Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembangunan Infrastruktur Butuh Penguasaan Teknologi dan SDM

Redaksi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:50 WIB
Deklarasi sela peresmian pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) kerjasama Universitas Andalas dengan PT Hutama Karya di Convention Hall Unand, Jumat (5/6). (DOK HUMAS UNAND)
Deklarasi sela peresmian pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) kerjasama Universitas Andalas dengan PT Hutama Karya di Convention Hall Unand, Jumat (5/6). (DOK HUMAS UNAND)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemba­ngu­nan infrastruktur ke depan mem­butuhkan dukungan kapa­sitas teknologi dan SDM yang semakin kuat. Karena itu, penting menghadirkan Pusat Studi Terowongan sebagai pusat pe­ngem­bangan keilmuan dan inovasi yang dapat mendukung kebutuhan proyek-proyek strategis nasional, termasuk pembangunan terowongan di Su­matera Barat.

Hal itu diungkapkan Komisaris Utama PT Hutama Kar­ya Denny Abdi di sela-sela pe­res­mian pendirian Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Ba­wah Tanah (PUSTROIB) ber­sa­ma Universitas Andalas (Unand). Itu merupakan pusat studi terowo­ngan pertama di Indonesia

Ini dilakukan dalam rangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan bisnis. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (5/6) di Convention Hall Unand.

“Tantangan pembangu­nan infrastruktur saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek konstruksi dan pembebasan lahan, tetapi juga membutuhkan penguasaan teknologi serta sumber daya manusia yang kompeten,” tekannya, dalam laman resmi Unand.

Kehadiran PUSTROIB men­jadi tonggak penting da­lam pe­ngembangan riset, pendidikan, dan inovasi teknologi terowongan di Indonesia. Pusat studi ini diharapkan menjadi wa­dah kol­aborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur bawah tanah yang semakin berkembang, termasuk mendukung rencana pem­ba­ngu­nan terowongan pa­da ruas Tol Padang–Sicincin–Bukittinggi yang diproyeksikan memiliki panjang sekitar 5,8 kilometer.

Rektor Unand Efa Yonnedi menegaskan, pendirian PUSTROIB merupakan bentuk nya­ta kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. “Program pembangunan Unand tidak boleh terpisah dari pem­bangunan Sumatera Barat. Ke­hadiran PUSTROIB menjadi sa­lah satu langkah strategis Unand untuk berkontribusi melalui pendidikan, riset, dan inovasi dalam mendukung berbagai agenda pembangunan di Sumatera Barat, termasuk pe­ngembangan infrastruktur ma­sa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyambut baik pen­dirian PUSTROIB sebagai langkah strategis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung rencana pembangu­nan terowongan yang akan memberikan manfaat bagi ma­­sya­rakat terutama dalam upaya peningkatan perputaran eko­nomi. 

“Kami menyambut baik hadirnya Pusat Studi Terowongan pertama di Indonesia yang berlokasi di Universitas Andalas. Kehadiran pusat studi ini sangat tepat untuk memperkuat kajian ilmiah, pengembangan teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan. Pemerintah daerah bersama para kepala daerah yang wil­a­yahnya menjadi bagian dari rencana pembangunan terowongan siap memberikan du­ku­ngan agar cita-cita besar pembangunan ini dapat terwujud dengan baik,” tutur Mahyeldi.

Selain penandatanganan MoU, PT Hutama Karya juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Unand serta memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa. Kegiatan turut dirangkaikan dengan program HK Mengajar Inspiring Leader, sosialisasi bimbingan kesiapan kerja bersama Ruangguru, serta kuliah umum.

Melalui pendirian PUSTROIB sebagai pusat studi terowongan pertama di Indonesia, UNAND semakin mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna mendukung pembangunan infrastruktur nasio­nal yang berkelanjutan. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Kampus