PADEK.JAWAPOS.COM-Menyiapkan generasi Indonesia Emas pada tahun 2045 adalah sebuah visi besar Indonesia untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi pada tahun 2045, yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
Visi ini mencakup berbagai aspek pembangunan, termasuk ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan, dengan tujuan menciptakan negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian kuat, bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk membentuk anak-anak Indonesia sebagaimana diharapkan oleh para pendiri bangsa dalam konstitusi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2025 ini telah meluncurkan suatu kebijakan di dalam dunia pendidikan berupa Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang di singkat 7KAIH, dimana tujuannya sebagai gerakan untuk membentuk karakter anak Indonesia melalui pembiasaan tujuh perilaku positif.
Tujuh kebiasaan tersebut adalah, 1) Bangun pagi: Membiasakan diri disiplin dan siap memulai hari. 2.) Beribadah: Menanamkan nilai spiritual dan tanggung jawab moral. 3.) Berolahraga: Mendorong gaya hidup sehat.
4.) Makan sehat dan bergizi: Membangun kesehatan fisik dan mental. 5.) Gemar belajar: Menumbuhkan rasa ingin tahu dan meningkatkan wawasan. 6.) Bermasyarakat: Membiasakan kerjasama dan gotong royong. 7.) Tidur cepat: Menjaga keseimbangan fisik dan mental melalui tidur berkualitas.
Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan generasi emas Indonesia di tahun 2045 dengan karakter yang kuat, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Dari gerakan yang di gagas oleh Kemendikdasmen tersebut SDN 28 Kota Payakumbuh langsung melakukan sosialisasi kepada orang tua murid, sosialisasi juga telah di lakukan kepada murid-murid melalui nyanyian,pengisian jurnal, dan melaporkan jurnal tersebut kepada wali kelas, pantauan jurnal diketahui oleh kedua pihak yaitu orang tua murid maupun guru serta kepala sekolah.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara guru, orang tua, dan komunitas dalam mendukung program penguatan karakter anak.”Sinergi ini harus terus dijaga dan diperluas”.
Sekolah hanya membantu, pusat pendidikan yang utama adalah keluarga. Karena konsistensi dan keteladanan orang tua sangat penting.
Anak belajar bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah, bahwa kehadiran dan keterlibatan ayah dalam rutinitas anak dapat memperkuat pembentukan kebiasaan positif. Ikatan emosional yang kuat akan mendorong anak tumbuh dengan karakter yang baik.
Pentingnya pendekatan yang ramah anak dalam pendidikan karakter. Anak yang merasa aman secara emosional akan lebih mudah menerima nilai-nilai kebaikan. Kebiasaan baik tidak cukup diajarkan di sekolah. Harus dimulai dari rumah, dari bangun tidur hingga malam hari.
Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas semakin kuat dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul, dan bagi murid-murid di SD Negeri 28 Kota Payakumbuh kegiatan ini menjadi langkah awal menuju generasi emas dan membentuk anak Indonesia hebat nantinya. (Meili Junita, M.Pd,Gr, GURU SDN 28 KOTA PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia