Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau, Ada Kebanggaan di Lomba Perpustakaan Tingkat SLTP/MTs

Novitri Selvia • Selasa, 7 Mei 2024 | 11:04 WIB

Desrita, S.Pd., GURU UPTD SMPN 1 KECAMATAN HARAU.(TIM LAMAN GURU)
Desrita, S.Pd., GURU UPTD SMPN 1 KECAMATAN HARAU.(TIM LAMAN GURU)
Perpustakaan sebagai jantung sebuah lembaga pendidikan, sudah selayaknya mendapat porsi dan posisi yang strategis guna merealisasikan visi dan misi sekolah. Semua pihak, khususnya kepala sekolah harus memberi perhatian lebih pada eksistensi perpustakaan sekolah.

Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah dengan tujuan mencapai tujuan, visi dan misi sekolah serta tujuan pendidikan pada umumnya. Di samping itu dalam penjelasan Undang-Undang Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, disebutkan bahwa salah satu sumber belajar di sekolah yang amat penting adalah perpustakaan.

Mengingat pentingnya peran perpustakaan sekolah maka perlu adanya suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan sekolah dapat terwujud yang juga didukung oleh sokongan kepala sekolah.

Dari berbagai sudut pandangan di atas, perpustakaan UPTD SMPN Kecamatan Harau berupaya melakukan terobosan dan revitalisasi peran dan fungsi perpustakaan untuk mendukung program, visi dan misi sekolah.

Berbagai program dan terobosan yang direncanakan diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar agar perpustakaan sekolah sebagai pusat pengetahuan dapat terealisasi secara optimal baik secara manual maupun digital.

Salah satu kegiatan yang diikuti oleh perpustakaan UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau untuk meningkatkan pengelolaan dan mutu perpustakaan sekolah yakni dengan mengikuti lomba perpustakaan sekolah tingkat SLTP/MTs terbaik Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Lomba perpustakaan sekolah ini diikuti oleh 60 sekolah tingkat SLTP/MTs di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan mengisi instrumen yang diminta berkaitan dengan kelengkapan perpustakaan sekolah maka terdapat 14 sekolah yang mengirim instrumen yang diminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Limapuluh Kota.

Terdapat 2 komponen dalam lomba perpustakaan sekolah ini dengan beberapa instrumen yang tergabung di dalamnya yakni, (1) komponen transformasi perpustakaan dan (2) komponen implikasi perpustakaan terhadap pembelajaran.

Komponen transformasi perpustakaan menitikberatkan pada penilaian terhadap kemampuan perpustakaan sekolah/madrasah dalam bertransformasi. Hal ini mengacu pada program prioritas nasional yang didukung oleh Perpustakaan Nasional RI tentang transformasi perpustakaan guna mendukung kesuksesan program pembelajaran abad 21 dengan instrumen/aspek penilaian sebagai berikut,

(1.1) pengembangan diri (self improvement) dengan indikatornya perpustakaan memiliki tata tertib, perpustakaan memiliki program pengembangan karakter gemar membaca (gerakan literasi), perpustakaan memiliki ketersediaan koleksi pengembangan karakter gemar membaca,

(1.2) Literasi baca-tulis (Reading-Writing Academy) dengan beberapa indikator diantaranya, perpustakaan memiliki program kerja bimbingan membaca kritis (critical reading), perpustakaan memiliki program bimbingan teknis menulis (writing academy) serta memiliki ketersediaan koleksi yang mendukung peningkatan keterampilan membaca dan menulis,

(1.3) Pemrakarsa literasi digital (Digital Facilitator) dengan indikator perpustakaan memiliki program bimbingan penelurusan informasi digital dan perpustakaan memfasilitasi sarana IT (komputer, internet, printer, scanner) bagi warga sekolah,

(1.4) Penyusunan modul pembelajaran Tematik (segmented modules) yang mencakup indikator perpustakaan meliki peta segmentasi kebutuhan informasi warga sekolah dan pustaka menyediakan rujukan/referensi yang mendukung pembelajaran setiap bidang studi (pathfinder),

(1.5) proses kerja perpustakaan (Business Process) dengan indikator perpustakaan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pengadaan koleksi, SOP pengolahan koleksi dan SOP pelayanan perpustakaan serta perpustakaan memiliki pedoman pengatalogan, pengklasifikasian dan tajuk subjek,

(1.6) Platform Digital (digital platform) dengan beberapa indikator diantaranya perpustakaan memiliki website perpustakaan, memiliki media sosial dan memiliki aplikasi layanan koleksi digital, (1.7) Ruang/area belajar (Smart Class) dengan indikator perpustakaan memiliki fasilitas Co working space (ruang kerja kelompok) dan keterlibatan perpustakaan dalam program pembelajaran berbasis projek,

(1.8) Pusat pengetahuan (Knowledge Center) dengan indikator perpustakaan menyediakan dan mengupdate konten digital yang berbasis ilmu pengetahuan (konten Youtube, Podcast, TikTok atau media sosial lainnya).

Komponen implikasi perpustakaan terhadap pembelajaran lebih menitik beratkan pada keterlibatan perpustakaan dalam memcapai keberhasilan program pembelajaran di sekolah dengan insrumen/aspek sebagai berikut,

(2.1) Implikasi terhadap program Intrakurikuler dengan beberapa indikator diantaranya, perpustakaan menyediakan koleksi buku pengayaan yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum, perpustakaan menyediakan koleksi yang sesuai dengan visi dan misi sekolah, perpustakaan menyediakan koleksi yang mendukung minat dan bakat siswa serta perpustakaan mendukung program pembelajaran pada muatan lokal (bahasa daerah dan budaya lokal),

(2.2) Implikasi terhadap pembelajaran penguatan karakter dengan indikator peningkatan jumlah kunjungan perpustakaan, peningkatan jumlah pemimjam koleksi perpustakaan dan peningkatan jumlah karya peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi koleksi perpustakaan (karya tulis, projek, konten dan sebagainya),

(2.3) Implikasi terhadap program Ekstrakurikuler dengan indikatornya peningkatan keterampilan peserta didik dalam berbagai bidang yang difasilitasi oleh perpustakaan (mading, poster, lukisan). Serta peningkatan prestasi peserta didik dalam berbagai bidang yang difasilitasi oleh perpustakaan.

Setelah menyiapkan dokumen dan data yang diminta dalam instrumen lomba perpustakaan ini, maka dari 60 sekolah yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota maka terdata 14 sekolah yang mengirimkan instrumen.

Dari 14 sekolah yang telah diverifikasi administrasi oleh Panitia maka terjaringlah 6 sekolah yang akan dilakukan visitasi (kunjungan) oleh tim juri pada tanggal 27 s/d 02 Desember 2023 yakni UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau, UPTD SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh, UPTD SMPN 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban, SMP Cahaya Islam 2, MTsN 3 dan MTsN 6 Limapuluh Kota.

Tim juri dalam visitasi perpustakaan ini terdiri dari Yelvi Oktavia, S.IP sebagai ketua merangkap anggota dari perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Rahmah Fajria, S.Sos sebagai sekretaris merangkap anggota dari perpustakaan Kabupaten Limapuluh Kota dan Yollanda Ferry, S.Kom sebagai anggota dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota.

UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau memperoleh jadwal visitasi pada hari kamis tanggal 30 November 2023. Dengan menyiapkan seluruh berkas, dokumen dan data kelengkapan perpustakaan maka UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau berharap dapat berbenah menjadi perpustakaan sekolah dengan pelayanan dan koleksi yang lebih maksimal dengan ditunjang dengan penyediaan aplikasi pustaka digital dengan menggunakan aplikasi e-smart Literasia. (Desrita, S.Pd, GURU UPTD SMPN 1 KECAMATAN HARAU)

Editor : Novitri Selvia
#DESRITA #UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau #lomba perpustakaan