Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 22 Padang, Gelar Acara Minang Sahari

Novitri Selvia • Senin, 25 November 2024 | 13:45 WIB
LESTARIKAN TRADISI: Siswa SMPN 22 Padang saat kegiatan Minang Sehari. (TIM LAMAN GURU)
LESTARIKAN TRADISI: Siswa SMPN 22 Padang saat kegiatan Minang Sehari. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Budaya Minangkabau kaya akan tradisi, baik tradisi lisan, seni pertunjukan dan nilai-nilai luhur yang sangat menonjol yang bisa dibanggakan oleh masyarakatnya.

Hal ini perlu dilestarikan dengan cara memperkenalkan budaya alam Minangkabau kepada peserta didik sedini mungkin. Karena budaya yang sudah diperkenalkan sejak dini akan berkelanjutan hingga dewasa.

Kecintaan akan budaya Minangkabau yang banyak dikagumi oleh orang asing harus ditanamkan agar mereka tidak asing berada di negerinya sendiri.

Dalam rangka melestarikan warisan alam budaya yang indah tersebut serta memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal maka SMPN 22 Padang menggelar kegiatan Keminangkabauan atau yang dikenal dengan istilah Minang Sahari.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali dan kali ini giliran kelas 9-G yang mempersembahkan acara bertema Palai Bada. Acara dimulai semua Peserta didik dan guru berkumpul di halaman sekolah.

Peserta didik duduk bersimpuh dan bersila di atas terpal yang terbentang. Anak perempuan mengenakan baju basiba lengkap dengan tingkuluak.

Sementara anak laki-laki memakai kain sarung yang dilipat rapi dan disampirkan di bahu. Setelah semua peserta duduk tertib, acara dibuka dengan salam dan pantun oleh pembawa acara.

Awal kalam mulo rundiangan
Salam takzim dari ambo
Sidang pandanga nan budiman
Sambuiklah salam dari ambo

Acara pertama yang disuguhkan adalah tari pasambahan dan silek, yang dibawakan oleh empat orang laki-laki dan lima orang perempuan.

Alunan musik yang khas dan merdu membuat penonton terpesona. Gerakan silek yang lincah dan tegas, ditambah dengan gerakan tari pasambahan yang anggun, sangat memikat hati penonton.

Para penari yang mengenakan baju kurung dan hiasan tanduk balenggek, lengkap dengan selendang dan kalung bola-bola, menambah keindahan acara ini.

Dalam tari pasambahan, penonton atau pimpinan disuguhkan sirih dalam carano sebagai tanda penghormatan. Setelah pertunjukan tari selesai, acara berlanjut dengan pembuatan Palai Bada.

Palai Bada, salah satu masakan tradisional Ranah Minang, dipersiapkan dengan bahan-bahan yang sudah tersaji di atas meja. Dua orang peserta didik memandu dan memperagakan cara pembuatan palai bada.

Yaitu dengan menggunakan teri basah, daun pisang, dan lidi. Bahan lainnya seperti cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, serai, dan jeruk nipis digiling halus. Lalu dicampur dengan daun kunyit dan ruku-ruku yang sudah diiris halus.

Setelah tercampur rata, bahan tersebut dibungkus dalam daun pisang, lalu disatukan dengan lidi di kedua ujungnya. Palai siap dibakar, dan aroma sedapnya membuat perut terasa lapar. Tibalah saat yang paling dinanti, yaitu mencicipi Palai Bada.

Pertama, palai bada dicicipi oleh unsur pimpinan, diikuti oleh tiga orang peserta didik yang mewakili masing-masing tingkat.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan persembahan lagu Minang berjudul Nasib Buruang Pondo dan kuis mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Palai Bada.

Hadiah berupa dua buku dan satu buah pena diberikan kepada pemenang kuis, yang masing-masing berasal dari kelas 7, 8, dan 9.
Acara diakhiri dengan dua buah pantun yang dibawakan oleh pembawa acara:

Kabau ketek di tapi banda
Tanduak nan alun tumbuah lai
Ambo ketek baru baraja
Tolong ditunjuak diajari
Kain songket bakilek kilek
Dipakai urang Pai baralek
Bukan acara ko nan singkek
Kaki bana nan mangaretek

Pada kesempatan tersebut ibu Gis Mawarni, S.Pd. sempat memberi tanggapan terhadap acara yang digelar oleh kelas 9-G. “Acara ini sangat bagus untuk menumbuhkan rasa cinta pada negeri sendiri bagi peserta didik.

Dalam upaya melestarikan budaya dan tradisi tidak hanya bisa dengan mengenalkan adat istiadat saja sejak dini. Namun juga berupaya mengembangkan kharakter, nilai sikap positif sebagai cara agar mereka beradap tau jo ampek tau jo raso pareso agar mereka bisa menjadi orang yang bermartabat nantinya”.

Acara Minang sahari sukses digelar semoga kegiatan Minang Sahari kali ini dapat menambah pengetahuan peserta didik SMPN 22 Padang tentang masakan tradisional, pantun, dan lagu Minang serta alue jo patuik hidup ditengah masyarakat Minang.(Gismawarni, S.Pd, GURU SMPN 22 PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#SMP Negeri 22 Padang #Gismawarni #Acara Minang Sahari