Program ini bertujuan mendampingi ibu hamil dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi selama kehamilan guna mencegah risiko baby blues dan menjaga kesehatan mental ibu serta perkembangan janin.
Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, didampingi oleh dosen pembimbing Yessy Markolinda, S.Si, M.Repro.
Tim pelaksana terdiri dari Eliza Try Anggraini Saragih, Annisa Paramitha Riadi, Widya Ariqah Nelvianti, dan Leni Alfiyanti.
Program ini diawali dengan pembagian kuesioner door to door di Posyandu Melati I, II, dan III untuk memetakan tingkat pengetahuan ibu hamil terkait kesehatan mental dan emosi selama kehamilan.
Data awal menunjukkan banyak ibu hamil belum memahami pentingnya kondisi psikologis dalam memengaruhi kesejahteraan ibu dan perkembangan janin.
Kegiatan dibuka oleh Lurah Lambung Bukit, Andi Defriyan, S.H., M.Si.
“Saya mendukung penuh kegiatan ini karena berdampak kepada masyarakat, terutama para ibu hamil agar dapat menjalani kehamilan yang sehat,” ujar Andi, saat membuka acara.
Setelah sesi pembukaan, peserta menerima pre-test untuk mengukur pemahaman awal, dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi dan penyampaian materi mengenai kesehatan mental ibu hamil.
Materi mencakup pengenalan baby blues, faktor penyebab, ciri-ciri, serta langkah pencegahan.
Hasil analisis lapangan menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi.
Salah seorang ibu hamil, Sri Ilma, mengaku baru memahami dampak serius dari perubahan emosi jika tidak ditangani dengan tepat.
“Awalnya saya susah mengendalikan emosi dan menganggap perubahan itu hal wajar. Setelah pertemuan ini, saya jadi tahu bahwa dampak emosional bisa memengaruhi perkembangan janin dan bahkan menyebabkan stunting,” ungkapnya.
Program PEKA diharapkan menjadi langkah awal peningkatan pemahaman ibu hamil terkait kesehatan mental, termasuk identifikasi dini gangguan psikologis serta cara mengelola stres dan kecemasan selama kehamilan.
Melalui edukasi ini, masyarakat semakin diharapkan menyadari bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi dan berpengaruh langsung terhadap kondisi ibu serta tumbuh kembang janin.(*)
Editor : Hendra Efison