Chip Majorana 1 menggunakan qubit topologis yang lebih stabil dan tahan terhadap gangguan dibandingkan qubit tradisional.
Qubit topologis ini dibuat menggunakan partikel Majorana, yang pertama kali dijelaskan oleh fisikawan Italia Ettore Majorana pada tahun 1937.
Qubit topologis memiliki struktur unik yang mengkodekan informasi kuantum dengan cara yang tahan terhadap gangguan, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan.
Chip ini didasarkan pada arsitektur baru yang disebut Topological Core dan menggunakan material revolusioner yang disebut topoconductor, yaitu jenis material baru yang dapat mengamati dan mengontrol partikel Majorana untuk menghasilkan qubit yang lebih andal dan dapat diskalakan.
Microsoft berencana untuk mengembangkan sistem kuantum yang dapat diskalakan hingga satu juta qubit pada satu chip. Chip Majorana 1 saat ini memiliki delapan qubit topologis, tetapi dirancang untuk dapat diskalakan hingga satu juta qubit.
Chip ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk masalah industri dan sosial yang kompleks, seperti mengurai mikroplastik, menciptakan material yang dapat memperbaiki diri sendiri, dan menyelesaikan masalah yang tidak dapat diatasi oleh komputer klasik.
Chip Majorana 1 dapat digunakan untuk penelitian ilmiah di berbagai bidang, termasuk kesehatan, keberlanjutan lingkungan, kimia, dan logistik.
Komputer kuantum dapat digunakan untuk membangun data yang digunakan untuk melatih model AI, mempercepat proses trial and error dalam pengembangan produk, atau bahkan menghilangkannya dengan memodelkan hukum alam.
Qubit topologis yang digunakan dalam chip Majorana 1 lebih tahan terhadap kesalahan dan lebih stabil dibandingkan qubit tradisional. Hal ini mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam komputasi kuantum, yaitu koreksi kesalahan.
Chip Majorana 1 dirancang untuk dapat diskalakan hingga satu juta qubit dalam satu chip yang ukurannya sebesar telapak tangan manusia. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan sistem kuantum tradisional yang memerlukan infrastruktur yang luas dan rumit untuk menampung qubit yang jauh lebih sedikit.
Penggunaan topoconductor, kombinasi material indium arsenide dan aluminium, memungkinkan pembuatan qubit yang lebih andal dan dapat diskalakan. Material ini dirancang dan diproduksi oleh Microsoft atom demi atom.
Peluncuran chip Majorana 1 oleh Microsoft menandai langkah besar dalam komputasi kuantum. Dengan menggunakan qubit topologis yang lebih stabil dan dapat diskalakan, chip ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk masalah industri dan sosial yang kompleks dalam waktu yang lebih singkat.
Keunggulan chip ini dibandingkan chip sebelumnya mencakup stabilitas yang lebih baik, desain yang lebih kompak, dan penggunaan material revolusioner. (*)
Editor : Adetio Purtama