Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPTD SD Negeri 01 Balaipanjang, Tingkatkan Kompetensi Niniak Mamak dan Bundo Kanduang

Novitri Selvia • Rabu, 11 September 2024 | 14:10 WIB

LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin saat menghadiri kegiatan adat di Kabupaten Limapuluh Kota. (TIM LAMAN GURU)
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin saat menghadiri kegiatan adat di Kabupaten Limapuluh Kota. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam bahasa Minangkabau, “ninik” berarti leluhur atau nenek moyang, sementara “mamak” mengacu pada paman dari pihak ibu. Istilah ninik mamak dalam budaya Minangkabau merujuk kepada figur paman yang dihormati dan dianggap memiliki otoritas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Minangkabau.

Ninik mamak adalah tokoh yang dihormati dalam struktur kekeluargaan Minangkabau yang matrilineal. Mereka memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan keluarga, termasuk dalam urusan adat, pemerintahan, dan penyelesaian konflik.

Menurut Perda Provinsi Sumbar Nomor 7 Tahun 2018,  https://padang.tribunnews.com/tag/ninik-mamak-adalah orang yang diangkat sebagai penghulu adat oleh suku atau kaum dalam suatu nagari.

Bundo Kanduang adalah personifikasi etnis Minangkabau dan julukan yang diberikan kepada perempuan sulung atau yang dituakan dalam suatu suku. Sebutan ini hanya melekat pada perempuan yang telah berkeluarga.

Dalam masyarakat Minangkabau, peran perempuan telah ditekankan melalui organisasi persatuan perempuan Minang yang dikenal sebagai Bundo Kanduang. Mereka bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga penjaga nilai-nilai budaya dan adat Minangkabau. Bundo kanduang dilukiskan dalam satu ungkapan yang berbunyi:

“Bundo kanduang, limpapeh rumah nan gadang, umbun puruak pegangan kunci, umbun puruak aluang bunian, pusek jalo kumpulan tali, sumarak di dalam kampuang, hiasan dalam nagari, nan gadang basa batuah, kok hiduek tampek banasa, kok mati tampek baniat, kaundang-undang ka Madinah, kapayuang panji ka sarugo”.

(Bunda Sejati, kebesaran rumah gadang, pusat kuasa pemegang kunci, pemegangwarisan pusaka, pusat jala kumpulan tali, semarak dalam kampung, hiasan dalam nagari, yang besar bertuah, kalau hidup tempat bernazar kalau mati tempat berniat sebagai penuntun ke tanah suci, sebagai payung panji untuk ke surge).

Untuk meningkatkan peranan Niniak Mamak dan Bundo Kanduang tersebut pada tanggal 3-5 September 2024 kemarin. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota melalui dana Pokir anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Ir. Afri Yunaldi, IPM mengadakan pelatihan yang bertempat di Hotel Nikita Bukittinggi.

Peserta terdiri atas 36 orang Niniak Mamak dan 40 orang Bundo Kanduang. Kegiatan pelatihan tersebut diadakan selama tiga hari. Mulai dari hari Selasa sampai hari Kamis.

Para peserta berdatangan sekitar jam 14.00 WIB karena panitia dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan informasi bahwasanya pelatihan akan dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo.

Dalam pembukaannya Bapak Bupati merasa bangga dan bahagia bisa bersama Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Kecamatan Payakumbuh tepatnya Nagari Taeh Bukik. Dan Bupati berpesan kepada para peserta pelatihan agar bisa melaksanakan pelatihan dengan sebaik – baiknya serta bisa menimba ilmu dari para narasumber nantinya.

Para narasumber yang dihadirkan adalah narasumber yang sudah ahli dibidang adat dan budaya tentunya. Ada yang berasal dari LKAAM dan Bundo Kanduang Limapuluh Kota dan juga ada yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat.

Mereka adalah Yulfian Azrial, SE (Kepala kajian Konsultasi dan Pemberdayaan Nagari Adat Alam Minangkabau ), Zulhikmi, S.Pd Dt.Rajo Suaro (Ketua LKAAN Limapuluh Kota), Musra Dahrizal Mak Katik jo Mangkoto (Budayawan), Nurhasiswan Dt. Marajo Sati (LKAAM Limapuluh Kota), Mirnawati, S.Pd (Bundo Kanduang Limapuluh Kota).

Para peserta pelatihan sangat antusias sekali dalam kegiatan ini. Mereka bersemangat dalam belajar dan tidak lupa bertanya kepada narasumber ketika ada persoalan yang mereka kurang memahaminya. Di akhir kegiatan mereka berharap supaya kegiatan – kegiatan seperti ini akan ada lagi kedepannya.

Dan tak lupa juga mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh pihak yeng telah menyukseskan kegiatan pelatihan Niniak Mamak dan Bundo Kanduang ini. Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Ali Hasan, S.Sos.

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh peserta pelatihan Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh dan ia juga berharap semoga ilmu yang telah didapatkan dapat dimanfaatkan di tengah – tengah masyarakat.(Muhammad Arief, S.Pd.SD, GURU UPTD SDN 01 BALAIPANJANG)

Editor : Novitri Selvia
#Muhammad Arief #niniak mamak #UPTD SD Negeri 01 Balaipanjang #bundo kanduang