Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SLB Negeri 1 Padang: Lomba Menulis Surat, Hidupkan Semangat Literasi sekolah

Novitri Selvia • Senin, 14 Juli 2025 | 13:15 WIB
SERIUS: Siswa SLBN 1 Padang dipandu guru mereka saat mengikuti pembelajaran di sekolah. (TIM LAMAN GURU)
SERIUS: Siswa SLBN 1 Padang dipandu guru mereka saat mengikuti pembelajaran di sekolah. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kegiatan lomba menulis surat ini difasilitasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Melalui dana pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat, Alber Hendra Lukman. Dukungan pun mengalir dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat yang turut mendorong pelaksanaan kegiatan ini agar menjadi agenda tahunan.

Tema yang diusung berkaitan dengan pengalaman proses belajar, baik dari sudut pandang guru maupun siswa.Menariknya, lomba ini menekankan pada komunikasi dua arah siswa menulis surat kepada guru, dan guru menulis surat kepada siswa.

Hal ini memberi ruang bagi kedua belah pihak untuk saling memahami peran, tantangan, dan harapan dalam proses pembelajaran. Surat menjadi media yang sederhana namun menyentuh hati, mampu menggambarkan suasana sekolah dari sisi yang personal dan penuh empati.

Peserta lomba berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, MTsN, MTsS hingga SMK. Sementara dari kalangan guru melibatkan guru SD,SMP, SMA, SMK dan SLB dari seluruh Sumatera Barat.

Naskah surat dikirim melalui pos sejak April hingga batas akhir 15 Juni 2025. Surat-surat yang masuk kemudian diseleksi secara ketat oleh panitia dari DPD SatuPena Sumatera Barat, yang menggandeng para ahli bahasa dan pemerhati pendidikan.

Ketua SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bagian nyata dari gerakan literasi sekolah.

“Beberapa sekolah sudah melaksanakan seleksi internal sebelum mengirimkan surat ke panitia. Contohnya SMA Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Telah lebih dulu mengadakan lomba internal agar siswa terbiasa menulis dan menyampaikan isi hati mereka kepada guru,” ungkap Sastri.

Hal serupa juga dilakukan oleh SMPN 2 Bukittinggi. Dilla, S.Pd, guru di sekolah tersebut, dengan telaten menyeleksi sekitar 200 surat dari siswa-siswanya hingga terpilih 10 surat terbaik untuk dikirimkan ke panitia.

Usaha ini tentu tak sia-sia, karena mencerminkan betapa besar perhatian guru terhadap peningkatan literasi siswa. Dari ribuan naskah yang masuk, hanya 50 yang berhasil masuk nominasi 25 dari kategori guru dan 25 dari kategori siswa.

Salah satu yang membanggakan adalah terpilihnya Dra. Lifya dari SLB Negeri 1 Padang sebagai nominasi mewakili guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sumatera Barat. Ini menunjukkan bahwa semangat literasi juga tumbuh subur di lingkungan pendidikan khusus.

Menurut Andaria, salah satu tim penilai, surat yang lolos seleksi adalah yang memenuhi struktur surat yang baik. Memiliki sapaan yang santun, serta mampu menggambarkan hubungan emosional antara penulis dan penerima surat.

“Surat dari siswa harus mencerminkan kejujuran dan kedekatan mereka kepada guru, sementara surat dari guru harus menyampaikan refleksi dan perhatian mendalam kepada murid,” jelasnya.

Namun, tak semua naskah yang masuk memenuhi kriteria. Armaidi Tanjung, juri lainnya, menyayangkan beberapa naskah mencantumkan data tidak sesuai ketentuan. Bahkan ada yang lupa menyertakan kontak, yang otomatis sulit untuk dihubungi keberadaan mereka.

Meski begitu, secara umum isi surat-surat yang masuk sudah cukup menggambarkan situasi belajar-mengajar yang inspiratif dan menyentuh.

“Banyak yang sudah sesuai dengan tema dan memberikan motivasi, hanya saja penggunaan bahasa perlu lebih diperhatikan. Terutama kesesuaian dengan KBBI dan EYD,” kata Andaria, dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNP.

Ada yang lebih membanggakan lagi, seluruh naskah nomine akan diterbitkan dalam bentuk buku dan dibagikan kepada masing-masing peserta saat tahap presentasi akhir. Tahap ini akan menentukan siapa yang akan menjadi juara 1, 2, 3, serta lima juara harapan dari masing-masing kategori.

“Ini bukan sekedar lomba, tapi gerakan literasi yang menyentuh. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun dan menjadi jembatan komunikasi yang lebih hangat antara guru dan siswa,” harap Sastri Bakry.

Lomba ini menjadi bukti bahwa menulis surat bukan sekadar keterampilan yang terlupakan. Tapi bisa menjadi media yang kuat untuk mempererat hubungan emosional dan menumbuhkan budaya literasi di sekolah.(Dra. Lifya, GURU SLBN 1 PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#SLB Negeri 1 Padang #Lifya #Semangat Literasi sekolah #lomba menulis surat #Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat #DPD SatuPena