Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini; Afif Hamdani, Syarifatul Hasanah, Nada Nazhifah, Reza Ramadhana, dan Rizki Hanif dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand.
Dalam PKM Riset Eksakta yang didanai oleh Kemendikbudristek RI ini, tim mengembangkan inovasi untuk mencegah Kanker Payudara, mengingat Indonesia menempati peringkat pertama di dunia untuk kasus kanker ini.
"Kami melihat potensi kombinasi nanopartikel emas dengan ekstrak Curcuma sumatrana sebagai alternatif solusi untuk mengatasi Kanker Payudara," tulis Afif Hamdani dalam release yang diterima Padek.Jawapos.Com, Minggu (21/7).
Kombinasi Formula Nanopartikel dan Bahan Alami
Tim menggabungkan nanopartikel emas dengan Curcuma sumatrana, tumbuhan endemik Sumatera Barat. Penelitian in vitro menunjukkan senyawa aktif dalam rimpang kunyit ini mampu menghambat pertumbuhan jamur, virus, dan bakteri.
Sintesis nanopartikel menggunakan ekstrak tumbuhan ini sebagai zat pereduksi dan penstabil, merupakan metode alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode kimia dan fisika lainnya, karena tidak beracun, bebas polusi, ekonomis, dan berkelanjutan.
Inovasi Terbaru
Inovasi tim ini mendukung program pemerintah dan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 15 tentang kesehatan dan keberlanjutan hayati (Life on Land and Below Water).
Tim berharap bahwa solusi yang mereka tawarkan dapat secara efektif mengatasi Kanker Payudara, sehingga berdampak signifikan dalam mengurangi angka kejadian kanker serta mendukung konservasi tanaman endemik Sumatera. (*)
Editor : Hendra Efison