Layanan ini menyasar para pegawai yang bekerja di kawasan Balai Kota, namun terbuka juga untuk masyarakat umum.
Penanggung jawab Pustu Balai Kota Padang, Afriyenni Ratmin, menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan terstruktur.
"Pemeriksaan dimulai dengan pengambilan nomor antrean, dilanjutkan dengan pendaftaran dan skrining mandiri. Setelah itu, peserta akan menjalani pemeriksaan fisik oleh tenaga medis," kata Afriyenni, Rabu (2/7/2025).
Ia menambahkan, pemeriksaan disesuaikan berdasarkan usia dan tingkat risiko peserta.
"Misalnya, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan kolesterol diperuntukkan bagi peserta usia 40 tahun ke atas. Sementara pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) hanya untuk perempuan yang sudah menikah," ujarnya.
Menurut Afriyenni, layanan CKG ini juga merupakan bagian dari upaya aktif Dinas Kesehatan Kota Padang dalam menjangkau lebih banyak masyarakat melalui metode jemput bola.
“Kami juga turun langsung ke kantor-kantor, sekolah, hingga ke pemukiman masyarakat untuk memberikan layanan,” tuturnya.
Dalam satu hari, rata-rata 60 hingga 70 orang mengikuti layanan CKG di lokasi. "Kami dibantu oleh 7 tenaga medis dalam pelaksanaannya," ungkap Afriyenni.
Salah satu tenaga medis yang bertugas, Indah Eka Putri, menjelaskan jenis pemeriksaan dasar yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan cek gula darah.
"Untuk peserta berusia di atas 40 tahun, kami lakukan pemeriksaan EKG dan kolesterol. Beberapa peserta juga berkonsultasi mengenai pola hidup sehat. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 23 orang telah mengikuti pemeriksaan CKG," jelas Indah.
Sebagai informasi, program CKG di Kota Padang telah berjalan sejak 11 Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan 24 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat.(*)
Editor : Hendra Efison