Namun, tidak mendapatkan cukup kalori juga bisa menjadi masalah, baik karena pembatasan makanan yang disengaja, penurunan nafsu makan, atau alasan lainnya.
Kekurangan makan secara teratur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, baik mental, fisik, maupun emosional.
Seperti yang dikutip dari laman Healthline pada Selasa (24/12/2024), berikut tanda-tanda bahwa kamu mungkin tidak makan yang cukup.
- Berat Badan Berkurang
Jika berat badanmu jauh lebih rendah dari sebelumnya, kamu mungkin dianggap kekurangan berat badan. Namun, hal ini tidak selalu berarti kamu tidak makan dengan cukup.
Ada alasan lain untuk penurunan berat badan yang berlebihan, seperti olahraga berat, malabsorpsi, atau kondisi kesehatan lainnya.
Menghubungi dokter adalah cara terbaik untuk menentukan apakah kamu dengan makan cukup untuk kebutuhan tubuhmu.
- Tingkat Energi yang Rendah
Ketika kamu tidak mendapatkan cukup kalori, kamu kemungkinan akan merasa lelah hampir sepanjang waktu.
Secara rata-rata, perempuan sebaiknya makan sekitar 2.000 kalori per hari untuk mempertahankan berat badan dan 1.500 kalori untuk penurunan berat badan.
Sementara, laki-laki sebaiknya makan sekitar 2.500 kalori per hari atau 2.000 kalori untuk penurunan berat badan.
Jika kamu mengonsumsi lebih sedikit kalori dari batas tersebut, kamu mungkin tidak cukup kalori untuk mempertahankan energi sepanjang hari.
- Rambut Rontok
Jika kamu melihat lebih banyak rambut yang menumpuk di sisi, ini bisa menjadi tanda bahwa kamu tidak makan dengan cukup atau tidak mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Asupan kalori, protein, biotin, zat besi, dan nutrisi lainnya yang tidak mencukupi sering menjadi penyebab rambut rontok.
- Perubahan Sinyal Rasa Lapar
Rasa lapar yang terus-menerus adalah tanda jelas bahwa kamu tidak makan dengan cukup, tetapi ini bukan satu-satunya tanda.
Nafsu makan dan keinginan untuk makan dapat meningkat sebagai respons terhadap pembatasan kalori yang drastis. Hal ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang.
Namun, meskipun pembatasan kalori dapat meningkatkan rasa lapar dalam beberapa kasus, penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa pembatasan kalori dalam jangka panjang sebenarnya bisa membuat kamu merasa kurang lapar dan mengurangi keinginan makan.
- Masalah Kesuburan
Kurangnya makan dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk hamil.
Ketika asupan kalori atau persentase lemak tubuh turun terlalu rendah, sinyal hormonal tubuh bisa terganggu, yang menyebabkan perubahan dalam jumlah hormon yang dilepaskan.
Jika kamu berencana untuk hamil, penting untuk mengonsumsi diet seimbang dengan jumlah kalori yang cukup untuk tubuhmu.
Ini akan membantu hormon kamu berfungsi dengan baik dan meningkatkan peluang kehamilan yang sehat.
- Perubahan Suasana Hati
Jika hal-hal kecil mulai membuat kamu marah, ini bisa terkait dengan tidak makan yang cukup.
Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa gizi buruk dapat menyebabkan suasana hati yang rendah dan memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.
Namun, yang memengaruhi suasana hati dalam hal nutrisi adalah seberapa banyak kamu makan dan apa yang kamu makan.
- Masalah Kulit
Tidak makan yang cukup bisa berdampak buruk pada kulit. Dalam beberapa kasus, ini bisa menyebabkan kulit menjadi tipis, keriput, bahkan mengelupas atau robek.
Kulit juga bisa mengembangkan luka, memar, pembuluh darah yang pecah di bawah kulit, dan bahkan perdarahan lebih signifikan di bawah kulit yang disebut purpura. (*)
Editor : Adetio Purtama