PADEK.JAWAPOS.COM-Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang istimewa bagi umat muslim. Pada bulan ini umat muslim seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa serta ibadah lainnya yang banyak pahalanya seperti salat Tarawih dan Witir.
Demikian besar pahala yang disedikan Allah bagi yang mengerjakan baik ibadah wajib maupun ibadah sunah. Sehingga bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat penting bagi umat islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah termasuk memakmurkan masjid.
Memakmurkan masjid adalah dengan memperbanyak ibadah di dalamnya, sesuai dengan firman Allah SWT, QS At Taubah ayat 18 yang artinya “Hanya yang memakmurkan masjid –masjid Allah adalah orang –orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan shalat,menunaikan zakat dan hanya takut kepada Allah ,maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Banyak cara yang dilakukan untuk memakmurkan masjid terutama di bulan Ramadhan. Barang siapa melakukan amalan di bulan Ramadhan maka akan dilipatgandakan pahalanya.
Dibandingkan di bulan lain, dan salat sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan adalah salat tarawih, dan dikerjakan berjamaah lebih baik dibandingkan dikerjakan sendiri (Munfarid), membaca Al-Quran dan mendengarkan ceramah agama.
Demikian besar pahala yang disediakan Allah pada bulan Ramadhan. Namun banyak generasi muda islam yang menyia-nyiakannya. Fenomena yang terjadi di beberapa tempat ibadah.
Baik di masjid maupun di mushala banyak kita temui dan kita lihat anak-anak usia sekolah dasar dan remaja, yang belum memahami pentingnya salat berjamaah. Masih kurangnya rasa saling menghargai dan menghormati jamaah yang sedang melaksanakan shalat.
Dan juga banyak generasi muda kita yang datang ke mesjid atau mushala hanya melaksanakan salat Isya. Bahkan sangat miris kita temui pada saat salat berlangsung masih ada yang berkeliaran, berbicara dan membunyikan petasan di lingkungan masjid.
Hal ini sangat mengganggu jamaah yang ingin melaksanakan salat dengan khusyuk. Bahkan sudah ditegur mereka seakan tidak peduli dan tetap saja ribut. Jika terus dibiarkan bisa kita bayangkan generasi muda kita di masa mendatang.
Melihat fenomena diatas harus kita sampaikan adab di dalam masjid kepada anak-anak kita sejak dini. Hal ini bukan hanya tugas guru saja tetapi lebih menjadi tanggung jawab orang tua dan masyarakat.
Ada beberapa persiapan yang dapat kita lakukan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan agar generasi muda kita termotivasi untuk mengerjakan salat berjamaah khususnya di bulan suci Ramadhan yaitu:
1) Melakukan parenting bersama orang tua.
Karena anak merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan oleh orang tua di hadapan Allah kelak. Bila anak didik dengan baik maka pahala akan mengalir kepada kedua orang tuanya maupun semua orang yang mendidiknya.
Parenting islami adalah cara mengatur pola pengasuhan anak dalam proses tumbuhkembangnya yang menyesuaikan dengan ajaran islam, yang didasari dari Al Quran dan Sunah Rasul.
Parenting ini bertujuan untuk menjadikan anak menpunyai adab dalam beribadah, dan adab di dalam masjid/musala. Salah satu cara yang cukup penting dalam mendidik anak secara islami agar anak lebih memahami dengan cara:
a) Ajari anak pentingnya shalat wajib dan Tarawih. B) Ajari dan perhatikan ibadah shalat anak. c) Ajari anak sikap menghormati dan sikap menghargai orang yang sedang beribadah. d) Beri anak kepercayaan.
2) Libatkan Generasi Muda (Remaja Mesjid) menjadi Panitia Amal Ramadhan.
Remaja masjid adalah sekelompok remaja yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di masjid. Dengan dilibatkan sebagai panitia amal Ramadhan mereka bisa mengembangkan kemampuan dirinya dan tempat belajar berorganisasi di masyarakat.
Dengan demikian remaja masjid dapat menjadi wadah yang positif bagi remaja untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang agama islam.
3) Bentuk Polisi Mesjid (Team Keamanan)
Polisi masjid adalah remaja masjid yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam dan sekitar masjid. Polisi masjid bertugas, menjaga keamanan dan ketertiban di dalam dan disekitar masjid, pengawas anak-anak, menjaga anak-anak yang bermain di sekitar masjid.
Dengan demikian polisi masjid dapat membantu menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan masjid. Lalu, berikan pujian dan hadiah bagi anak-anak yang melaksanakan shalat wajib dan tarawih dengan tertib.
Salah satu cara untuk memotivasi anak agar mengrjakan salat dengan baik dan tertib adalah dengan memberikan pujian dan hadiah (door prize) setiap selesai salat. Semoga dengan adanya hal ini maka generasi muda semakin termotivasi dalam melaksanakan salat berjamaah. Barakallah fii kum.(Yenita, S.Pd.I, GURU SDN 03 BATUBULEK)
Editor : Novitri Selvia