Momentum hari raya ini, menghadirkan nuansa tersendiri yang diselimuti euphoria sukacita yang terpadu dengan penguatan keimanan dan ketagwaan. Setelah libur hari raya Idul Fitri 1445 H, siswa kembali masuk sekolah, tepatnya pada tanggal 18 April 2024. Pada hari pertama masuk sekolah ini, di SMP Negeri 5 Padang diawali dengan Halalbihalal.
Seluruh siswa, guru dan pegawai berbaris dilapangan sekolah.
Barisan siswa begitu rapi dan tertib, seolah ikut memaknai kegiatan Halalbihalal. Apalagi lapangan sekolah yang diperbaiki lantainya menjadi lapangan basket yang memberi nuansa keindahan sekolah SMP Negeri 5 Padang.
Semua guru berbaris di depan aula. Selanjutnya satu persatu siswa menyalami kepala sekolah, guru dan pegawai. Mereka sangat antusias bersalaman sambil mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Bathin”. Suasana begitu gembira dan penuh senyum terpancar dari raut muka siswa yang semangat menyalami guru-gurunya.
Walaupun Halal Bihalalnya sangat sederhana, hanya bersalaman, namun tentunya memberi makna tersendiri bahwa dengan adanya kegiatan ini, memupuk silaturrahmi, rasa menghargai, dan ikatan bathin sebagai warga sekolah. Tidak bisa kita pungkiri, memang tidak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang tidak mengalami kesalahan dalam hidupnya.
Tepatlah kiranya dengan saling bermaaf-maafan si suasana masih hari lebaran ini, menyadari bahwa kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya menjadi koreksi diri untuk lebih mawas lagi memperbaiki diri, karena tampa disadari, sebagai makhluk yang berakal tentunya tidak luput dari kesalahan.
Sebagai murid, tentu ada rasa bersalah terhadap guru selama pembelajaran yang dilaksanakan. Seperti melanggar aturan dan kesepakatan kelas, membantah nasehat guru. Begitu pula pendidik. Tampa kita sadari, kita telah “menghakimi” anak dengan peraturan-peraturan mmepengaruhi mental peserta didik. Dengan demikian, tepatlah kiranya, di sausana masih lebaran ini, saling bermaaf-maafan.
Selanjutnya, kegiatan di sekolah penulis pada hari kedua masuk sekolah, kami mengadakan silaturahmi dan halal bihalal dengan guru dan pegawai purnabakti SMP Negeri 5 Padang. Suasananya juga tak kalah seru dibandingkan halal bihalal dengan siswa. Kegiatan ini juga berlangsung di aula sekolah.
Kegiatan ini dilakukan setelah proses pembelajaran telah selesai. Ada hal yang bermakna dari acara halal bihalal SMP Negeri 5 Padang. Beberapa guru dan pegawai purnabakti yang hadir beragam tingkatan lama purnabaktinya. Mulai dari 4 tahun bahkan ada yang sudah 22 tahun masih bisa menghadiri kegiatan halal bihalal.
Tentu sangat apresiasi terhadap kehadiran mereka tersebut.
Sebagai rasa penghormatan kepada guru dan pegawai purnabakti, dilakukan temu ramah dengan memperkenalkan mereka di depan aula sekolah satu persatu dan lamanya purnabakti yang telah dijalani.
Sudah cukup banyak juga guru purnabakti di SMP Negeri 5 Padang sehingga menyebabkan Jumlah guru muda dan senior hampir sama banyak pada tahun ini. Mereka yang telah purna bakti tentunya memiliki talenta selama bertugas di SMP Negeri 5 Padang. Beberapa dari mereka tetap berperan terhadap perkembangan sekolah meski sudah pensiun
Pembukaan acara halal bihalal diawali dengan kata sambutan oleh kepala SMP Negeri 5 Padang, Junaidi, M.Ag, M.Pd. Kegiatan berikutnya yang tak kalah menariknya adalah acara doorprize.
Untuk mendapatkannya, panitia menyusun beberapa pertanyaan terkait dengan tokoh pemimpin sekolah SMP Negeri 5 Padang yang telah purnabakti.
Pertanyaan juga menyangkut kondisi sekolah dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan aktivitas sekolah. Kehangatan dan kekeluargaan terpancar dari suasana kegiatan halal bihalal. Momentum seperti dapat memupuk dan mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang erat.
Kegiatan mengundang purnabakti halal bihalal memang pertama kali dilakukan di SMP Negeri 5 Padang. Tentunya peristiwa seperti ini, dapat menjadi kegiatan positif yang merupakan wacana dalam program sekolah.
Halal bihalal yang dilakukan di sekolah memiliki makna yang mendalam, bukan hanya dipandang sebagai bentuk maaf memaafkan, namun juga sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi. Makna yang tersirat dalam halal bihal adalah “ bersih dan menyapa” yang artinya membersihkan hati dari dendam, sakait hati, atau kesalahan yang pernah dilakukan.
Pentingnya halal bihalal dilaksanakan di sekolah dapat membangun kebersamaan. antara siswa, guru, tenaga kependidikan serta pimpinan sekolah. Disamping itu, melalui halal bihalal dapat membantu menjaga keharmonisan komponen sekolah.
Dengan cara memaafkan, sehingga perselisihan dapat diselesaikan dengan damai. Tepatlah kiranya, halal bihalal dijadikan tradisi yang rutinitas setiap tahunnya agar kehidupan yang dijalani terasa damai dan nyaman. Semoga bermanfaat bagi pembaca tulisan penulis ini. (Irma Yenni, M.Pd, GURU SMPN 5 PADANG)
Editor : Novitri Selvia