Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 12 Paninjauan, Pengenalan Turus bagi Murid SD Kelas 1

Novitri Selvia • Jumat, 12 Juli 2024 | 10:33 WIB

Reni Asmara, S.Pd, GURU UPT SDN 12 PANINJAUAN. (TIM LAMAN GURU)
Reni Asmara, S.Pd, GURU UPT SDN 12 PANINJAUAN. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Matematika merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik pada semua tingkat pendidikan. Untuk Sekolah Dasar (SD) ada beberapa elemen yang diajarkan kepada peserta didik yaitu bilangan, aljabar, pengukuran, geometri dan analisis data dan peluang. Semua elemen dipelajari yang disesuaikan dengan tingkat fase peserta didik.

Sebagian peserta didik menganggap bahwa Matematika merupakan mata pelajaran yang sulit bagi mereka. Karena beberapa konsep dasar yang tidak kuat dan beberpa hal yang mereka bigung. Ketika bibgung mereka akan menganggap ini sulit tanpa bertanya kepada guru. Pembelajaran yang tidak menyenangkan dan monoton juga bisa menjadi penyebab mereka bosan belajar Matematika.

Hal ini menunjukkan bahwa guru harus membuat inovasi agar peserta didik tertarik untuk belajar. Khusus untuk kelas 1 pada fase A sama-sama kita ketahui bahwa penanaman konsep dimulai dari konkret, semi konkret dan abstrak. Siswa fase A belum mampu langsung memahami konsep yang abstrak, maka guru harus menyesuaikan cara mengajar dengan tingkat pemahaman peserta didik sesuai fasenya. Seperti pada elemen analisis data pada kelas 1.

Nah, pengolahan data di kelas 1 fase A masih dalam tahap yang sederhana. Bapak ibu bisa memulai dengan mengajak anak ke luar kelas, kemudian mengambil beberapa benda yang mereka temukan. Benda yang mereka temukan kemudaian mereka kelompokkan. Seperti sesama batu, daun, lidi dan lain-lain. Kemudian mereka akan menghitung apa yang sudah dikelompokkan.

Misalnya batu ada delapan, daun ada sembilan, lidi ada lima. Setelah mereka menghitung mereka mencatat di buku mereka dan kembali ke kelas. Didalam kelas guru bertanya bagaimana dengan hasil temuan mereka. Beranekaragam dan tentunya mereka antusias. Nah, di sini baru ibu guru mulai masuk cara menulis hasil temuan dalam bentuk turus. Turus dalam ilmu statika diartikan sebagai bentuk penulisan frekuensi dalam tabel dengan menggunakan garis lurus dan garis miring.

Biasanya turus digunakan dalam penyajian data berbentuk tabel frekuensi. Cara menghitung frekuensi yang paling sederhana adalah dengan cara men-tally. Artinya setiap jawaban yang telah diberi kode dimasukkan kedalam kategori yang sesuai. Caranya dengan memberi tanda pada kolom yang telah disediakan. Tanda yang dicoretkan itu dinamakan tally atau turus. Adapun turus itu sendiri merupakan bentuk garis-garis berjajar yang melambangkan bilangan.

Bentuknya menyerupai huruf “i” besar (I) dengan penulisan yang dikelompokkan tiap 5 turus. Diagram turus merupakan perwujudan dari tabel turus yang kemudian disajikan dalam bentuk diagram. Tabel adalah tampilan visual yang terdiri dari kolom dan baris yang di dalamnya disajikan angka, teks, atau kombinasi angka dan teks. Menurut observasi yang dilakukan dengan cara mencatat menggunakan turus/tally (tally mark) adalah istilah untuk menggambarkan angka berupa simbol tertentu dengan tujuan untuk mempermudah pembacaan angka tersebut, terutama angka yang berjumlah cukup banyak.

Sedangkan kata turus artinya adalah tiang atau tonggak (dari kayu dsb.) untuk mengukuhkan pagar (belat, bendungan, dsb). Sebuah tabel dapat dibaca dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Jika kita membaca tabel melintasi baris, maka kita membaca informasinya dari kiri ke kanan. Pada tabel, terkadang turus tidak dituliskan, sehingga data hanya dapat disajikan dalam dua kolom. Penyajian data secara sederhana dilakukan dalam dua cara yakni dalam bentuk tabel dan grafik.

Namun dikarenakan murid kelas 1 SD belum belum mempelajari tentang grafik maka disini penulis hanya akan membahas penyajan dalam bentuk tabel saja. Contoh tabel turus : Warna Hitam jumlah siswa 6 orang, merah 10 orang, kuning 15 orang, Hijau 7 orang.
Setelah beberapa contoh, siswa paham cara menulis turus. Ternyata pada kelipatan lima itu dibuat garis miring dari kiri atas ke kanan bawah.

Kemudian, manfaat penyajian data dalam bentuk diagram turus ataupun diagram tabel adalah untuk menyajikan data dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami.Banyak cara sebenarnya untuk menanamkan konsep pengolahan data sederhana bagi peserta didik Fase A. Dibutuhkan kreativitas guru dalam menarik peserta didik untu belajar. Sehingga peserta didik betah berlama-lama belajar dan menganggap mereka bermain padahal mereka sebenarnya belajar. Mari buat peserta didik mencintai Matematika sejak dini. Salam Numerasi Guru Hebat. (Reni Asmara, S.Pd, GURU UPT SDN 12 PANINJAUAN)

Editor : Novitri Selvia
#SD Negeri 12 Paninjauan #Reni Asmara #Pengenalan Turus