Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 04 Saruaso, Perkuat Peranan Transisi PAUD-SD Yang Menyenangkan

Novitri Selvia • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 08:30 WIB
Amniwar, S.Pd.SD (KEPALA UPT SDN 04 SARUASO), (TIM LAMAN GURU)
Amniwar, S.Pd.SD (KEPALA UPT SDN 04 SARUASO), (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kegiatan penguatan transisi PAUD-SD yang menyenangkan untuk Kecamatan Tanjung Emas dan Padang Ganting, diadakan di SDN 03 Kototangah pada Jumat, 5 Juli 2024. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Tanahdatar yang diwakili oleh Kabid TK SD yaitu Lutfi, S.Pd.

Beliau menekankan tentang penguatan perubahan pembelajaran dalam gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan utamakan perkenalan lingkungan kepada siswa baru. Terlihat antusiasme guru-guru kelas 1 dan bunda PAUD Nagari dan kecamatan yang ikut menghadiri kegiatan serta menambah semangat dengan hadirnya pemateri pemateri yang handal.

Sambutan Bunda PAUD Tanahdatar Lise Eka putra, disampaikan oleh Dra Imelda Yanti, M.Pd selaku wakil ketua Pokja Bunda PAUD Tanahdatar. Beliau berpesan agar penguatan perubahan pembelajaran dalam transisi PAUD-SD yang menyenangkan dengan mengajak guru-guru untuk memahami.

Karena masih adanya miskonsepsi tentang siap sekolah di masyarakat. Yang mana siap bersekolah jangan diartikan bisa calistung dalam makna sempit hanya pada kemampuan calistung saja. Dampak dari miskonsepsi tersebut adalah 1.Proses belajar dilakukan dengan metode yang salah atau bagaimanapun caranya anak sudah harus dapat Calistung. 2. Anak percaya bahwa dirinya tidak pintar saat tidak bisa calistung. 3.

Walaupun anak mampu membaca, orientasi ke baca tulis hitung saja akan menghasilkan kemampuan literasi yang rendah. Artinya anak bisa lancar membaca namun tidak paham maknanya. Mendengar kata-kata tersebut kami sebagai peserta seminar tersebut bertambah yakin memang benar di PAUD tersebut belum boleh diajarkan calistung.

Dan bahkan untuk tes masuk SD saja juga tidak diperbolehkan melakukan tes calistung tersebut. Sebagaimana kata dari fisikolog ada enam kemampuan yang harus dikuasai anak PAUD dan ada strategi pembelajaran PAUD-SD tingkat awal harus berkesinambungan dan tidak hanya fokus pada kemampuan calistung.

Transisi PAUD SD adalah proses di mana anak berpindah dari perannya sebagai peserta didik PAUD, menjadi peserta didik SD atau MI artinya transisi yang dialami oleh anak dari PAUD-SD haruslah mulus. Atau anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian sebagaimana akibat dari perpindahannya artinya kemampuan pondasi dapat dibangun sejak PAUD dan dapat diteruskan hingga SD kelas awal.

Maka pembelajaran di PAUD dan SD kelas awal haruslah seperti satu napas
Transisi PAUD-SD merupakan sebuah gerakan bukan suatu program. Gerakan transisi PAUD BSD yang menyenangkan memastikan bahwa di manapun titik berangkat anak. Mereka berhak mendapatkan hak yang sama yaitu memiliki kemampuan pondasi agar dapat siap bersekolah dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Oleh sebab itu kita sebagai orang tua, kepala sekolah, guru PAUD, guru SD, dinas pendidikan bahkan pengawas SD harus mengetahui kemampuan pondasi sejauh mana saat untuk masuk SD. Kemudian dilanjutkan materi oleh Dra. Imelda Yanti, M.Pd yang berpendidikan terakhir S2 UNP Sandwich OSU, colombus USA yang mottonya Bangun Jembatan Hati.

Beliau menyampaikan MPLS itu dilaksanakan selama 2 minggu awal di tahun ajaran 2024/2025 dan akan dilakukan oleh bapak/ibu dalam perjalanan belajar melalui modul-modul. Yaitu modul 1, mengapa penguatan transisi PAUD SD penting. Modul 2 bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung. Modul 3, bagaimana membangun kemampuan literasi numerasi secara bertahap.

Modul 4, bagaimana membangun kemampuan pondasi secara holistik dan bertahap sejak PAUD hingga SD. Modul 5, bagaimana merencanakan pembelajaran yang menguatkan transisi dan Modul 6, bagaimana melaporkan pembelajaran yang menguatkan transisi PAUD SD.

Kemudian materi dilanjutkan oleh Suci Primaidanis, S.Pd.SD, seorang guru UPT SDN 01 Pangian Kecamatan Lintaubuo tentang kesepakatan kelas. Serta miskonsepsi praktik pembelajaran pada pendidikan anak usia dini masih ada pada calistung-calistung yang sempit dan masih diterapkan. Membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan.

Anak akan merasa senang dalam belajar, percaya diri, mau mengelola emosi dan menghargai orang lain. Enam kemampuan fondasi yang harus dibangun, juga dikuatkan lagi untuk anak PAUD hingga SD kelas awal seperti: 1. Mengenal nilai agama dan budi pekerti, 2. Kematangan emosi, 3. Keterampilan sosial dan bahasa, 4. Pemaknaan terhadap belajar yang positif, 5. Keterampilan motorik dan perawatan diri, 6. Kematangan kognitif yang cukup untuk mencapai kegiatan belajar.

Bimbingan teknik penguatan perubahan pembelajaran dalam gerakan transisi PAUD PSD yang menyenangkan disampaikan oleh Nicky Oktavia SPD. Untuk mengetahui kemampuan pondasi adalah dengan melakukan asesment awal dengan menggali informasi tentang pencapaian peserta didi yang kemudian digunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya.

Laju perkembangan anak berbeda-beda, disebabkan oleh faktor gizi saat bertumbuh, kesempatan berinteraksi, kualitas pendidikan sebelumnya serta tidak semua anak di PAUD mendapat hak terbangun pondasinya. Oleh sebab itu dibutuhkan asesmen awal untuk menguatkan kemampuan pondasinya dengan cara berpusat pada peserta didik dan menyenangkan tidak bersifat testing sederhana dan realistik. (Amniwar, S.Pd.SD, KEPALA UPT SDN 04 SARUASO)

Editor : Novitri Selvia
#DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TANAHDATAR #SDN 03 Kototangah #SD Negeri 04 Saruaso #Amniwar #Peranan Transisi PAUD SD yang menyenangkan