Agar dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menjamin terlaksananya pendidikan dengan baik. Pengawas juga memiliki beberapa peran lainnya seperti sebagai fasilitator, coach, mentor dan trainer. Untuk artikel ini akan di bahas khusus peran pengawas sebagi mentor.
Dalam menjalani tugasnya, pengawas juga bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan atau arahan kepada kepala sekolah dan guru untuk menerapkan kurikulum merdeka sesuai dengan harapan merupakan peran pengawas sebagai mentor.
Sebagai mentor, pengawas juga harus selalu memberikan semangat dan motivasi kepada guru dan kepala sekolah. Terutama motivasi meningkatkan kemampuan literasi dengan menulis.
Karena menulis merupakan salah satu keterampilan menuangkan ide, gagasan, pikiran dalam bentuk tulisan. Dan menulis juga merupakan sesuatu yang jarang sekali dilakukan oleh sebagian guru. Karena sibuk dengan administrasi kelas. Padahal menulis merupakan salah satu keterampilan yang perlu diasah oleh guru.
Karena dalam pembelajaran di kelas guru akan mengajarkan peserta didik cara menulis teks sederhana, tentu gurunya harus terlebih dahulu memberikan contoh. Banyak guru yang mengeluh dengan alasan tidak tau cara menulis.
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru agar bisa menulis. Pertama, banyak membaca buku untuk memperkaya kosa kata. Kedua, mulai tuangkan ide-ide sederhana di dalam kertas sesuai dengan aksi nyata yang dilakukan oleh guru.
Ketiga, selama menulis jangan pikirkan bagus atau tidaknya tulisan tetapi tuangkan saja ide tersebut. Keempat, setelah ditulis baca kembali dan lakukan pengeditan. Awalnya mungkin terasa sulit tetapi lama-lama akan terbiasa.
Setelah dilakukan observasi, ternyata banyak guru yang memiliki bakat menulis, tetapi belum memiliki wadah untuk menulis. Saya sebagai pengawas mencoba mencari cara untuk memotivasi guru di Kecamatan X Koto untuk menulis.
Sekitar akhir bulan Agustus 2023 saya bertemu dengan Imelda Yanti, M.Pd. Beliau memotivasi saya untuk mengajak guru-guru menulis artikel dan diterbitkan di koran Padang Ekspres.
Setelah mendengar kabar dari beliau, saya langsung terpikirkan untuk memberikan motivasi kepada guru-guru untuk menulis ketika saya betugas ke sekolah-sekolah.
Sekolah pertama yang saya motivasi adalah UPT SD Negeri 01 Koto Laweh dan UPT SD Negeri 32 Koto Laweh. Alhamdulillah, setelah dimotivasi dan diberikan bimbingan dalam waktu satu minggu sudah terbit 2 artikel perdana dari guru di Kecamatan X Koto.
Artikel tersebut terbit pada tanggal 29 Agustus 2023. Guru tersebut yaitu Desvitri Yanti, S.Pd,Gr (SDN 01 Koto Laweh) dan Firson Rezki Mahefni, S.Pd (Guru PJOK SDN 32 Koto Laweh). Setiap melakukan bimbingan ke sekolah-sekolah, saya selalu memotivasi guru-guru untuk menulis.
Setelah dua artikel tersebut, maka bermunculan lah artikel-artikel dari guru-guru sekolah lainnya. Semenjak Agustus 2023 sampai Minggu pertama Maret 2024 sudah terbit 71 artikel guru-guru Kecamatan X Koto setelah dimotivasi dan diberi arahan oleh pengawas.
Semangat menulis artikel semakin tinggi di kecamatan X Koto. Tidak hanya guru SD yang menulis, Guru TK pun juga ikut menulis. Saya berharap semua guru baik di kecamatan X Koto dan kecamatan lainnya semangat terus untuk menulis.
Karena dengan menulis dapat meningkatkan kemampuan literasi guru dan kelak nanti ketika kita sudah tua akan menjadi cerita kepada anak cucu kita. Teruslah berkarya wahai para guru, mari menjadi penggiat literasi dengan cara menulis di sekolah masing-masing. (Erinal, S.Pd, PENGAWAS TK & SD KECAMATAN X KOTO)
Editor : Novitri Selvia