Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bukittinggi, Fiona Erman Safar saat peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-64 di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Selasa (30/1).
“Peringatan HGN ke-64 ini mesti kita jadikan momentum untuk memperkuat sinergi, integrasi dan kolaborasi untuk melaksanakan aksi-aksi untuk pencegahan dan penanggulangan stunting di bawah 14 persen di Kota Bukittinggi. Ini demi terciptanya generasi sehat, kuat dan cerdas untuk Indonesia maju,” ucapnya.
Fiona menekankan, seluruh pihak untuk aktif memastikan asupan protein untuk memastikan anak tumbuh kembang dengan optimal. Salah satunya makanan pendamping ASI yang kaya protein hewani.
“Tidak hanya memastikan asupan protein, pertumbuhan dan perkembangan anak harus terus dipantau dengan membawanya ke posyandu, kemudian apabila ada indikasi gangguan dalam pertumbuhan mesti diperiksa ke dokter,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Feroza, menyampaikan, peringatan HGN ke-64 di Bukittinggi, juga dimeriahkan dengan lomba makanan pendamping ASI yang ideal.
“Melalui lomba makanan pendamping ASI yang ideal, sehingga nanti dapat menjadi acuan bagi keluarga yang memiliki balita untuk diberikan kepada anak-anak mereka,” ucapnya
Linda juga mengingatkan pentingnya untuk memanfaatkan pangan lokal untuk memenuhi makanan pendamping ASI yang ideal. Menurutnya hal ini akan lebih memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan asupan protein dan gizi anak dan akhirnya bisa menekan angka stunting. (r)
Editor : Novitri Selvia