Seperti yang diakui dalam laporan Future of Jobs dari World Economic Forum, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika, dan bioteknologi kini saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.
Pada tahun 2020, lebih dari sepertiga keterampilan inti yang diinginkan dalam pekerjaan akan terdiri dari keterampilan yang belum dianggap penting saat ini.
Untuk bertahan dan memimpin dalam revolusi industri baru ini, penting bagi bisnis untuk tidak hanya menyadari teknologi disruptif tetapi juga memiliki rencana untuk mengembangkan talenta yang dapat memanfaatkannya secara maksimal.
Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute dan pengetahuan ahli dari Pluralsight, berikut adalah 10 teknologi yang diperkirakan akan memimpin revolusi industri keempat dan mengubah ekonomi global pada tahun 2025:
1. Internet Seluler
Internet seluler akan terus mendominasi konektivitas internet, dengan antarmuka, format, sensor, dan aplikasi yang terus berkembang. Diperkirakan, pada tahun 2025, konektivitas seluler akan dapat diakses oleh tambahan 4,3 miliar orang.
2. Kecerdasan Buatan (AI)
Kemajuan dalam pembelajaran mesin dan antarmuka pengguna seperti pengenalan suara dan gerakan akan meningkatkan produktivitas dan mungkin menghilangkan beberapa pekerjaan berbasis pengetahuan secara keseluruhan.
3. Realitas Virtual dan Augmented (AR/VR)
Goldman Sachs memprediksi bahwa industri AR/VR akan berkembang menjadi pasar senilai $80 miliar pada tahun 2025, meningkat dari sekitar $7 miliar saat ini. Teknologi ini akan mengalami pembaruan besar dan ekosistem aplikasi baru untuk konsumen dan perusahaan.
4. Teknologi Cloud
Teknologi cloud akan terus mempengaruhi cara penyampaian layanan TI dan aplikasi web, dengan hampir semua layanan TI dan aplikasi web yang dapat disediakan melalui cloud. Lebih banyak perusahaan akan menggunakan cloud publik seiring dengan peningkatan keamanan siber.
5. Internet of Things (IoT)
Lebih dari 9 miliar perangkat saat ini terhubung ke internet, dan jumlah ini diperkirakan akan tumbuh antara 50 miliar hingga hampir 1 triliun dalam dekade berikutnya. Organisasi akan menghadapi tantangan dalam memantau dan mengamankan produk, sistem, perangkat, dan bahkan orang.
6. Robotika Canggih
Kemajuan dalam kecerdasan buatan, visi mesin, sensor, motor, hidrolika, dan material akan mengubah cara produk dan layanan disampaikan. Akan terjadi lonjakan kebutuhan talenta teknologi untuk membangun, mengoperasikan, dan memelihara robot canggih.
7. Teknologi Biometrik
Menurut survei terbaru, 72 persen perusahaan berencana untuk meninggalkan kata sandi tradisional pada tahun 2025, yang akan memunculkan layanan otorisasi baru untuk identifikasi wajah, suara, mata, tangan, dan tanda tangan.
8. Cetak 3D
Teknologi cetak 3D dapat memungkinkan tingkat kustomisasi massal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan secara dramatis mengurangi biaya rantai pasokan, dengan dampak ekonomi diperkirakan mencapai $230 hingga $550 miliar per tahun pada tahun 2025.
9. Genomik
Teknologi rekayasa genetika akan berkembang seiring dengan kecepatan pemrosesan komputer yang lebih cepat. Teknologi pengurutan DNA dan analitik canggih akan meningkatkan produksi pertanian, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan memperpanjang harapan hidup manusia.
10. Blockchain
Meskipun terkenal dengan mata uang virtual Bitcoin, blockchain kini memiliki 64 kasus penggunaan berbeda di 200 perusahaan. Penggunaan blockchain akan menyederhanakan kontrak dan transaksi dengan cara yang aman.
Teknologi Baru: Komputasi Kuantum
Meskipun aplikasi dan adopsi komputasi kuantum masih belum sepenuhnya jelas, teknologi ini bergerak melampaui hype.
Laboratorium Quantum AI Google memperkirakan bahwa teknologi kuantum kecil akan tersedia secara komersial dalam lima tahun dan akan membantu bisnis meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan menurunkan investasi infrastruktur.
Tenaga Kerja 2025
Teknologi-teknologi tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi banyak perusahaan, tetapi juga akan menciptakan tantangan besar.
Laporan McKinsey menekankan pentingnya pelatihan karyawan untuk mempersiapkan tantangan tersebut: “Sifat pekerjaan akan terus berubah, dan itu akan memerlukan program pendidikan dan pelatihan yang kuat.”
World Economic Forum juga menggarisbawahi bahwa di hampir semua industri, dampak perubahan teknologi dan lainnya memperpendek masa berlaku keterampilan yang ada pada karyawan.
Untuk mengatasi tantangan ini, bisnis harus menempatkan pengembangan talenta dan strategi tenaga kerja masa depan sebagai prioritas utama.
Perusahaan tidak lagi bisa menjadi konsumen pasif dari modal manusia yang siap pakai; mereka memerlukan pola pikir baru untuk memenuhi kebutuhan talenta mereka.
Dengan memahami dan mengadaptasi teknologi-teknologi ini, perusahaan dapat memimpin revolusi industri keempat dan memastikan kesuksesan di masa depan.(*)
Editor : Heri Sugiarto