PADEK.JAWAPOS.COM - Pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara berbagai elemen. Bila itu bisa berjalan dengan kuat, masyarakat kurang mampu akan mudah mengakses pendidikan tinggi. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan, tidak bisa menumpuh pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi.
Hal tersebut terungkap Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia Baznas bertema Adaptive Leader: Membangun Karier dengan Nilai-Nilai Kepedulian Sosial di Auditorium Unand, Kamis (30/4). Nah, kegiatan itu bentuk sinergitas antara lembaga dari Badan Amil Zakat Nasonal (Baznas) RI, ParagonCorp, dan Universitas Andalas (Unand).
Dalam hal ini ParagonCorp menyalurkan dana zakat perusahaan senilai Rp 1,5 miliar untuk mendukung berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk beasiswa bagi 214 mahasiswa asal Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana. Acara ini turut dihadiri Rektor Unand Efa Yonnedi, Ketua Baznas Sumbar Buchari, Ketua Baznas Padang Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian Baznas RI Ahmad Fikri, mentor Universitas Andalas Herlambang, serta 1.000 mahasiswa peserta yang hadir secara hybrid.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Idy Muzayyad mengatakan, Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) merupakan solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Menurutnya, dukungan dari sektor swasta menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program tersebut.
“Kami meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara berbagai elemen,” ujar Idy.
Ia menjelaskan, Baznas terus memperluas jangkauan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan program hingga ke mancanegara seperti Rusia dan Timur Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Baznas dalam membangun ekosistem pendidikan yang luas, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan zakat secara produktif terbukti mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari para alumni BCB yang telah berkiprah di berbagai sektor, baik publik, swasta, maupun sosial.
“Sebagian alumni bahkan telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali berkontribusi melalui zakat untuk membantu masyarakat lainnya. Inilah siklus kebaikan yang ingin terus dibangun, dari mustahik menjadi muzaki melalui jalur pendidikan,” katanya.
Rektor Unand Efa Yonnedi menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan ParagonCorp atas inisiatif dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ia pun menegaskan, sinergi antara Baznas, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kuat.
“Kolaborasi ini penting untuk memastikan generasi masa depan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp Elsa Mayori mengatakan, pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat melalui Baznas dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini.
“Penyaluran ini diwujudkan melalui berbagai program, antara lain Musala Berseri, Beasiswa Cendekia Baznas, serta paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra,” ujarnya. Ia berharap, melalui program BCB, para mahasiswa dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi. (cip/rel)
Editor : Adriyanto Syafril