Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 1 Kecamatan Harau, Jadikan Siswa Komunikatif Dengan Language Games

Novitri Selvia • Rabu, 3 Mei 2023 | 13:47 WIB
Susi Nofrianti, S.Pd (GURU SMPN 1 KECAMATAN HARAU)
Susi Nofrianti, S.Pd (GURU SMPN 1 KECAMATAN HARAU)
Mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib untuk tingkat SMP sehingga siswa dituntut untuk mampu mempelajari dan memahaminya.

Tujuan pembelajaran Bahasa Inggris adalah untuk mengembangkan kemampuan mendengar (Listening), berbicara (Speaking), membaca (Reading) , dan menulis (Writing). Kendala yang sering dialami dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah adalah pengembangan ketrampilan berbicara.

Dari hasil pengamatan dan diskusi dengan guru-guru Bahasa Inggris serta siswa, diketahui bahwa kurangnya kemampuan berbicara siswa disebabkan oleh 1, siswa tidak memiliki keberanian berbicara karena mereka takut salah atau malu ditertawakan teman-teman apabila salah, 2, lingkungan yang tidak mendukung siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris di luar kelas.

Mereka hampir tidak pernah bertemu orang asing yang datang ke daerah mereka, 3. Guru kurang mampu menciptakan situasi kelas yang menyenangkan yang akan menarik minat belajar siswa.

Melihat pentingnya pembelajaran berbicara (speaking) dalam belajar bahasa, maka harus diupayakan bagaimanan memotivasi siswa untuk berbicara tanpa mengabaikan perasaan mereka atau situasi kelas.

Maka guru diharapkan hendaknya mampu menciptakan situasi kelas yang menyenangkan melalui kegiatan yang bervariasi dengan memberikan penekanan pada pengembangan kemampuan berbicara.

Salah satu kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa serta terciptanya situasi kelas yang menyenangkan dan rileks adalah dengan permainan bahasa. Seperti yang ditulis oleh Rita Susana Larcabal dalam tulisannya yang berjudul “The Role of Game in Language Learning” permainan bahasa adalah suatu bentuk permainan dimana dapat membantu siswa mengembangkan dirinya.

Berkomunikasi dengan orang lain dengan lebih efektif, mengurangi rasa malu, segan atau takut serta menambah rasa percaya diri. Beberapa manfaat permainan bahasa, menarik minat siswa untuk belajar. Yang perlu ditanamkan pada siswa adalah “English is Fun” ( belajar bahasa inggris itu menyenangkan).

Karena selama ini pelajaran bahasa inggris merupakan pelajaran yang kurang disenangi oleh siswa, sehingga mereka cendrung untuk menjauhi. Pandangan inilah yang harus dirobah dengan menggunakan alam mereka yaitu melalui permainan.

Memotivasi siswa untuk terlibat dalam proses belajar. Rasa ingin lebih dari yang lain merupakan salah satu cara anak dalam masa peralihan. Sehingga dalam setiap permainan siswa nampak aktif terlibat dan berlomba untuk memenangkan atau menemukan sesuatu.

Menghilangkan rasa bosan dan stres dan menciptakan situasi kelas yang menyenangkan dan rileks. Menciptakan kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan berbicara. Dari pembahasan di atas dapat dibuktikan bahwa permainan mendorong siswa untuk aktif dalam proses belajar serta dapat meningkatkan kemampuan berbicara.

Beberapa pandangan bagi guru dalam menggunakan permainan bahasa. Dalam menerapkan permainan ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru, yaitu, waktu pemberian permainan, permainan dapat diberikan pada tahap awal atau akhir dari suatu proses belajar mengajar.

Serta dilaksanakan satu kali dalam seminggu, untuk ini guru harus memiliki banyaj jenis permainan, walaupun permainan yang sama dapat dilaksanakan berulang-ulang dengan topik yang sama.

Pemilihan permainan.

Permainan yang akan digunakan sebaiknya, tidak membutuhkan banyak persiapan, mudah dimainkan dan menantang intelektual siswa, tidak memakan banyak waktu, menyenangkan bagi siswa, dapat melibatkan seluruh siswa, hindari mengoreksi kesalahan siswa pada saat itu, baik kesalahan tata bahasa atau pengucapan.

Mintalah siswa untuk bertanya kata yang mereka butuhkan, karena waktu terbaik mempelajari kata baru adalah pada saat mereka ingin mengetahuinya. Gunakan ungkapan-ungkapan yang akan dipergunakan dalam situasi real (nyata), seperti “how do you say…”, “will you please say…”,”I don’t understand…”,”let me see…”,’pardon me…”, dan lain-lain.

Beberapa contoh permainan bahasa, banyak sekali permainan yang dapat diterapkan di dalam kelas untuk mengembangkan kemampuan berbicara yang dapat diakses di internet, tetapi dalam tulisan ini penulis hanya memberikan 3 contoh saja.

Searching for someone (mencari seseorang). Materinya yakni seperangkat pertanyaan. Prosedurnya siswa dibagi atas dua kelompok. Tulis pertanyaan dipapan tulis. How old are you ? How tall are you? What is your hobby? Who is your favorite singer? What is your favorite food? Etc

Bagikan sehelai kertas pada masing-masing siswa. Siswa menulis jawaban pada kertas tersebut kumpulkan jawaban dan tukar. Siswa diminta untuk menemukan pemilik kertas tersebut dengan bertanya jawab.

Bagi siswa yang telah menemukan pemiliknya agar berdiri di depan kelas dan pemenang melaporkan bagaimana dia menemukan pemilik kertas. Guru juga dapat mengembangkan lagi percakapan dengan menyatakan pertanyaan seperti, Why does she/he take … as his favorite food?, Where does his brother live?, dan lain-lain.

Miming Games

Tebak-menebak merupakan permainan yang sangat disukai oleh anak – anak. Cara memainkan permainan Miming ini adalah, salah satu pemain diminta untuk memperagakan seekor binatang, pekerjaan, kegiatan, atau apa yang dipilih.

Kemudian, pemain lain yang memperhatikan gerak-gerik dari pemain itu pun diminta untuk menebak kira-kira apa sih yang sedang dia peragakan? Misalnya saja begini, Are you a football player ?, Is it a dog ?, Are you a actor ?, Is it a crocodile ?

Blindfold Games.

Permainan Blindfold ini merupakan salah satu permainan menarik yang dapat memberikan wawasan luas untuk berbahasa Inggris. Siapa saja pasti suka untuk memainkan permainan ini, tak terkecuali anak kecil sekalipun.

Mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan setiap kosa kata yang berbentuk kata benda, tentu saja tingkatan kesulitan dari games ini bisa bermacam-macam, tergantung kemahiran si pemain ya.

Prosedur, instruktur meminta pemain untuk menutup kedua matanya dengan menggunakan penutup mata. Setelah mata pemain sudah tertutup rapat, instruktur pun kemudian akan memberikan beberapa jenis benda yang telah dipersiapkan untuk diidentifikasi oleh si pemain itu sendiri.

Contohnya begini, apabila si pemain diberikan sebuah pensil, dia akan mengucapkan kalimat seperti : “it is long, it is heavy, it is wood, … i think it is a pencil”. Nah, apabila si pemain bisa mendeskripsikan dan menebaknya dengan benar, tentu saja pemain akan diberikan reward dan menjadi pemenang. (Susi Nofrianti, S.Pd, GURU SMPN 1 KECAMATAN HARAU) Editor : Novitri Selvia
#Susi Nofrianti #Siswa Komunikatif #SMP Negeri 1 Kecamatan Harau #Language Games