Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 65 Payakumbuh, Hentikan Bully Tingkatkan Prestasi

Novitri Selvia • Kamis, 12 Desember 2024 | 14:20 WIB

BERSEMANGAT: Murid SDN 65 Payakumbuh terlihat bersemangat dalam suatu kegiatan yang dilaksanakan sekolah mereka.(TIM LAMAN GURU)
BERSEMANGAT: Murid SDN 65 Payakumbuh terlihat bersemangat dalam suatu kegiatan yang dilaksanakan sekolah mereka.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Mengapa Perundungan Bisa Terjadi? Perundungan atau bullying sering kali muncul karena kurangnya empati dan pemahaman tentang dampak emosional dan psikologis yang ditimbulkan pada korban.

Beberapa orang yang menjadi pelaku mungkin tidak menyadari betapa besar pengaruh perilaku mereka terhadap orang lain.

Kurangnya kesadaran ini, ditambah dengan faktor perbedaan sosial seperti status ekonomi, penampilan, atau status sosial, dapat memicu tindakan perundungan.

Pelaku perundungan sering kali memiliki ciri-ciri tertentu, seperti sifat hiperaktif, impulsif, atau cenderung ingin menguasai orang lain.

Mereka biasanya menunjukkan temperamen yang sulit dikendalikan dan hanya fokus pada keinginan pribadi, tanpa mempertimbangkan perasaan atau sudut pandang orang lain. Hal ini menciptakan ketidakmampuan untuk menunjukkan empati terhadap korban.

Langkah-Langkah untuk Mencegah Perundungan Pencegahan perundungan dimulai dari diri sendiri (Start My Self).

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah perundungan antara lain, tunjukkan prestasi dan kelebihan diri, Bangun hubungan pertemanan yang sehat dan inklusif, Tumbuhkan rasa percaya diri yang kuat, Jangan terpancing untuk melawan,

sebaliknya gunakan perundungan sebagai motivasi untuk sukses, Jangan menunjukkan rasa takut atau kesedihan ketika dihadapkan dengan perundungan, Laporkan kejadian perundungan kepada pihak yang berwenang.

Dengan maraknya kasus perundungan yang terjadi saat ini, penting bagi kita semua untuk menjadi agen perubahan dalam melawan perundungan, dimulai dari diri sendiri.

Peran Agen Perubahan dalam Mencegah Perundungan

Di lingkungan sekolah, organisasi, atau masyarakat, kita sering kali menjumpai “agen perubahan” yang berperan mendasari atau mendukung perubahan positif, baik itu perubahan kecil maupun besar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan agen perubahan?

Menurut TechTarget, agen perubahan (change agent) adalah individu atau kelompok yang mempromosikan dan mendorong perubahan dalam kelompok atau organisasi.

Fungsi Agen Perubahan yakni mempengaruhi target perubahan, menghubungkan pihak-pihak yang terlibat, membangun kesadaran dan meyakinkan orang lain, memberikan solusi yang konstruktif.
Apa itu perundungan?

Perundungan atau bullying adalah tindakan yang melibatkan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang, baik secara fisik, verbal, atau psikologis.

Perundungan menyebabkan korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Kata “bullying” berasal dari kata “bull” yang berarti banteng, yang menggambarkan perilaku agresif.

Pelaku bullying sering mempersepsikan dirinya memiliki kekuasaan untuk menyakiti korban, sementara korban merasa lemah dan selalu terancam.

Perundungan di Kalangan Pelajar.

Tindak kekerasan antar teman sebaya, khususnya di kalangan pelajar, sering menimbulkan keprihatinan. Kasus perundungan dapat terjadi sejak usia dini, terutama pada anak-anak berusia 6-12 tahun.

Perundungan ini dapat berawal dari saling mengejek atau menyebut nama, hingga berujung pada perkelahian fisik. Hal ini perlu dicegah agar tidak semakin meresahkan dan mengganggu perkembangan anak-anak dan remaja.

Program Star My Self di SD Negeri 65 Payakumbuh

SD Negeri 65 Payakumbuh telah meluncurkan program Star My Self, yang merupakan program pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah yang dimulai dari diri sendiri.

Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan memberdayakan peserta didik sebagai agen perubahan.

Program ini resmi dimulai pada 4 November 2024 dan dirancang untuk membangun iklim positif di sekolah melalui kegiatan yang melibatkan pegawai, guru, dan peserta didik.

Evaluasi terhadap penerapan program ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki pengaruh besar dalam mengurangi kekerasan, khususnya kekerasan antar siswa.

Mereka berperan aktif dalam menghentikan perundungan dengan melaporkan tindakan yang mencurigakan atau tidak menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa agen perubahan dapat menciptakan perubahan positif di sekolah mereka.

Langkah Implementasi Program Agen Perubahan

Implementasi program agen perubahan ini dimulai dengan penandatanganan deklarasi STOP BULLYING oleh seluruh warga sekolah SD Negeri 65 Payakumbuh. Setiap Senin, ikrar anti kekerasan dibacakan saat upacara bendera.

Selain itu, para peserta didik juga memainkan permainan ular tangga anti bullying pada waktu istirahat dan saat ice breaking di kelas. Aktivitas ini bertujuan untuk menghindari perundungan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya saling menghargai antar teman.

Kolaborasi dalam Pelaksanaan Program

Keberhasilan program agen perubahan anti perundungan tidak hanya bergantung pada guru dan peserta didik saja, tetapi juga melibatkan stakeholder dan pemangku kepentingan.

Kolaborasi antara kepala sekolah, guru, karyawan, komite sekolah, dan pihak keamanan seperti Bhabinkantibmas sangat penting untuk mendukung kesuksesan program ini.

Pengawas sekolah dan komite sekolah berperan penting dalam memberikan motivasi kepada peserta didik agar mereka lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan lebih berani melaporkan tindakan perundungan.

Dampak Positif Program Agen Perubahan

Program agen perubahan anti perundungan telah memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah. Bagi agen perubahan, dampak yang ditimbulkan bersifat preventif (untuk mencegah terjadinya perundungan) dan kuratif (untuk mengatasi perundungan yang terjadi).

Peserta didik menjadi lebih aktif dan peduli terhadap perilaku perundungan, baik yang mereka alami sendiri maupun yang terjadi di sekitar mereka. Mereka juga lebih terbuka untuk berbicara kepada guru jika mereka mendapati atau mengalami perilaku yang merugikan atau menyakitkan.

Bagi orang tua, program ini memberikan rasa nyaman karena mereka merasa lebih mudah berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai masalah yang dialami anak-anak mereka.

Orang tua juga mendukung penuh inisiatif sekolah untuk melibatkan anak-anak mereka menjadi agen perubahan.

Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Program

Setiap program pasti menghadapi tantangan dalam penerapannya. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh SD Negeri 65 Payakumbuh dalam pelaksanaan program ini antara lain, peserta didik masih kebingungan membedakan antara perundungan dan bercandaan,

beberapa peserta didik merasa perlu untuk membantu korban perundungan di luar sekolah, meningkatnya jumlah peserta didik yang melaporkan perundungan, penyebaran program ke seluruh sekolah.

Untuk mengatasi tantangan ini, sekolah bersama stakeholder telah menyelenggarakan kegiatan motivasi dan pelatihan melalui narasumber dari Dinas Pendidikan untuk menjelaskan materi tentang perundungan.

Pentingnya Pengimplementasian Program di Seluruh Satuan Pendidikan

UNICEF dan Kemendikbud telah mengembangkan program riset-aksi untuk mencegah kekerasan antar teman sebaya, yang kemudian diadaptasi oleh SD Negeri 65 Payakumbuh menjadi Start My Self.

Evaluasi menunjukkan bahwa peserta didik dapat memainkan peran besar dalam menghentikan kekerasan. Mereka dengan sadar berkomitmen untuk mencegah perundungan di sekolah maupun di luar sekolah.

Program agen perubahan dapat menumbuhkan rasa memiliki, percaya diri, empati, dan tanggung jawab di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, program ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Komitmen bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan jauh dari kekerasan.

Mari kita bersama-sama menjadi agen perubahan untuk mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan. Setiap dari kita bisa menjadi pahlawan yang mencegah dan melawan perundungan.(Nila Permata Sari, S. Pd, KEPALA SDN 65 PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#Hentikan Bully #Nila Permata Sari #SD Negeri 65 Payakumbuh #Tingkatkan Prestasi