Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 22 Panyalaian, Sinergi Aksi menuju Pendidikan Berkualitas

Novitri Selvia • Jumat, 27 September 2024 | 20:30 WIB
BERBAGI ILMU: Salah seorang guru UPT SDN 22 Panyalaian terlihat sedang berbagai ilmu dengan guru lainnya. (TIM LAMAN GURU)
BERBAGI ILMU: Salah seorang guru UPT SDN 22 Panyalaian terlihat sedang berbagai ilmu dengan guru lainnya. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kurikulum Merdeka adalah sebuah inisiatif pendidikan yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar.

Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengajaran dan pembelajaran, menekankan pada pengembangan kompetensi siswa, dan memberi kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan materi ajar sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka, peran guru dan kepala sekolah sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi kurikulum ini. Keduanya memiliki peran yang lebih fleksibel dan dinamis dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya.

Karena Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran yang lebih personal, relevan, dan berbasis proyek. Peran Kepala Sekolah dalam Kurikulum Merdeka adalah

(1) Pemimpin Pembelajaran. Pemimpin pembelajaran memastikan bahwa seluruh komponen sekolah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Mereka harus mendukung guru dalam melaksanakan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan adaptif

(2) Pengembangan Profesional. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam memastikan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi antar guru.

Secara keseluruhan guru dan kepala sekolah dalam Kurikulum Merdeka berpusat pada siswa dengan penciptaan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, inklusif, dan berbasis pada pengembangan karakter serta kompetensi siswa.

Faktor fundamental yang melatarbelakangi kepala sekolah UPT SDN 22 Panyalaian yaitu sebagai Sekolah Penggerak, yang senantiasa bergerak, tergerak dan menggerakkan.

Tentunya berimplikasi pada kebijakan sekolah, sehingga kepala sekolah sangat diharapkan dapat membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi terbaik pada mutu pendidikannya.

Lembaga Pendidikan yang mampu memberikan warna dalam setiap sendi kehidupan, memberikan pelayanan pendidikan yang baik dan bermutu dari segi akademik maupun non akademik.

Kepala UPT SDN 22 Panyalaian bervisi untuk mampu mensinergikan antara visi, misi dan seluruh sumber daya yang dimiliki sekolah menuju suatu pencapaian sekolah bermutu.

Dalam pelaksanaannya ada beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya:

(1) Keterbatasan Sumber Daya.

(2) Kualitas Pengembangan Guru. Kompetensi sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang masih rendah dilihat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,

(3) Peningkatan kualitas siswa.

(4) Manajemen waktu dan beban kerja.

(5) Perubahan kurikulum dan kebijakan.

(6) Hubungan dengan orang tua dan Masyarakat.

(7) Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan.

(8) Evaluasi dan Penilaian.


UPT SDN 22 Panyalaian berada di barisan terdepan untuk menjadi sekolah yang bermutu sebagai Sekolah Penggerak khususnya di Kecamatan X Koto Kabupaten Tanahdatar.

Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di UPT SDN 22 Panyalaian Kecamatan X Koto antara lain :

Pertama, Meningkatkan profesionalisme guru. Standar bagi guru yang profesional yaitu adannya upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas diri baik dengan cara melanjutkan studi atau melakukan kegiatan pengembangan diri.

Kegiatan peningkatan kompetensi PTK, seperti : Komunitas Belajar di sekolah yang diberi nama Kombel Cadiak Pandai, bersilancar dengan PMM, Workshop dengan anggaran BOS Kinerja dan seminar dibuktikan dengan sertifikat.

Kedua, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui observasi dan supervise kelas. Observasi dan supervise kelas yang sudah dilaksanakan yaitu diberi tahu dan tidak diberi tahu.

Hasil dari observasi yang diberi tahu dengan yang tidak diberi tahu sama saja karena guru kita sudah mempersiapkan proses pembelajaran pada Kombel.

Guru mampu menjadikan proses pembelajaran di kelas menjadi pembelajaran yang aktif, menyenangkan serta berpusat pada peserta didik. Pembelajaran memperhatikan keberagaman karakteristik dan tingkat kemampuan peserta didik.

Dalam pembelajaran guru menggunakan berbagai metode, model dan pendekatan, seperti : Jigsaw, NHT, Map Mapping, tutor sebaya. Yang menjadi kendala pada kelas1 dan 2 yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pembelajaran berdiferensiasi.

Untuk mengatasinya perlu adanya pengorganisasian materi, penambahan jam bagi anak-anak yang tertinggal, secara klasikal maupun personal.

Ketiga, meningkatkan sarana dan prasarana. Di antara sarana dan prasarana yang di miliki UPT SDN 22 Panyalaian adalah lokal terdiri dari 7 kelas, perpustakaan, mushalla, halaman, kantin, kantor guru, kantor Kepala Sekolah, ruangan pertemua, UKS, WC. Di setiap kelas sudah dilengkapi dengan proyektor dan perangkatnya serta tiga TV Android.

Keempat, Motivasi dan penghargaan. Motivasi diberikan kepada guru dan siswa dengan pemberian hadiah, mengadakan kompetisi, memberikan pujian, pemberian punishman, suasana belajar yang menyenangkan.

Pemberian motivasi kepada guru dan siswa dalam rangka meningkatkan kualitasnya. Di sisi lain motivasi siswa dibangkitkan dengan pengembangan bakat dan minat siswa lewat kegiatan ekstrakurikuler, seperti :

(1) Randai.

Ekstrakurikuler randai ini dilaksanakan pada semester genap pada tahun pelajaran berjalan yang dikuti oleh 30 orang siswa dengan latihan setiap hari Selasa pada pukul 13.30 – 15.00, semua anak sangat antusias dalam berlatih sehingga sudah dapat ditampilkan pada acara Pentas Seni di akhir tahun pelajaran dengan judul Sabai Nan Aluih.

(2) Talempong.

Ekstrakurikuler talempong dilaksanakan untuk menghidupkan kembali kesenian Minangkabau, ternyata siswa sekolah dasar juga bisa bermain talempong.

(3) Seni tari, seni musik, seni lukis.

Kegiatan seni music, seni tari dan seni lukis ini dilaksanakan setiap hari Senin pada pukul 13.30 – 15.00 yang diikuti oleh siswa kelas 3,4 dan 5 sesuai bakat.

(4) Pramuka yang diwajibkan untuk semua siswa yang tida bermasalah kesehatannya, Dimana kegiatan ni bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berwawasan luas, mandiri, serta memiliki keterampilan hidup.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkanpotensi pribadi, moral, social, intelektual, emosional dan fisik melalui bernbagai aktivitas yang mengajarkan keterampilan hidup, nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap alam dan bangsa. Waktu pelaksanaannya setiap hari Rabu mulai pukul 13.30 – 15.00.
Lalu,

(5) Tahfizh.

Kegiatan tahfizh kami laksanakan mendukung program unggulan Bupati Tanah Datar yaitu satu rumah satu hafizh, satu sekolah satu kelompok tahfizh. Kegiatan tahfizh ini dilaksanakan dua kali dalam satu minggu yaitu setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 13.30 -15.00.

(6) Olah raga.

Ekstrakurikuler olah raga merupakan idola semua anak, boleh dikatakan tidak ada anak yang tidak menyukai ekstrakurikuler olah raga. Karena keterbatasan sarana, untuk olah raga dititik beratkan pada olah raga atletik, bulu tangkis dan tenis meja.

Pelaksanaannya setiap hari Sabtu, persiapan agenda rutin tahunan untuk O2SN mulai tingkat kecamatan sampai nasional. Alhamdulillah dua tahun terakhir ada siswa kita utusan Kecamatan X Koto untuk Kabupaten Tanah Datar.

Dari Sinergi Aksi yang telah dilakukan menuju Pendidikan yang berkualitas, tidak hanya mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja guru, tetapi juga membangun budaya pendidikan yang lebih baik, kolaboratif, dan inovatif.

Warga UPT SDN 22 Panyalaian sudah terbiasa disiplin, paham dengan tugas dan tanggung jawab serta mampu memberi tauladan untuk sekolah yang berada di Kecamatan X Koto.

Mulai dari Tahun Pelajaran 2022 / 2023 sampai saat ini, ada beberapa kemajuan yang dicapai guru diantaranya 2 (dua) orang guru telah mengikuti program guru penggerak Angkatan 8 dan 11, beberapa orang guru ikut serta program Pembatik (Pembelajaran Berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi), sudah banyak melahirkan aksi nyata di PMM dan prestasi yang telah diraih oleh UPT SDN 22 Panyalaian Kecamatan X Koto, yaitu :

(1) Juara Umum 1 tingkat Kec. X Koto pada even yang diadakan oleh SMP I X Koto, dengan cabang lomba : Olimpiade Mata Pelajaran MIPA, IPS, dan futsal tahun 2023.

(2) Juara Harapan 2 Cerdas Alquran tingkat Kabupaten Tanah Datar yang diadakan Pemda Tanah Datar yang bekerjasama dengan Padang TV tahun 2023.

(3) Juara Umum I lomba yang diadakan oleh MTI Pandai Sikek tingkat SD se Sumatera Barat, cabang olimpiade Mata Pelajaran, Maraton dan Seni Tari tahun 2023.

(4) Juara 1 dalam Kompetisi Olah raga Siswa Nasional tingkat Kecamatan X Koto cabang Atletik tahun 2023.

(5) Juara 2 dalam Kompetisi Olah raga Siswa Nasional tingkat Kabupaten Tanah Datar canbang Atletik tahun 2023.

(6) Juara 1 FLSSN cabang Gambar Bercerita Tingkat Kabupaten Tanah Datar tahun 2024.

(7) Juara umun 2 lomba yang diadakan oleh MTI Pandai Sikek tingkat SD se-Sumatera Barat, cabang olimpiade Mata Pelajaran, Maraton dan Seni Tari tahun 2024.

Selain untuk ajang lomba semua kegiatan ekstrakurikuler ini lebih diutamakan untuk pengembangan bakat dan minat siswa sehingga ada keseimbangan antara otak kanan dan otak kirinya. (Nettia Murni, S.Ag, KEPALA UPT SDN 22 PANYALAIAN)

Editor : Novitri Selvia
#Nettia Murni #Kemendikbudristek #kurikulum merdeka #pendidikan berkualitas #SD Negeri 22 Panyalaian #sekolah penggerak