Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

50 Peserta dari Berbagai Negara Ikuti Summer Course Unand 2026 di Sumatera Barat

Rommy Delfiano • Kamis, 21 Mei 2026 | 22:21 WIB
Unand gelar Summer Course 2026 di Padang, bahas pertanian berkelanjutan dan desa, diikuti 50 peserta dari berbagai negara dan disiplin ilmu.
Unand gelar Summer Course 2026 di Padang, bahas pertanian berkelanjutan dan desa, diikuti 50 peserta dari berbagai negara dan disiplin ilmu.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM–Universitas Andalas menggelar Summer Course 2026 bertema pengelolaan sumber daya alam dan pertanian berkelanjutan pada 3–10 Mei 2026, yang diikuti 50 peserta dari berbagai negara dan disiplin ilmu.

Program bertajuk “Natural Resources Management: Socio Economic Perspective for Sustainable Agriculture and Rural Development” ini diselenggarakan oleh Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Unand di Padang, Sumatera Barat.

Ketua pelaksana Cindy Paloma menyebutkan peserta diseleksi dari 117 pendaftar, dengan komposisi 26 peserta hadir langsung dan 24 peserta mengikuti secara daring.

“Peserta berasal dari berbagai negara dan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Ini menjadi ruang belajar global yang sangat kaya perspektif,” ujar Cindy Paloma.

Baca Juga: Cara Mengunduh Video TikTok Tanpa Watermark dari Web, Android, dan iOS

Peserta internasional berasal dari Pakistan, Nigeria, Yaman, Gambia, Tiongkok, Myanmar, Aljazair, Guinea, Afghanistan, dan Vietnam, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan diskusi lintas bidang, mulai dari agribisnis, kehutanan, manajemen, politik, teknik, biologi, hingga isu perubahan iklim yang berkaitan dengan keberlanjutan global.

Selain sesi kelas, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke Nagari Sumpur dan kawasan Danau Singkarak di Sumatera Barat untuk melihat praktik pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Interaksi dengan masyarakat lokal menjadi bagian dari pembelajaran terkait pertanian, dinamika sosial ekonomi desa, dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Tuntaskan 6.615 Anak Tidak Sekolah di Padang, Warga Diminta Lapor ke Lurah jika Terkendala Biaya

“Kami ingin peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga memahami bagaimana budaya lokal dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Cindy.

Dalam sesi akademik, kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional dan nasional, antara lain Doan Nainggolan dari Aarhus University Denmark, serta akademisi Unand seperti Prof Yonariza, Prof Rudi Febriamansyah, dan Dr Hasnah.

Program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui skema EQUITY Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Penyelenggaraan Summer Course ini menjadi bagian dari upaya Unand memperluas jejaring internasional dan kontribusi akademik terhadap isu perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pembangunan pedesaan.(r)

Editor : Hendra Efison
#summer course Unand 2026 #LPDP EQUITY program #pertanian berkelanjutan global