Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 30 Padang: Sejarah, Semua Bisa jadi Penulis

Zulkarnaini Padek • Senin, 24 Februari 2025 | 14:00 WIB

SUKSES: Simposium Penulis Antar Bangsa bertema “Semua Bisa Jadi Penulis” yang dilaksanakan pada 21-22 Februari 2025, sukses memukau para pecinta literasi dan calon penulis.(TIM LAMAN GURU)
SUKSES: Simposium Penulis Antar Bangsa bertema “Semua Bisa Jadi Penulis” yang dilaksanakan pada 21-22 Februari 2025, sukses memukau para pecinta literasi dan calon penulis.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Gelaran Simposium Penulis Antar Bangsa bertema “Semua Bisa Jadi Penulis” baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah literasi kota Padang.

Acara yang berlangsung pada 21-22 Februari 2025 ini sukses memukau para pecinta literasi dan calon penulis dari berbagai penjuru, bahkan mancanegara.

Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat dan Ballroom UNP Convention Hotel Padang menjadi saksi bisu semaraknya diskusi, workshop, dan pertukaran ide yang menginspirasi.

Simposium ini tidak hanya sekadar ajang kumpul penulis. Lebih dari itu, acara ini menjadi panggung bagi para penulis ternama dari 7 negara untuk berbagi ilmu dan pengalaman berharga.

Darmawi, Ketua Inisiator Kegiatan sekaligus Ketua ASITA Sumbar, mengungkapkan bahwa kehadiran penulis dari United Kingdom, Korea Selatan, Brunei, India, Singapura, Malaysia, dan Indonesia menjadi magnet utama bagi para peserta.

“Masing-masing narasumber memaparkan tips dan trik seputar kepenulisan, berbagi cerita menjadi penulis yang produktif hingga menghasilkan uang ratusan juta rupiah dari tulisannya,” tutur Darmawi, menggambarkan antusiasme peserta yang memadati setiap sesi.

Darmawi menambahkan, animo masyarakat untuk mengikuti simposium ini sangat luar biasa. Kuota 70 peserta yang disediakan panitia penuh, bahkan banyak calon peserta yang masih berminat mendaftar di hari pelaksanaan.

“Untuk pendaftar sangat banyak sekali, bahkan sampai hari H banyak peserta yang ingin mendaftar namun kuota kita batasi 70 orang tercepat untuk yang benar-benar berminat menjadi penulis. Mudah-mudahan kita dapat menggelar simposium lanjutan di kesempatan lainnya,” ujarnya penuh harap.

Selepas acara yang menginspirasi ini, para peserta tidak hanya dibekali ilmu, namun juga diberi kesempatan emas untuk mempraktikkannya.

Mereka memiliki waktu 14 hari untuk merangkai kata menjadi tulisan yang bernilai, dan yang terpenting, mulai meniti karir sebagai penulis profesional yang menghasilkan pendapatan.

Simposium ini bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, ada mimpi besar yang ingin diwujudkan, yaitu mencetak penulis-penulis handal yang mampu berkarya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah dari tulisan mereka.

Para peserta tidak hanya pulang dengan membawa ilmu yang bermanfaat dan motivasi yang membara, namun juga sertifikat sebagai bukti partisipasi serta pengalaman bersantap siang yang tak terlupakan, semuanya tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Harapan kami, marilah bergabung bersama kami. Apa saja kita bisa tulis, terkait dengan ilmu yang bermanfaat, ataupun tulisan menarik lainnya. Nantinya penulis memiliki ATM sendiri untuk pencairan royalti hasil kepenulisannya. Di mana uangnya akan terus mengalir setiap tulisan yang dimuat melalui e-book PT. Pustaka Indonesia Service diklik pembaca,” jelas Darmawi.

Master Shiro, Ketua Pengarah MSGA SDN BHD sekaligus Ketua rombongan Delegasi dari Malaysia, turut hadir untuk memberikan bimbingan kepada para peserta. Dengan penuh semangat, beliau mengajak para penulis untuk terus berkarya dan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan uang dari tulisan.

“Menulislah agar orang tahu kita pernah hidup. Kita ada peluang untuk berkongsi (bekerjasama). Di era teknologi ini kita buat tulisan-tulisan kita agar bisa menghasilkan uang,” ujarnya.

Ketua BPPD Sumbar, Sari Lenggogeni, mengapresiasi kegigihan Darmawi dalam mengadakan simposium ini dan membawa para penulis dari berbagai negara ke Kota Padang. Beliau juga menyoroti peran penting acara ini dalam mempromosikan pariwisata Sumatera Barat.

“Sumbar ini land of story telling. Semoga simposium ini menghasilkan ide, pengalaman, relasi dan peluang baru untuk kita semua,” ujar Sari Lenggogeni saat memberi sambutan pada acara pembukaan dan Welcome Dinner.

Simposium Penulis Antar Bangsa “Semua Bisa Jadi Penulis” telah usai, namun semangat dan inspirasi yang ditorehkannya akan terus membara.

Semoga acara ini menjadi salah satu titik awal bagi lahirnya penulis-penulis hebat dari Indonesia, khususnya dari Ranah Minang. Terutama bagi rekan-rekan guru, mari kita jadikan momen ini sebagai pemicu untuk lebih aktif menulis.

Kita adalah pendidik yang memiliki segudang pengalaman dan pengetahuan untuk dibagikan. Mari kita ukir jejak literasi, menginspirasi murid-murid, dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan pendidikan di Ranah Minang melalui karya-karya tulis yang bermanfaat.(Zahratil Husna, GURU SMPN 30 PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#Semua Bisa jadi Penulis #SMP Negeri 30 Padang #Zahratil Husna