Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons, serta meningkatkan kelelahan mental.
Mengutip laporan Harvard Medical School dan National Institutes of Health (NIH), kekurangan cairan sebesar 1–2 persen dari berat tubuh sudah cukup untuk menurunkan kemampuan kognitif.
Sebaliknya, individu yang cukup terhidrasi mampu menjaga fokus dan daya ingat lebih baik dalam aktivitas berpikir kompleks.
Dr. Natalie Butler dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa sekitar 75 persen komposisi otak manusia terdiri dari air.
“Ketika tubuh kekurangan cairan, aliran darah ke otak menurun dan hal itu langsung memengaruhi kecepatan berpikir serta pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sementara itu, studi dari Journal of Nutrition menemukan bahwa dehidrasi dapat memicu perubahan suasana hati, menurunkan energi, dan meningkatkan kesalahan kognitif.
Penelitian terhadap 25 wanita dewasa muda menunjukkan bahwa peserta yang kurang cairan lebih sering mengalami sakit kepala dan sulit fokus dibandingkan mereka yang terhidrasi dengan baik.
Selain berpengaruh terhadap fungsi otak, air juga berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh. European Hydration Institute mencatat bahwa air membantu mengatur suhu tubuh, memperlancar pencernaan, dan mendukung proses detoksifikasi alami ginjal.
Tanpa asupan cukup, organ-organ vital harus bekerja lebih keras, menyebabkan kelelahan yang berdampak pada performa mental.
Menurut panduan Harvard Health Publishing, kebutuhan air bagi orang dewasa rata-rata berkisar antara dua hingga tiga liter per hari, setara delapan hingga dua belas gelas. Jumlah ini dapat disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, serta kondisi lingkungan.
Riset Loughborough University di Inggris menunjukkan bahwa penurunan hidrasi sebesar dua persen dari berat badan dapat memperlambat reaksi otak, setara dengan efek kurang tidur selama 24 jam.
Baca Juga: Nagari Diminta Anggarkan Dana Penanganan Sampah
Sementara Dr. Lawrence Armstrong dari University of Connecticut menegaskan bahwa dehidrasi sering tidak disadari karena gejalanya ringan.
“Rasa haus, mata kering, atau kehilangan fokus merupakan sinyal awal bahwa tubuh memerlukan air,” ujarnya dalam Nutrition Reviews.
Selain air putih, hidrasi juga dapat diperoleh dari buah-buahan tinggi air seperti semangka, jeruk, dan mentimun. Namun, para ahli menyarankan air putih tetap menjadi sumber utama karena bebas kalori dan mudah diserap tubuh.
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, dehidrasi ringan kerap terjadi akibat penggunaan pendingin ruangan berlebihan, konsumsi kafein, dan kurangnya kebiasaan minum air secara rutin.
Para peneliti merekomendasikan minum setengah gelas air setiap satu hingga dua jam untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan kejernihan berpikir.(CC5)
Editor : Hendra Efison