Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ortu Senang Sekolah Dibuka Lagi

Novitri Selvia • Senin, 23 November 2020 | 09:18 WIB
ilustrasi. (JawaPos.com)
ilustrasi. (JawaPos.com)
Pembelajaran tatap muka yang dimulai Januari 2021 mendatang disambut antusias orangtua siswa. Sejumlah orangtua mengaku senang jika sekolah kembali dibuka awal Januari 2021.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah untuk semua zona risiko Covid-19, mulai semester genap Januari 2021 mendatang.

Lili Lusiani, 43, salah seorang orangtua siswa mengaku sangat setuju pembelajaran tatap muka dilaksanakan kembali. Sebab menurutnya, pembelajaran tatap muka sangat efektif bagi anak ketimbang pembelajaran jarak jauh.

“Selama pembelajaran jarak jauh, anak-anak lebih banyak bermain daripada belajar. Selain itu, anak-anak terlalu banyak berhubungan dengan android sebagai alat untuk belajar jarak jauh, ini sangat mengganggu psikososial anak-anak,” sebutnya.

Namun demikian, dia berharap, penerapan kembali pembelajaran tatap muka di Kota Padang tetap harus mengikuti protokol kesehatan, agar tidak terjadi penularan Covid-19 di lingkup sekolah.

“Insyaallah kalau memang belajar tatap muka kembali diterapkan, selaku orang tua siswa kami siap untuk mempersiapkan anak-anak ikut protokol kesehatan dengan menyediakan face shield dan masker,” ucap Lili.

Senada, Nalia, 35, juga mendukung sekolah kembali dilaksanakan di sekolah. Katanya, memang belajar sebaiknya dilaksanakan di sekolah daripada di rumah. “Kalau belajar di sekolah anak-anak bisa lebih fokus. Jika belajar di rumah lebih banyak mainnya,” ungkapnya.

Selain itu, belajar di rumah juga menyulitkan orangtua karena harus mendampingi anak-anaknya belajar, sementara orangtua juga ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan.
Sementara itu, Sekko Padang Amasrul kepada Padang Ekspres, kemarin (22/11) mengatakan, Pemko Padang akan mengikuti arahan dari Mendikbud tersebut.

Namun, sambungnya, akan dilakukan rapat terlebih dahulu bersama Satgas Penanganan Covid-19, Dinas Pendidikan dan instansi terkait, serta orangtua siswa, untuk membuat keputusan pembelajaran tatap muka.

“Insya Allah mulai Januari 2021, sekolah-sekolah akan kembali belajar tatap muka. Tapi keputusan ini akan diputuskan dalam rapat bersama Forkopimda. Rencananya minggu depan kami akan lakukan rapat dulu untuk memutuskan itu,” katanya.

Amasrul menambahkan, jika memang keputusan rapat sepakat untuk menerapkan kembali pembelajaran tatap muka, selanjutnya akan disusun teknis pelaksanaannya dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini nantinya juga akan kita sesuaikan dengan aturan dari Mendikbud. Selanjutnya mempersiapkan sekolah-sekolah,” sebut Amasrul.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan, Disdik Padang akan mengikuti keputusan hasil rapat bersama terkait pembelajaran tatap muka tersebut.
“Kalau persiapan kita emang sudah siap untuk pembelajaran tatap muka, tinggal melaksanakannya saja lagi,” ujar Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Padang ini.

Di sisi lain, Kepala SMPN 5 Padang Junaidi mengungkapkan pihaknya sangat setuju dilaksanakan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Pasalnya, pembelajaran tatap muka lebih efektif dibanding pembelajaran jarak jauh.

“Setelah sebelumnya sempat dihentikan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh, pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka ini sebenarnya sesuatu sudah kami tunggu-tunggu,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, persiapan SMPN 5 Padang untuk pembelajaran tatap muka telah siap, baik dari segi kesiapan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan maupun sarana prasana seperti tempat cuci tangan, sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan lain-lain.

“Pokoknya dari segi kesiapan, kami dari pihak sekolah sudah siap untuk melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka. Cuma tergantung kebijakan dari Pemko lagi, kita selaku pihak sekolah akan mengikuti apa pun kebijakannya,” kata Junaidi.

Terpisah, anggota DPRD Padang Nila Kartika menyambut baik pembukaan sekolah pada Januari 2021 mendatang. Namun, pembukaan sekolah tersebut harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, karena pandemi Covid-19 masih terjadi.

Menurutnya, selama ini pembelajaran jarak jauh atau daring tidak bisa berjalan efektif karena keterbatasan pengawasan dari orangtua dan minimnya sarana prasarana pendukung serta akses internet yang tidak merata.

Apalagi, tambah dia, di beberapa kecamatan selama pandemi Covid-19 siswa benar-benar tidak bisa belajar karena sekolah ditutup. Karena itu, dia mewanti-wanti Pemko Padang untuk memastikan ketersediaan sarana prasarana protokol kesehatan di sekolah seperti wastafel untuk cuci tangan atau hand sanitizer dan lain sebagainya.

“Syarat-syarat ini harus dipenuhi agar jangan sampai nanti timbul klaster baru di sekolah,” ungkapnya. Anggota dewan lainnya Helmi Moesim mengatakan, sebelum sekolah dibuka, Pemko Padang harus memastikan syarat protokol kesehatan terpenuhi di setiap sekolah. Seperti adanya wastafel untuk cuci tangan, mengatur jarak antar siswa dan waktu belajar yang fleksibel.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) Fitri Arsih setuju bila pembelajaran tatap muka kembali diterapkan pada awal tahun 2021, jika memang angka penyebaran Covid-19 saat itu sudah melandai.

“Tapi bila kondisi penyebaran Covid-19 saat itu masih mengalami peningkatan dan pembelajaran tatap muka tetap juga akan diberlakukan, maka ada beberapa hal penting yang mesti dipertegas dan diperhatikan,” katanya.

Salah satunya, menurut Fitri, Pemko dalam hal ini harus memastikan seluruh sekolah menegakkan protokol kesehatan dengan ketat, baik bagi guru maupun siswa. Di sisi lain, orang tua juga harus melatih anak dari sekarang agar mematuhi protokol kesehatan.

“Yang namanya anak-anak, mereka punya masa bermain. Interaksi sosial mereka seperti itu. Jadi sebelum anak ke sekolah, orang tua di rumah harus memberi edukasi protokol kesehatan. Sehingga saat anak berinteraksi di sekolah, itu sudah menjadi kebiasaan,” terangnya.

Selain itu, para guru dan tenaga kependidikan juga harus memberikan contoh penerapan protokol kesehatan di sekolah. Jika guru telah memberikan contoh yang baik terkait protokol kesehatan, katanya, maka akan jadi kebiasaan yang permanen bagi siswa.

“Jadi intinya penerapan protokol kesehatan. Kalau penerapan protokol kesehatannya baik, maka pembelajaran tatap muka bisa kembali efektif dilakukan. Namun memang dalam hal ini dibutuhkan kolaborasi antara keluarga dengan pihak sekolah,” tutur Fitri. (i/eri) Editor : Novitri Selvia
#pbm tatap muka #Protokol Kesehatan #Disdik Kota Padang #dprd padang