WMO Tingkatkan Kesiapsiagaan: El Nino Menguat, Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 06:11 WIB
El Nino menguat dengan suhu Pasifik hingga 2,6 derajat Celsius di atas normal menurut WMO. (Foto ilustrasi: Magnific)
El Nino menguat dengan suhu Pasifik hingga 2,6 derajat Celsius di atas normal menurut WMO. (Foto ilustrasi: Magnific)

PADEK.JAWAPOS.COM — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena El Nino akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang dan mencapai intensitas sangat kuat, sehingga meningkatkan risiko cuaca ekstrem hingga 2027.

Dalam pernyataan yang dirilis 3 September 2026, WMO menyebut prakiraan dari pusat produksi globalnya menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen El Nino bertahan hingga Februari 2027.

Kondisi tersebut didukung suhu laut yang luar biasa hangat di wilayah tropis Samudra Pasifik. WMO memperkirakan El Nino mencapai puncaknya menjelang akhir tahun ini, sementara dampak iklimnya berlanjut hingga 2027.

"El Nino sedang diperbesar di depan mata kita. Sains tidak menyisakan ruang untuk keraguan: planet ini berada di perairan yang belum dipetakan, dan perairan itu semakin panas," kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo mengatakan El Nino berpotensi memberikan dampak besar terhadap masyarakat dan perekonomian di berbagai belahan dunia.

"Kami sudah melihat gangguan dan kehancuran akibat kekeringan dan banjir dan kami memperkirakan dampak ini meningkat seiring menguatnya El Nino," kata Saulo.

Suhu Pasifik Terus Menghangat

WMO menyebut suhu permukaan laut di bagian tengah hingga timur Pasifik khatulistiwa, wilayah utama El Nino, sudah jauh di atas rata-rata dan terus meningkat.

Indeks Nino 3.4, yang mengukur anomali suhu permukaan laut di kawasan tersebut, tercatat rata-rata 1,5 derajat Celsius di atas normal pada Mei-Juli 2026 dan mencapai 2 derajat Celsius di atas normal pada Juli.

Nilai mingguan kemudian kembali meningkat pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus, berada di kisaran 2,2 hingga 2,6 derajat Celsius di atas rata-rata.

Di bawah permukaan laut, kondisi yang lebih ekstrem juga terdeteksi. Pada sejumlah wilayah, suhu laut bawah permukaan tercatat lebih dari 8 derajat Celsius di atas rata-rata selama Juli dan awal Agustus.

WMO mengatakan kondisi laut di permukaan dan bawah permukaan tersebut memberikan dukungan kuat bagi keberlanjutan El Niño serta kemungkinan penguatan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Dampak El Nino Tidak Sama di Semua Wilayah

WMO memperingatkan El Nino yang sangat kuat dapat mengubah pola curah hujan, suhu, dan sirkulasi atmosfer di berbagai wilayah dunia.

Namun, kekuatan El Nino saja tidak menentukan seberapa parah dampaknya terhadap suatu negara atau wilayah.

Dampaknya dapat berbeda berdasarkan lokasi dan musim serta dipengaruhi pengendali iklim lainnya, termasuk kondisi di Samudra Hindia dan Samudra Atlantik.

Untuk periode September-November 2026, prakiraan mult-model WMO menunjukkan kemungkinan suhu di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan.

Pada periode yang sama, pola curah hujan menunjukkan respons atmosfer yang kuat dan khas terhadap El Nino di Pasifik.

WMO juga memperkirakan fase positif Indian Ocean Dipole (IOD) berkembang dan mencapai nilai rata-rata musiman 0,9 derajat Celsius pada September-Oktober-November 2026.

Sementara itu, wilayah ekuatorial Atlantik diperkirakan tetap relatif hangat, dengan suhu permukaan laut di Atlantik Tropis Utara dan Selatan berada di atas normal. Kondisi tersebut dapat memperkuat, melemahkan, atau mengubah dampak khas El Niño di berbagai wilayah.

WMO Tingkatkan Kesiapsiagaan

El Nino merupakan salah satu fase dari El Niño-Southern Oscillation (ENSO), pola iklim alami yang sangat berpengaruh terhadap sistem iklim global.

Fenomena ini ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik khatulistiwa. El Nino biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan.

El Nino umumnya mulai berkembang antara Maret dan Juni dan mencapai intensitas puncak antara November dan Februari.

Dampaknya terhadap suhu global dapat berlangsung setelah periode pemanasan laut mencapai puncaknya dan bahkan paling terasa pada tahun setelah perkembangannya.

Karena El Nino dapat mengubah pola cuaca dan iklim hingga ribuan kilometer dari wilayah tropis Pasifik, prakiraan yang akurat memberi pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat waktu untuk melakukan persiapan.

WMO bersama layanan meteorologi dan hidrologi nasional meningkatkan kesiapsiagaan serta upaya peringatan dini untuk menghadapi fenomena yang diperkirakan luar biasa tersebut.

Saulo mengatakan WMO akan bekerja sama dengan mitra di lingkungan PBB dan sistem kemanusiaan untuk menyediakan informasi iklim yang dibutuhkan dalam mendukung pengelolaan bencana serta sektor yang sensitif terhadap iklim, termasuk pertanian, kesehatan, energi, dan sumber daya air.(*)

Editor : Heri Sugiarto
El Nino 2027 El Nino sangat kuat cuaca ekstrem 2027 suhu Samudra Pasifik WMO