Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, ayosehat.kemkes.go.id, Minggu (10/8/2025), World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat bukan hanya bebas dari penyakit fisik, tetapi juga kemampuan individu mengaktualisasikan diri dan berkontribusi sosial.
Kemenkes menyebut, ada tiga kebiasaan praktis yang dapat membantu Gen Z mencapai kondisi kesehatan ideal, yaitu olahraga teratur, tidur cukup, dan pola makan bergizi seimbang.
Baca Juga: Tanda-tanda Bayi Siap Disapih dari Menyusu Malam Hari, Cek di Sini!
Olahraga Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa aktivitas fisik, seperti lari, gym, atau pilates, memiliki manfaat signifikan.
Secara fisik, olahraga menurunkan risiko penyakit jantung, mengurangi kolesterol, mencegah diabetes tipe 2, menjaga berat badan ideal, memperkuat tulang dan otot, serta meningkatkan kualitas hidup.
Dari sisi mental, olahraga dapat memperbaiki suasana hati, mengurangi depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur, memori, dan kemampuan berpikir.
CDC merekomendasikan aktivitas aerobik intensitas sedang hingga berat selama 150 menit per minggu dan latihan kekuatan otot minimal dua kali seminggu.
Baca Juga: PLN Hadirkan Promo “Energi Kemerdekaan” Diskon Tambah Daya 50% Hingga 23 Agustus 2025
Tidur Cukup untuk Pemulihan Tubuh
Padatnya aktivitas membuat sebagian Gen Z mengorbankan waktu tidur. CDC menyarankan remaja usia 13–18 tahun tidur 8–10 jam per hari, sementara orang dewasa di atas 18 tahun memerlukan setidaknya 7 jam.
American Psychological Association (APA) merekomendasikan menjaga jadwal tidur konsisten, menghindari perangkat elektronik sebelum tidur, dan membatasi kafein pada sore hari. Tidur siang singkat 20–25 menit juga dapat membantu memulihkan energi.
Pola Makan Bergizi Seimbang
Studi meta-analisis terhadap 8,5 juta partisipan menunjukkan konsumsi minuman manis meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26% dan obesitas sebesar 55%.
Diet sehat yang kaya buah, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan dapat menurunkan risiko depresi hingga 33% dibandingkan konsumsi makanan olahan.
Baca Juga: BPN Sumbar Serahkan 300 Sertifikat Redistribusi Tanah di Kepulauan Mentawai
Di Indonesia, Kemenkes mengampanyekan pedoman "Isi Piringku" dengan komposisi setengah piring berisi makanan pokok dan lauk-pauk, serta setengah lainnya berisi sayur dan buah.
Pembatasan lemak jenuh, pengurangan minuman manis, dan konsumsi air putih minimal delapan gelas per hari juga dianjurkan.
Kemenkes menegaskan, penerapan tiga kebiasaan ini menjadi kunci bagi Gen Z untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, sehingga dapat tetap produktif dan menjalani kehidupan yang berkualitas.(*)
Editor : Hendra Efison