Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Poli Jantung RSUD Sungai Dareh Tutup Sementara, Direktur Pastikan Layanan Kembali Normal April

Zulfia Anita • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:08 WIB

Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes.
Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes.
PADEK.JAWAPOS.COM–Manajemen RSUD Sungai Dareh menyatakan Poli Jantung berhenti beroperasi sementara karena dokter spesialis jantung mengikuti program fellowship kardiologi intervensi di Malaysia selama satu tahun mulai Maret 2026.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Penghentian Poli Jantung bersifat sementara karena kebutuhan mendesak dokter spesialis jantung untuk mengikuti program fellowship agar fasilitas Cath Lab termasuk layanan kateterisasi di RSUD dapat segera dioperasikan,” ujar Direktur RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes, Sabtu (21/02/2026).

Ia menjelaskan, pendidikan fellowship tersebut menjadi syarat penting untuk operasional Cath Lab yang merupakan bantuan gedung dan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dengan kompetensi tambahan itu, RSUD Sungai Dareh nantinya dapat melayani tindakan kateterisasi dan pemasangan ring (stent) jantung untuk membuka sumbatan pembuluh darah serta mencegah serangan jantung.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tersebut akan mendorong layanan jantung naik dari tingkat dasar menjadi tingkat madya sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk tindakan intervensi.

Sebelum keberangkatan dokter spesialis tersebut, manajemen RSUD telah berupaya mencari pengganti sejak Oktober dengan menjajaki komunikasi ke seluruh wilayah Sumatera Barat dan kabupaten tetangga, namun belum memperoleh dokter yang dapat ditempatkan.

Per Januari 2026, pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan Ketua PERKI Sumatera Barat, tetapi belum ada dokter yang dapat dikirim karena keterbatasan Surat Izin Praktik (SIP) yang telah penuh terpakai.

“Ibu Bupati telah menegur kami atas tidak beroperasinya sementara Poli Jantung ini. Beliau juga telah membantu menyampaikan langsung kepada Kementerian Kesehatan melalui Wakil Menteri dan Direktur Jenderal terkait untuk mengupayakan permintaan dokter spesialis jantung melalui program PGDS. Insya Allah pada bulan April dokter spesialis jantung sudah tersedia sehingga pelayanan Poli Jantung dapat kembali berjalan normal,” kata dr. Fitra Neza.

Sebagai langkah sementara, pelayanan pasien jantung difasilitasi melalui Poli Penyakit Dalam untuk konsultasi, terapi medis, pemantauan, dan kontrol rutin. Untuk kasus yang membutuhkan tindakan intervensi lanjutan, RSUD Sungai Dareh akan melakukan rujukan sesuai prosedur pelayanan kesehatan.

Manajemen menegaskan komitmen memastikan kehadiran dokter spesialis jantung agar operasional Poli Jantung dan pengembangan layanan lanjutan dapat berjalan optimal bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya dan sekitarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#Cath Lab Dharmasraya #Poli Jantung Dharmasraya #fellowship kardiologi #RSUD Sungai Dareh