Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Mahasiswa UNP Petakan Banjir dan Mitigasi

Adriyanto Syafril • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB
Sebanyak 353 mahasiswa Program Studi Geografi dan Pendidikan Geografi angkatan 2023 dan 2024 UNP melakukan kajian fisik, sosial, serta pemetaan wilayah yang berfokus pada isu kebencanaan banjir dan pembangunan berkelanjutan di Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, pekan lalu. (DOK HUMAS UNP)
Sebanyak 353 mahasiswa Program Studi Geografi dan Pendidikan Geografi angkatan 2023 dan 2024 UNP melakukan kajian fisik, sosial, serta pemetaan wilayah yang berfokus pada isu kebencanaan banjir dan pembangunan berkelanjutan di Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman, pekan lalu. (DOK HUMAS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM - Departemen Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang kembali menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fisik Sosial dan Pemetaan Tahun 2026 di Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada 14–17 Mei 2026.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi UNP kemarin, sebanyak 353 mahasiswa Program Studi Geografi dan Pendidikan Geografi angkatan 2023 dan 2024 diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan kajian fisik, sosial, serta pemetaan wilayah yang berfokus pada isu kebencanaan banjir dan pembangunan berkelanjutan. Mengusung tema “Belajar dari Alam, Bertumbuh dalam Ilmu, Menguat dalam Kebersamaan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan, tetapi juga wadah pembentukan karakter mahasiswa agar mampu hadir sebagai generasi muda yang berdampak bagi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi dan penelitian terkait kondisi sumber daya air, perubahan penggunaan lahan, pola hidrometeorologi, kawasan rawan banjir, hingga sistem irigasi di wilayah Kayu Tanam. Kajian tersebut dilakukan untuk memahami kebutuhan pembangunan infrastruktur wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan lingkungan.

Selain kajian fisik, mahasiswa juga memetakan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, mulai dari sistem mitigasi, akses evakuasi, hingga pola adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa pembangunan wilayah harus memperhatikan aspek keberlanjutan, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan secara terpadu.

Kegiatan KKL ini turut melibatkan dosen pembimbing, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dalam proses pengumpulan data, diskusi partisipatif, dan observasi lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan kajian yang aplikatif dan bermanfaat langsung bagi daerah.

Tidak hanya menghasilkan pengalaman belajar lapangan, kegiatan ini juga diarahkan untuk melahirkan berbagai luaran akademik berupa laporan penelitian, artikel ilmiah, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berbasis hasil pemetaan dan penelitian mahasiswa. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmu geografi sekaligus mendukung pengambilan kebijakan pembangunan daerah berbasis data spasial.

Melalui KKL Fisik Sosial dan Pemetaan Tahun 2026 ini, mahasiswa Geografi UNP diharapkan semakin memiliki kemampuan berpikir kritis, analisis spasial, komunikasi sosial, serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan kebencanaan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat menjadi cerminan semangat “Mahasiswa Berdampak” yang tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure, SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, serta SDGs 15: Life on Land. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Kampus #Universitas Negeri Padang (UNP)