PADEK.JAWAPOS.COM-Kesejahteraan guru menjadi salah satu isu terpenting dalam pendidikan tanah air. Isu tersebut seolah tidak pernah selesai untuk dibahas. Perannya pun sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Menteri Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pun membenarkan pernyataan tersebut, menurutnya kesejahteraan guru sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan.
Untuk itu persoalan kesejahteraan guru harus tetap menjadi perhatian bersama. Apalagi, sampai saat ini kesejahteraan guru di Indonesia belum mendapatkan kepastian yang jelas.
Buktinya, gaji guru honorer tidak tetap dan bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp2 juta, banyak guru honorer yang menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR).
Upah guru honorer sering terlambat dibayarkan, guru honorer sering dibebani dengan beban kerja yang sama dengan guru tetap, dan status kepegawaian guru honorer tidak jelas, sehingga mereka sulit merencanakan masa depan.
Tepatlah, jika saat ini dunia pendidikan kita saat ini tengah hangat membincangkan mengenai janji peningkatan kesejahteraan guru. Janji tersebut, diucapkan oleh adik Prabowo sekaligus Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran, Hashim Djojohadikusumo saat kampanye.
Ia menyebutkan, nantinya, setiap guru akan diberikan tambahan gaji sebesar dua juta rupiah. Maka itu, saat ini, janji tersebut terus ditagih dan dikawal.
Koordinator Nasional (Koornas), P2G Satriwan Salim, mengatakan, janji soal gaji guru akan terus ditagih setelah pelantikan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober mendatang, apalagi, menurutnya, janji tersebut sangat realistis untuk dipenuhi.
Berdasarkan perhitungannya, tidak sampai Rp 100 triliun dana yang diperlukan untuk memenuhi penambahan gaji seluruh guru di Indonesia. Untuk itu, upaya mengawal kebijakan berkaitan peningkatan kesejahteraan guru tersebut harus terus dilakukan.
Bak gayung bersambut, seolah ingin menepati janji kampanyenya, Presiden terpilih, Prabowo Subianto, melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti, mengungkapkan, bahwa, saat ini pemerintah sedang menghitung anggaran untuk bisa memberikan tambahan gaji Rp 2 juta per bulan untuk para guru.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa, nantinya setiap guru harus memenuhi syarat dan ketentuan tertentu agar mendapatkan gaji tambahan tersebut. Konfirmasi ini, tentunya disambut baik oleh seluruh guru di Indonesia.
Meskipun, tidak semua guru bisa mendapatkannya. Tetapi, setidaknya upaya peningkatan kesejahteraan guru sudah terlihat progresnya. Berharap, suatu saat nanti, semua guru bisa mendapatkannya, tanpa ada persyaratan yang menyusahkan untuk mengurusnya.
Berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru, sebenarnya bukanlah sebuah janji baru. Hampir setiap calon pemimpin pasti memasukkan janji tersebut ke dalam program unggulannya.
Mulai dari calon pemimpin daerah tingkat kabupaten kota, provinsi, hingga pemimpin bangsa. Seolah, janji tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap guru agar menjadi salah satu dari pemilih setianya.
Tetapi, naasnya, tidak banyak pemimpin yang memenuhi janji tersebut ketika ia terpilih. Seolah ia lupa akan janji manis yang dulu dengan penuh semangat diucapkannya.
Guru, yang saat itu akan ditingkatkan kesejahteraannya, nyatanya tidak ada, penambahan gaji hanya wacana tanpa ada kejelasan yang jelas. Wajarlah jika banyak guru yang akhirnya kecewa.
Untuk itu di masa awal pemerintahan terbaru saat ini, kita terus berharap seluruh pihak terkait terus berkomitmen memenuhi janjinya untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Jangan sampai janji hanya tinggal janji.
Dan sebagai guru, kita wajib terus mengawalnya. Agar pemerintah tidak tinggal diam, dan terus berusaha menunaikan janjinya. Peningkatan kesejahteraan guru ini sangat penting, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Sebab, bagaimanapun juga guru yang sejahtera akan mudah melahirkan pelbagai inovasi untuk kemajuan pendidikan di masa depan.
Ia tidak lagi memikirkan upaya lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebab lewat pekerjaannya sebagai guru, semua kebutuhan tersebut telah terpenuhi. Sehingga, ia bisa fokus mengabdikan diri sebagai guru sejati, mendidik dan menginspirasi generasi emas di seluruh negeri. (Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT)
Editor : Novitri Selvia