami keterlambatan.

Sementara itu, layanan kereta cepat Shinkansen tetap berjalan normal.

Guncangan tersebut memicu peringatan gempa darurat pada telepon seluler dan terasa cukup kuat di Tokyo. Namun, kondisi lalu lintas di sejumlah kota sekitar, termasuk Mito dan Saitama, dilaporkan tetap berjalan normal.

Di Tokyo, pipa air bawah tanah di Distrik Koto pecah dan menyebabkan air mengalir ke jalan. Pipa tersebut kemudian diperbaiki dan kebocoran berhasil dihentikan.

Gempa sempat menyebabkan sekitar 460 rumah di Tokyo mengalami pemadaman listrik. Menurut TEPCO Power Grid, aliran listrik telah kembali normal pada Minggu pagi.

Di sektor nuklir, operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tokai di Ibaraki dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi menyatakan tidak ada laporan gangguan di fasilitas mereka. Tingkat radiasi di sekitar kedua fasilitas tersebut dilaporkan tidak mengalami perubahan.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang sebelumnya menyatakan tidak menemukan anomali di sekitar sejumlah pembangkit nuklir dan fasilitas yang menangani material nuklir.

Pemerintah Jepang membentuk satuan tugas untuk menilai kemungkinan kerusakan akibat gempa. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah akan memantau dampak gempa dan kondisi di wilayah terdampak.

Jepang merupakan salah satu negara yang paling sering mengalami gempa karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu pada bulan lalu. Gempa tersebut menewaskan 38 orang dan melukai 364 lainnya. Lebih dari 1.500 bangunan hancur, sementara hampir 20.000 bangunan lainnya mengalami kerusakan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
gempa M5 gempa Tokyo gempa Ibaraki gempa hari ini gempa jepang