Langkah ini dilakukan menyusul tingginya prevalensi hipertensi di Kota Padang dan lonjakan kasus di wilayah kerja Puskesmas Pauh sepanjang 2024.
Program SEHATI (Sehat Bersama Cegah Hipertensi dengan Tindakan Edukatif) dilaksanakan Kamis, 9 Oktober 2025, di Posyandu SS2 Kelurahan Kapalo Koto.
Kegiatan ini digelar mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas bersama Puskesmas Pauh melalui Program Kampus Berdampak Proyek Kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pre test, pembagian leaflet, penyuluhan mengenai gejala dan penyebab hipertensi, sesi tanya jawab, serta post test.
Dosen Pembimbing Lapangan, Yosalli, menjelaskan bahwa edukasi menjadi langkah penting mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi secara global menurut WHO, dengan prevalensi 22% populasi dunia.
Data Hipertensi di Padang dan Pauh
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi di Sumatera Barat mencapai 24,1%. Kota Padang memiliki angka tertinggi di provinsi tersebut, yaitu 35,6%.
Puskesmas Pauh mencatat 4.690 kasus hipertensi sepanjang 2024, menempatkannya sebagai salah satu penyakit dengan jumlah kasus terbanyak di wilayah tersebut.
Tim pengabdian terdiri dari Naura Inayah (ketua pelaksana), Revaniya Amelia Putri, Oriza Mutiara Putri, dan Aleandra Gracia Wijaya, didampingi Yosalli, MPH.
Penguatan Kader Lewat Program PASTI
Selain edukasi masyarakat, Puskesmas Pauh melaksanakan program PASTI (Penguatan Akses dan Sarana untuk Tekanan Darah Sehat dan Deteksi Inisiatif).
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi dini hipertensi.
Kegiatan pemberdayaan kader berlangsung di Posyandu SS1 pada 5 November 2025.
Materi diberikan oleh penanggung jawab pemberdayaan dan promosi kesehatan Puskesmas Pauh, mencakup cara menggunakan alat ukur tekanan darah, alat antropometri, serta pencatatan data kesehatan.
Program ini juga menekankan teknik mengajak masyarakat rutin hadir ke posyandu untuk pemeriksaan berkala.
“Kami berharap kader dapat menerapkan pengetahuan ini dan menyebarkannya kepada masyarakat agar deteksi dini hipertensi berjalan lebih optimal,” kata Yosalli.(*)
Editor : Hendra Efison