PADEK.JAWAPOS.COM-Berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah tentu hadir dengan berbagai tujuan spesifik dan umum, diantaranya : meyalurkan bakat dan minat siswa, membuka wadah berbagai kratifitas serta memberikan peluang siswa melatih ketrampilanya.
Salah satu ekskul yang ada di SMPN 29 Padang adalah marching band, marching band bukan sekedar kegiatan rutin dalam agenda ekskul di sekolah namun sebuah kegiatan yang menata dan mengkonsepkan berbagai nada yang di bentuk menjadi melodi indah yang di mainkan berdasarkan Teknik yang di Kelola oleh pikiran dan diaplikasikan melalui motorik.
Hingga menjadi sebuah produk karya yang indah dan dinamis di denggar oleh telingga dan di lihat estetis oleh mata sang penikmat karya tersebut.
Dalam proses ini tampak jelas masching band adalah media yang efektif untuk mengelola daya motorik siswa agar seimbang dalam berbagai elemen di kehidupan anak-anak kita. Kolaborasi pikiran yang di tuangkan dengan mengunakan alat music tentulah.
Sebuah Langkah yang tidak mudah bagi siswa, proses yang tidak mejemuk ini harus mampu menuntun sebuah pikiran yang focus hingga siswa mampu menempatkan pikiran mereka dalam sebuah permaian olah rasa dan olah raga dalam pembentu karya music marching band.
Salah satu kompetensi utama yang di asah dalam ketrampilan marching band adalah koordinasi Gerakan yang mengikuti tempo dan melodi yang sudah di tentukan.
Rangkaian solmisasi serta bentuk motif-motif tempo yang di rangkai menuntun siswa melahirkan sebuah musik yang persisi dan dinamis berdasarkan aba-aba kondaktur.
Melibatkan semua organ tubuh dengann menyandang berbagai ragam alat music serta melakukan berbagai bentuk atraksi seperti berjalan, melompat berputar hingga membentuk formasi yang terorganisir.
Dengan timing atau durasi yang sudah di tentukan tentulah hal yang tidak ringan di lakukan bagi siswa, hal tersebut dapat tercapai tentu karna adanya kerja sama antar kelompok yang baik dan proses latihan yang tidak singkat.
Keseimbangan tubuh yang sehat serta pikiran yang focus sangat di butuhkan karena waktu yang perlukan untuk berproses ini tidak lah sisngkat, sehingga dalam proses ini guru mampu melihat siswa mana yang mampu bertahan ataupun mundur.
Di SMPN 29 padang ekskul marching band ini memang benar-benar di gemari siswa, terbukti jumlah siswa yang bergabung mencapai 89 orang dan siswa yang memilih ekskul ini juga merasa senang.
Karena mereka bisa mempelajari berbagai alat musik ritme dan melodi sehingga dengan adanya ketrampilan memainkan alat music drumband juga menambah rasa percaya diri mereka di tenggah-tenggah pergaulan sosial mereka di sekolah.
Tidak di pungkuri pencapaian indicator-indikator yang telah ditentukan pelatih dan guru di awal sempat mengalami kesulitan. Hal kecil saja banyak siswa yang mengalami sindrom “GERSTMAN” sindrom yang membuat siswa tidak mengenal sisi kiri dan kanan.
Dari sini guru berupaya memberikan bimbingan terkusus dengan memberiakan alat musik yang melibatan kedua belah sisi dan mengarahkan berdasarkan indtruksi terbimbing secara perlahan-lahan.
Hal lain yang tidak mudah di lewati oleh pelatih dan guru dalam mengajarkan musik marching band adalah siswa yang mengambil ekskul ini mayoritas belum mengenal alat-alat music dan masih awam dengan alat musik ini.
Tentunya dasar kegiatan ini mengenalkan berbagai bentuk alat musik yang akan dimainkan dan pengetahuan dasar tentang teknik musik, pengolahan proses ini akan menghasilkan eksplorasi musik yang apik dan ekslusif.
Karena kita percaya kemampuan motorik siswa juga menunjang ketercapaian kemampuan pikiran mereka dalam mengolah melodi-melodi indah.(Widia Agustin, MPd, Guru SMPN 29 Padang)